FikihUmroh

10 Tata Cara Manasik Umroh Sesuai Sunnah Nabi

Umroh atau haji kecil adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah. Mulai dari berirham di Miqat, bertawaf mengelilingi Kakbah, sai di antara Bukit Shafa dan Marwah, serta bertahalul atau mencukur rambut.

Berbeda dengan ibadah haji, umroh dapat dilakukan kapan saja dan tidak ada ketentuan waktu pelaksanaannya. Selain itu, rukun umroh pun juga memiliki perbedaan dengan haji, yakni tidak perlu melakukan wukuf di Padang Arafah.

Sebelum melaksanakan umroh di Tanah Suci, rukun-rukun umroh tentu harus kita pahami agar ibadah umroh kita dapat berjalan dengan lancar dan sah. Berikut ini adalah tata cara manasik umroh yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Mandi seperti orang yang mandi junub

Mandi seperti orang yang mandi junub - blog.beautybridge.com
Mandi seperti orang yang mandi junub – blog.beautybridge.com

Seseorang yang hendak melaksanakan umroh sangat dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berirham dengan cara merapikan kuku, jenggot, rambut, serta mandi sebagaimana orang yang mandi besar atau mandi junub.

Memakai pakaian ihram

Memakai pakaian ihram - cdn.klimg.com
Memakai pakaian ihram – cdn.klimg.com

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar pakaian yang digunakan sebagai sarung dan penutup pundak. Sedangkan bagi perempuan, pakaian ihramnya adalah pakaian yang telah disyariatkan untuk shalat, yakni yang dapat menutupi seluruh tubuhnya dan tidak tipis sehingga memperlihatkan rambut atau kulitnya. Namun, tidak dibenarkan untuk menutup wajah dengan cadar dan memakai sarung tangan.

Berihram di Miqat

Berihram di Miqat - vid.alarabiya.net
Berihram di Miqat – vid.alarabiya.net

Setelah memakai pakaian ihram, selanjutnya adalah berihram di Miqat dengan mengucapkan “Labbaika allahuma umratan.”

Setelah mengucapkan niat tersebut, maka kita telah resmi dalam keadaan ihram, sehingga berlakulah semua larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan ketika ihram. Seperti menutup kepala dan memakai pakaian yang ada jahitannya untuk laki-laki, menutup kedua telapak tangan dan wajah untuk perempuan, memakai wangi-wangian atau minyak rambut, memotong kuku atau bulu rambut yang ada di badan, bertengkar, berkata kotor, bercumbu atau bersetubuh, menikah atau menikahkan, berburu, membunuh, serta memotong atau mematikan tanaman di Tanah Haram.

Setelah membaca talbiat umrah tersebut, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak kalimat talbiyah:

Labbaika ‘umratan, Labbaika allahuma labbaika, labbaika laa syariikalaka labbaika, innalhamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka.

Masuk ke Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa

Masuk ke Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa - mujahadahtour.com
Masuk ke Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa – mujahadahtour.com

Setibanya di Masjidil Haram, maka kita bisa masuk ke Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid ataupun doa masuk Masjidil Haram berikut ini.

Doa masuk masjid:

“Allahummaf-tahlii abwaaba rahmatik.

Doa masuk Masjidil Haram:

“Allahumma antassalam wa minkassalam waalaika ya’udussalam fahayyina rabbana bissalam wa adkhilnaljannata darassalam tabarakta rabbana wa ta ‘alaita yazal jalali wal ikrami. Allahummaftahli abwaaba rahmatika bismillahi walhamdulillahi wassalatu wassalamu ‘ala rasulillah.”

Menuju Hajar Aswad

Menuju Hajar Aswad - umrohmalang.com
Menuju Hajar Aswad – umrohmalang.com

Selanjutnya adalah menuju Hajar Aswad, menghadap ke arahnya sambil berucap “Allahu Akbar” atau “Bismillah Allahu Akbar”, kemudian mengusapnya dengan tangan dan menciumnya.

Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, cukup dengan mengusapnya lalu mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad tersebut. Jika masih tidak memungkinkan, maka cukup dengan memberi isyarat dengan tangan. Hal ini bisa kita lakukan pada setiap putaran tawaf.

Bertawaf mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali putaran

 Bertawaf mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali putaran - annafardiana.files.wordpress.com
Bertawaf mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali putaran – annafardiana.files.wordpress.com

Kemudian, mulailah tawaf dari Hajar Aswad dengan posisi Kakbah di sebelah kiri kita. Disunahkan untuk berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, kita juga disunnahkan untuk membaca “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar.  Selebihnya, tidak ada zikir atau bacaan tertentu ketika melakukan tawaf. Kita boleh membaca Al-Quran atau doa dan zikir yang kita sukai.

Menuju ke belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat

Menuju ke belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat - 1.bp.blogspot.com
Menuju ke belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat – 1.bp.blogspot.com

Setelah melaksanakan tawaf sebanyak 7 putaran, kegiatan selanjutnya adalah menuju ke belakang Maqam Ibrahim sambil membaca Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla. Sesampainya di sana, kita disunnahkan untuk shalat sunnah tawaf 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Pada rakaat pertamasetelah surat Al-Fatihah, kita disunnahkan untuk membaca surat Al-Kaafirum. Sementara pada rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah,kita disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas.

Beristirahat sejenak dan meminum air zam-zam

Beristirahat sejenak dan meminum air zam-zam - islamidia.com
Beristirahat sejenak dan meminum air zam-zam – islamidia.com

Setelah shalat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim, kita bisa beristirahat sejenak untuk minum air zam-zam sambil membaca doa:

“Allahumma inni asaluka ‘ilman nafi’an wa rizqon waasi’an wa syifa’an nin kulli daa’in wa saqomin bi rahmatika yaa arhamar raahimin.”

Melakukan sai di antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali

Melakukan sai di antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali - esqtours.com
Melakukan sai di antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali – esqtours.com

Selanjutnya adalah melakukan sai atau berjalan dari berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali.

Bertahalul (bercukur rambut)

Bertahalul (bercukur rambut) - thayyiba.com
Bertahalul (bercukur rambut) – thayyiba.com

Bertahalul atau bercukur rambut adalah akhir dari pelaksanaan umroh. Untuk jemaah laki-laki, akan lebih afdal jika dicukur sampai gundul. Sementara bagi jemaah perempuan, cukup memotong sebagaian saja, yakni sepanjang satu ruas jari.

Demikianlah ringkasan tata cara umroh yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga dapat memberikan pengetahuan dan menjadi tuntunan bagi kita semua. Wallahu a’lam bishawab.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: