IslamUmroh Haji

Badal Haji : Pengertian, Hukum, dan Ketentuannya

Apakah Anda memiliki saudara yang sudah meninggal tapi belum sempat berhaji? Padahal, semasa hidup ia mampu untuk menunaikan. Saat itulah badal haji harus dilakukan oleh kerabat terdekat atau ahli warisnya.

Kata ‘badal’ dalam Bahasa Indonesia artinya, pengganti atau wakil. Menurut ilmu fiqih, berasal dari kata al-hajju ‘anil ghair. Maksudnya adalah berhaji untuk orang lain. Jadi, ahli waris tersebut berangkat haji dengan niat menunaikan kewajiban kerabat atau orang tua yang telah meninggal dunia.

Hukum Badal Haji

badal haji - islamiclandmarks.com
badal haji – islamiclandmarks.com

Pelaksanaan badal haji memiliki landasan hukum yang kuat berdasarkan hadis dan Alquran. Bahkan, hal ini sudah dibahas sejak zaman Rasulullah SAW. Salah satunya ketika seorang perempuan dari suku Khasy’am mengajukan pertanyaan kepada Rasulullah SAW mengenai haji sang ayah. Diceritakan bahwa ayahnya sudah meninggal dunia, sedangkan ia belum sempat berhaji.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kewajiban dari Allah untuk berhaji bagi hamba-hamba-Nya datang saat ayahku sudah tua renta dan dia tidak kuat menempuh perjalanannya. Apakah aku boleh menghajikan atas namanya? Beliau menjawab : Boleh.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut diperkuat dengan dalil ayat dalam Alquran yang artinya :

“Mengerjakan haji ke Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali-Imran : 97)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda :

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku bernazar untuk berhaji. Namun, beliau tidak berhaji sampai Beliau meninggal dunia. Apakah aku mesti menghajikannya?” Berhajilah untuk ibumu,” jawab Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Ahmad dan Muslim)

Berdasarkan dalil ayat Alquran dan hadis tersebut, cukup menguatkan; badal haji memiliki hukum wajib. Namun, beberapa syarat harus dipenuhi untuk bisa melaksanakan badal haji. Mulai dari pelaku badal hingga yang dihajikan.

Syarat yang Harus Dipenuhi

Badal Haji - jejakislam.com
Badal Haji – jejakislam.com

Anda berniat menghajikan orang lain? Sebelumnya, harus memerhatikan syarat-syarat sahnya. Bagi orang yang ingin dihajikan, harus memenuhi dua hal sebagai berikut.

  1. Dalam Kondisi Lemah Fisik atau Meninggal Dunia

Seorang anak boleh menghajikan orang tua jika ia dalam kondisi lemah secara fisik. Pun bisa sesudah mereka meninggal dunia. Jadi, badal haji tidak berlaku untuk orang yang masih sehat dan bugar.

  1. Memenuhi Syarat Wajib Haji

Dua syarat utama wajib haji adalah beragama Islam dan mampu. Namun, sebelum orang tersebut sempat naik haji, kematian menjemputnya. Saat itu, salah satu anak atau kerabat harus menghajikan, kecuali kondisi mentalnya kurang sehat. Maka, hukum wajib badal haji menjadi lebur.

Ketentuan di atas berlaku bagi seluruh muslim di dunia. Selain itu, orang yang menghajikan (badal) pun harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini.

  1. Pernah Menunaikan Ibadah Haji

Syarat utama menjadi badal adalah sudah melaksanakan haji untuk dirinya sendiri. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW :

“Lakukan dulu haji untuk dirimu baru kemudian berhajilah untuk Syubrumah.” (HR. Bukhari)

  1. Wajib Memenuhi Syarat Sah Haji

Seorang badal boleh laki-laki ataupun perempuan. Keduanya harus memenuhi syarat; Islam dan mampu. Khusus perempuan, wajib mendapatkan izin dari mahramnya (suami) dan dalam keadaan suci dari haid dan nifas.

Hal Ini Tidak Boleh Diabaikan Saat Melakukan Badal Haji

Badal Haji - s3-eu-west-2.amazonaws.com
Badal Haji – s3-eu-west-2.amazonaws.com

Badal haji bisa dilakukan siapa pun yang memiliki kerelaan. Namun, satu badal hanya boleh mewakili satu orang. Niat hajinya pun harus melunasi utang, bukan beramal. Kemudian, pendanaan badal haji berasal dari harta keturunannya, warisan, atau bantuan kerabat. Terakhir, dilarang mencari uang dari badal haji karena bisa memberatkan timbangan keburukan di akhirat.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui mengenai badal haji. Sesungguhnya, dengan menunaikan ibadah haji, Islam seseorang menjadi sempurna. Semoga bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: