Dunia Islam

Selalu Ditimpa Musibah? Inilah Tips Berserah Diri Sesuai Quran dan Hadis

Musibah dan manusia merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Selama masih bernafas, setiap orang pasti akan menghadapi masalah di hidupnya. Entah itu masalah besar ataupun kecil, hendaknya setiap peristiwa dihadapi dengan hati lapang dan sikap berserah diri (tawakal) pada takdir serta ketetapan Allah.

Meskipun kelihatannya sulit, beriman bahwa setiap peristiwa yang terjadi memiliki hikmah di baliknya merupakan sebuah kewajiban. Karena apapun yang datang dari Allah, pasti mengandung kebaikan. Begitu pula dengan musibah dan cobaan yang sedang dihadapi.

Tawakal seringkali dikaitkan dengan berputus asa, padahal dalam tawakal ada bentuk usaha untuk senantiasa tegar dan kuat saat sedang menghadapi masalah. Dalam Islam, tawakal merupakan perbuatan yang dianjurkan. Sebagaimana firman Allah di surat At Thalaq ayat 2 dan 3 yang berbunyi,

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)-nya.”

Lalu, bagaimana caranya bisa tetap berserah diri meskipun sedang mengalami musibah yang bertubi-tubi?

Menjaga salat

Menjaga salat - static.republika.co.id
Menjaga salat – static.republika.co.id

Keimanan merupakan salah satu bagian yang seringkali goyah setiap kita mendapat musibah. Untuk menjaga agar diri terhindar dari peristiwa-peristiwa buruk, jagalah salat kita. Karena di dalam salat ada gerakan yang menunjukkan bahwa kita menyerahkan segala beban hidup dan urusan dunia pada ketetapan Allah yang maha agung.

Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu pernah berujar,

“Jagalah salatmu. Ketika kau kehilangannya, maka kau akan kehilangan lainnya.”

Membaca Quran dan memahami maknanya

Membaca Quran dan memahami maknanya - gedubar.com
Membaca Quran dan memahami maknanya – gedubar.com

Membaca Quran merupakan salah satu ibadah yang sering sekali dilalaikan, padahal dalam Quran terkandung, doa, kisah, cerita, dan sejarah yang dapat menguatkan keimanan pada agama. Jika iman semakin kuat, maka kita tidak akan memiliki kesempatan untuk berputus asa dan berpikiran buruk terhadap ketetapan Allah.

Jika membaca Quran tidak cukup, cobalah untuk memahami juga arti di balik ayat-ayat Allah. Karena siapapun yang mengerti dan mengamalkan ayat-ayat Allah hidupnya akan tenang dan selamat, sebagaimana firman Allah yang berbunyi,

“…… Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”(QS. Thaha, 123)

Senantiasa mengingat Allah

Senantiasa mengingat Allah - tandapagar.com
Senantiasa mengingat Allah – tandapagar.com

Saat diam, seringkali kita berpikiran buruk dan membayangkan hal-hal yang tidak sepatutnya mampir ke pikiran. Untuk mencegah hal ini, Nabi menganjurkan manusia untuk senantiasa mengingat Allah. Salah satu caranya adalah dengan berzikir, berdoa, dan senantiasa menyebut asma Allah.

Jika penyakit fisik bisa diobati oleh dokter, maka penyakit hati dan pikiran hanya bisa diobati dengan senantiasa mengingat Allah.

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”  (QS. Ar-Ra’d, 28).

Senantiasa bersyukur

Senantiasa bersyukur - i2.wp.com
Senantiasa bersyukur – i2.wp.com

Setiap masalah memang terlihat pelik jika kita hanya memandangnya dari satu sisi. Padahal bagi orang lain, masalah kita belum tentu sebesar masalah yang mereka hadapi. Karena itulah, meskipun menghadapi musibah kita tetap harus bersyukur. Disadari atau tidak, masih banyak hal yang membuat musibah kita tidak sebanding dengan nikmat yang selama ini telah didapatkan.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim, 7).

Orang yang senantiasa bersyukur akan ketenangan dan kebaikan dunia serta akhirat.Seseorang yang senantiasa bersyukur insya Allah akan tercukupi hatinya. Sebagaimana sabda Rasulullah pada sebuah hadis yang bunyinya,

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hidup memang sulit tapi akan menjadi rumit jika kita tidak pandai berserah diri dan beriman pada segala ketetapan Allah. Semoga tips di atas bisa kita amalkan dan menjadi motivasi untuk senantiasa tegar dalam menghadapi setiap ketetapan Allah. AamiinAllahummaaamiin.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close