Tata Cara Umroh Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Sejak kepergian Nabi Muhammad berabad-abad silam, perbedaan persepsi antar umat dalam pelaksanaan ibadah menjadi masalah baru yang cukup memecah belah. Solusinya, selain bersandar pada al quran yang merupakan firman Allah, umat Islam pada saat itu juga mencari rujukan dari hadis-hadis sahih.

Tetapi seiring bertambahnya waktu dan populasi umat, perbedaan persepsi menjadi salah satu masalah pelik yang tidak bisa lagi dihindari. Meskipun ada al quran dan hadis yang menjadi sandaran, jauhnya jarak waktu antar umat masa kini dengan masa saat Rasulullah masih hidup membuat banyak persepsi muncul yang kesahihannya tidak bisa dikonfirmasi langsung pada pelaku sejarah terkait.

Dari perbedaan inilah istilah bid’ah muncul. Bid’ah sendiri merupakan amalan atau perkara ibadah yang mengada-ada dan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Salah satu ibadah yang masih sarat dengan bid’ah dan perbedaan persepsi adalah Haji. Dalam haji, banyak sekali “kewajiban” yang dianggap penting meskipun sebenarnya hal tersebut tidak ada dalam al quran maupun hadis.

Keberadaan bid’ah dalam haji bukanlah hal yang bisa disepelekan. Hal ini dapat menghalangi kesempurnaan ibadah dan membuat haji kita seolah sia-sia. Agar haji yang dilakukan mendapat balasan surga, berikut merupakan beberapa bid’ah seputar haji yang dianggap wajar. Di antaranya,

Walimatul Shafar

Bid’ah Seputar Haji - 4.bp.blogspot.com

Bid’ah Seputar Haji – 4.bp.blogspot.com

Walimatul shafar atau selamatan menjelang kepergian ke tanah suci merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan umat Islam Indonesia ketika ada keluarga yang akan pergi haji. Selamatan ini biasanya diiringi dengan selawatan dan bacaan doa-doa tertentu.

Meskipun kelihatannya baik dan mengandung niat untuk mendoakan keluarga yang akan berhaji, ternyata walimatul shafar merupakan bid’ah yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah maupun para sahabat. Bahkan hal ini juga tidak tercantum dalam quran maupun hadis.

Berziarah ke makam keluarga sebelum berangkat

Bid’ah Seputar Haji - zaitonmag.com

Bid’ah Seputar Haji – zaitonmag.com

Bagi sebagian umat di Indonesia, kebiasaan mengunjungi makam keluarga sebelum berhaji dianggap suatu kewajiban. Meskipun niatnya baik, tetapi hal semacam ini adalah bid’ah dan tidak pernah dicontohkan oleh  Rasulullah maupun para sahabat. Berziarah ke makam keluarga bisa kita lakukan kapan saja, tidak harus dikhususkan saat akan berangkat haji.

Salat 2 atau 4 rakaat sebelum berangkat haji

Bid’ah Seputar Haji - i1.wp.com

Bid’ah Seputar Haji – i1.wp.com

Dalam quran maupun hadis tidak ada satu pun referensi yang menyebutkan adanya salat 2 atau 4 rakaat sebelum berangkat haji. Hal ini merupakan salah satu bid’ah seputar haji yang sering dilakukan umat Islam Indonesia dan dianggap sebagai hal yang wajar.

Melakukan wukuf pada tanggal 8 Dzulhijah

Bid’ah Seputar Haji - radio.gov.pk.com

Bid’ah Seputar Haji – radio.gov.pk.com

Ada beberapa kepercayaan yang menyebutkan wukuf sebaiknya dilakukan mulai tanggal 8 Dzulhijah dengan niat berhati-hati karena Arafah dianggap jatuh pada tanggal tersebut. Perkara semacam ini jelas merupakan hal yang mengada-ada, dalam hadis dan tuntunan Rasulullah, wukuf di Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah mulai waktu tergelincir sampai terbenamnya matahari.

Mengumandangkan takbir saat Mabit (bermalam) di Muzdalifah

Bid’ah Seputar Haji - ninja250r.files.wordpress.com

Bid’ah Seputar Haji – ninja250r.files.wordpress.com

Saat berada di Muzdalifah terutama saat tengah malam, banyak sekali jamaah asal Indonesia yang bertakbir. Mereka menganggap harus melakukan ini saat malam lebaran sebagaimana kebiasaan yang ada di tanah air. Padahal dalam hadis tidak pernah menyebutkan bahwa Rasulullah pernah melakukan hal ini.

Kalaupun ada tuntunan tentang takbir di Muzdalifah, amalan ini dianggap sunah, bukan kewajiban. Berdasarkan Imam Nawawi al-Dimasyqy, takbir disunahkan sebagai pengganti talbiyah jika jamaah telah melempar Jumrah Aqabah minimal lemparan pertama.

Kebiasaan memang bukan hal yang bisa ditinggalkan begitu saja. Tetapi jika hal tersebut terkait dengan ibadah dan melenceng dari quran maupun hadis, maka lebih baik kita meninggalkan perkara-perkara yang akan membuat haji menjadi tidak sempurna.

Itulah beberapa bid’ah seputar haji yang ada dan terjadi di masyarakat, semoga informasi di atas menghindarkan kita dari amalan-amalan penghalang sempurnanya haji. Wallahu’alam bish shawwab.

Add Comment

%d bloggers like this: