HajiTausiyahUmroh

Ustadz Firanda Andirja: Bolehkah Wanita Umroh/Haji Tanpa Mahram?

Ustad Bolehkah seorang wanita pergi haji atau umroh tanpa mahram Dina wanita itu janda

masalah bersafar tanpa mahram terutama Safar dalam rangka ibadah masalah di kalangan para para ulama

Nela masakan tidak boleh secara mutlak karena adanya yang tegas dalam hal ini seorang sahabat datang menemui Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata yang sesungguhnya istriku berangkat haji Sementara saya sudah tercatat untuk mengikuti jihad ini dan itu maka rasul-rasul Allah menyuruh lelaki ini untuk tidak berjihad tapi untuk menemani istrinya berhaji India untuk menemani istrinya yang sedang berada di wilayah untuk minum Billahi Wal Yaumil akhiro tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat untuk bernafas dengan cover sehari semalam kecuali dengan apa

maka ini dari dari dijadikan sebagai ulama bahwasanya Safar tanpa mahram baik kapan ibadah atau sifat Safar mubah Safar berobat dan yang lainnya kalau tanpa marah maka hukumnya dosa hukumnya dosa kan ada yang tadi kita sebutkan Ini mendapat banyak dipilih oleh para ulama di Arab Saudi boleh bersabar tanpa mahram Kalau darurat contoh seorang ingin berobat berobatnya di luar kota sementara tidak ada mahramnya atau suaminya masih di luar negeri gak keburu Ma qadarullah semuanya boleh kali katanya dalam hadits Ummu Salamah radhiyallahu ta’ala Anhu waktu beliau berhijrah berdiam tanpa mahram suaminya lebih dahulu di mana di Madinah Abu Salamah lebih dahulu pergi ke Madinah sementara Ummu Salamah di Madinah

Abu Salamah tidak datang untuk menjemputmu salam karena kondisinya tidak memungkinkan maka Ummu Salamah akhirnya Pergi berhijrah makan ditemani oleh seorang laki yang bukan mahram tapi ini darurat ini jadi masuk saya kalau kapal kena tapi yang kita bicarakan yang tempat perselisihan Safar bukan darurat seperti Haji ataupun umroh pendapat yang disampaikan hukumnya haram secara mutlak Kalaupun dia Haji atau umroh tanpa mahram maka hajinya sah Tetapi dia berdosa umrohnya sah tapi dia pendapat yang kedua bahwasanya masalah Safar tanpa mahram

ini adalah masalah muamalah bukan masalah ibadah muamalah nya diketahui diketahui sebabnya sebab keharamannya dikenal dengan ibadah-ibadah sebabnya tidak diketahui seperti kenapa sholat dzuhur 4 rakaat kenapa sholat subuh 2 rakaat maka tidak perlu kita ketahui tapi kalau kenapa ini haram kenapa ini haram kalau masalah muamalah diketahui sebabnya Ulama Indonesia berpendapat bahwa saya Safar kalau tanpa mahram sementara Ilah yang sudah

ya tidak ada karena ilah diharamkan saat pertama haram karena masalah keamanan dikawatirkan benda tersebut diganggu di kota tersebut tersesat atau macam-macamnya tapi kalah ketakutan tersebut hilang maka tidak mengapa makanya mereka persyaratkan Jika seorang wanita bersafar dengan teman-teman yang amanah diperbolehkan maka diperbolehkan Seperti apa dalam rombongan umroh siapa dalam rombongan haji shabar dengan teman-teman yang amanah ini diperbolehkannya pendapat juga dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah wa ta’ala dan juga Syekh Saad Al Quran salah seorang anggota kibar ulama terutama terutama lagi istri-istri nabi berhaji tanpa mahram setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengambil keringanan ini kecuali benar-benar benar-benar mendesak

contoh seorang janda tidak ada yang menemani dia sama sekali tidak ada kakaknya tidak ada adeknya sementara dingin umroh yang tidak bisa melamar disebut ulama yang membolehkan selama ditemani dengan teman yang amanah yang apa namanya secara umum kita bukan mengatakan terjamin 100% tidak secara umum Papa tersebut anak dan kebiasaan biasanya saver sekarang apa biasanya pesawat tidak meledak biasanya meledak pesawat macet di tengah jalan tapi biasanya sama tetapi bagaimanapun seorang harus menjaga diri pernyataan yang saya lihat kasus pernah ada di Madinah

seorang gaib teman saya jadi gaib travel umroh kebetulan yang umroh ibu-ibu berangkat tanpa mahal akhirnya terjadilah cinta kasih di antara mereka ini kenyataan Sampai akhirnya dia Jika dia punya istri teman saya datang ke rumah kemudian mengeluarkan isinya datang dan macam-macamnya

terutama Safari yang lama contoh Haji ini juga kasus Haji seorang laki haji tambah istrinya seorang wanita Sorry berpisah dari istri berpisah dari suami Akhirnya ngobrol-ngobrol akhirnya timbul semacam pacaran dan itu kejadian makanya ulama yang mengatakan tidak boleh gitu juga pendapat yang kuat tapi saya timang timang timang timang mengatakan Selama ada teman-teman yang akan tetapi dengan kondisi-kondisi yang terdesak pidato seorang wanita tahu dirinya lemah imannya maka dia perhatian Ustad Umur saya 345 tahun apa ada yang mau umur 75 tahun

Apakah dia pergi terdengar malam atau dengan tanpa malam kembali lagi saya akan berusaha bersabar tanpa mahram kecuali darurat karena pertama-tama kami Tuhan kita butuh teman kita butuh ada yang laki-laki yang menjaga kita dan macam-macamnya

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close