HajiUmroh

Cara Mendirikan Travel Haji dan Umroh

Kebutuhan umat Islam khususnya di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji semakin tinggi, dilihat dari panjangnya daftar calon jemaah yang antre untuk diberangkatkan oleh pemerintah. Melihat dari sisi ini, banyak kemudian biro perjalanan yang menyediakan layanan memberangkatkan calon jemaah dengan program haji plus. Keuntungannya, para jemaah bisa menunaikan haji dalam periode waktu tunggu yang lebih singkat, serta fasilitas kenyamanan yang lebih mumpuni. Selain bagi konsumen, para pelaku usaha juga bisa memperoleh keuntungan cukup besar, terutama jika memiliki reputasi dan legalitasnya jelas.

Selain memberangkatkan haji, biro perjalanan juga memberi fasilitas bagi Anda untuk menunaikan ibadah umroh. Tidak seperti haji yang kuotanya dibatasi, umroh bisa dilakukan sepanjang tahun dan periode masa tunggunya juga tidak terlalu lama. Nah, jika ingin memanfaatkan peluang ini, Anda bisa mencoba untuk mencari cara mendirikan travel haji dan umroh sesuai prosedur. Bagaimana prosesnya?

Dapatkan Izin Usaha (SIUP)

cara mendirikan travel haji dan umroh - 2.bp.blogspot.com
cara mendirikan travel haji dan umroh – 2.bp.blogspot.com

Sebelum melangkah lebih jauh, tentu Anda harus memiliki izin dari pemerintah untuk melakukan usaha, dalam hal ini cara mendirikan travel haji dan umroh. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bisa diurus di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Sebagai persyaratan, Anda harus melampirkan dokumen seperti akta pendirian, fotokopi KTP, fotokopi NPWP, fotokopi izin gangguan (HO), neraca perusahaan, serta denah lokasi usaha.

Daftarkan Travel Anda ke ASITA

cara mendirikan travel haji dan umroh - cdn2.tstatic.net
cara mendirikan travel haji dan umroh – cdn2.tstatic.net

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang pariwisata, ASITA atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies adalah salah satu perkumpulan yang diakui oleh pemerintah, dan mewadahi pengusaha di bidang biro perjalanan dan pariwisata. Dalam hal perjalanan haji dan umroh, Anda juga perlu mendaftarkan perusahaan menjadi anggota ASITA, terutama jika ingin menjalin rekanan dengan pihak airline.

Mendaftar Jadi Anggota Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh

cara mendirikan travel haji dan umroh - 1.bp.blogspot.com
cara mendirikan travel haji dan umroh – 1.bp.blogspot.com

Setelah menjadi anggota ASITA, cara mendirikan travel haji dan umroh selanjutnya adalah dengan mendaftarkan perusahaan sebagai anggota asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus, yang beroperasi secara resmi di bawah Kementerian Agama. Di Indonesia, saat ini ada dua asosiasi yang cukup besar dan diakui, yakni AMPHURI dan HIMPUH. Biasanya, untuk mendapatkan izin operasional sebagai penyelenggara ibadah haji dan umroh dari Kemenag, biro perjalanan harus tergabung dalam salah satu asosiasi ini. Keuntungan lain menjadi anggota asosiasi adalah meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat, karena untuk bisa terdaftar, travel harus memiliki izin dan legalitas yang jelas.

Bergabung Bersama IATA

cara mendirikan travel haji dan umroh - indonesia-icao.org
cara mendirikan travel haji dan umroh – indonesia-icao.org

Untuk melayani rute penerbangan internasional, salah satu cara mendirikan travel haji dan umroh bisa dilakukan dengan menjadi anggota IATA. Meskipun dikenal sebagai asosiasi bagi maskapai, ternyata IATA juga memiliki kursi yang menampung biro perjalanan, termasuk umroh dan haji khusus, terutama terkait penjualan tiket penerbangan.

Menjadi Rekanan atau Sub-Agen Maskapai

cara mendirikan travel haji dan umroh - i2.wp.com
cara mendirikan travel haji dan umroh – i2.wp.com

Biasanya, untuk bisa menjadi agen atau sub-agen maskapai penerbangan, diperlukan waktu paling tidak 3 bulan untuk beroperasi. Biro perjalanan yang baru berdiri harus menyertakan hasil penjualan tiket selama 3 bulan, disertai Letter of Guarantee (L/G) kepada pihak maskapai.

Itulah beberapa proses dan prosedur yang bisa dilakukan dalam cara mendirikan travel haji dan umroh. Perlu diingat, modal untuk mendirikan sebuah usaha tidaklah sedikit, paling tidak, Anda akan membutuhkan dana sekitar IDR 50 sampai 100 juta untuk menyewa gedung dan menjalankan operasional perusahaan. Selain membuka usaha sendiri, Anda juga bisa menjalin rekanan dengan biro perjalanan umroh dan haji khusus yang sudah beroperasi lama sebelumnya.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: