Dunia Islam

Doa Dzikir untuk Meminta Perlindungan dari Allah SWT

Setiap ujian dan musibah adalah rahasia takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT bahkan sebelum manusia dilahirkan. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui apa yang akan menimpanya esok hari. Walaupun demikian, bukan berarti manusia dilarang untuk berlindung dari musibah dan takdir buruk. Islam memerintahkan kepada umatnya agar senantiasa meminta perlindungan dari Allah SWT dari berbagai musibah dan cobaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari: 6616).

Salah satu bentuk permohonan kepada Allah adalah melalui doa dzikir. Dzikir merupakan sebuah aktivitas ibadah  untuk mengingat Allah, di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam Alquran. Berdzikir dapat menghindarkan diri dari penyakit hati dan mendapatkan perlindungan dari keburukan.

Dzikir dapat dilakukan dengan hati, lisan maupun perbuatan. Dzikir dengan hati dilakukan dengan cara bertafakur atau memikirkan kekuasaan dan ciptaan Allah SWT, sehingga timbul pemikiran bahwa Allah adalah zat maha kuasa dengan segala keagungannya. Sedangkan dzikir dengan lisan dapat dilakukan dengan cara mengucapkan lafaz-lafaz yang di dalamnya mengandung asma Allah yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Contohnya adalah mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat, membaca Alquran, dan sebagainya. Berdzikir juga dapat dilakukan dengan perbuatan, yaitu dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya. Segala perbuatan yang dilakukan berdasarkan kepada niat dalam melaksanakan amalan-amalan untuk mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.

Mengingat Allah SWT adalah salah satu tanda syukur kita atas banyaknya nikmat yang diberikan, baik berupa nikmat fisik maupun ketenangan hati. Disadari atau tidak bahwa bacaan doa dzikir telah diucapkan sehari-hari dalam menunaikan ibadah sholat lima waktu, di antaranya takbir dan tahmid.

Dari banyaknya dzikir yang penuh keutamaan, beberapa dzikir oleh Allah SWT dijadikan sebagai suatu wasilah bagi hambanya untuk berlindung dari bahaya dan musibah. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang menyaksikan orang yang terkena musibah, kemudian mengatakan:

اَلْـحَمْدُ للهِ الَّذِي عَافَانِي مِـمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِـمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

(Segala puji bagi Allah yang telah menghindarkanku dari musibah yang menimpamu, serta memberikan kelebihan kepadaku atas sekian banyak ciptaan-Nya), niscaya Allah akan menghindarkannya dari musibah tersebut sepanjang hayatnya, walau bagaimanapun keadaannya” (HR. Tirmidzi: 3431 dan Ibnu Majah: 3898)
Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barang siapa yang mengatakan

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang memudharatkannya” (HR. Abu Daud: 5088, dan Tirmidzi: 3388)

Mengetahui begitu banyak manfaat yang didapatkan ketika berdzikir, hendaknya kita tidak meninggalkan amalan yang sangat mudah dan bermanfaat luar biasa ini. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia, tetapi doa dzikir juga memastikan kebaikan di akhirat. Semoga Allah anugerahi kita hati yang senantiasa suka, cinta dan rindu untuk selalu berdzikir kepada-Nya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close