Dunia Islam

Doa-Doa Nabi Sulaiman as yang Tercantum di dalam Al-Quran

Nabi Sulaiman as adalah salah satu dari 25 orang mulia (nabi dan rasul) yang wajib seorang muslim ketahui dan imani. Mereka adalah para utusan Allah Swt. yang atas izin-Nya sudah membimbing umat manusia keluar dari kegelapan.

Di beberapa surah di dalam Alquran, selain kisah bagaimana beliau menjalani tugasnya sebagai utusan Allah Swt., doa Nabi Sulaiman juga tercantum di sana. Doa-doa tersebut sangat berkaitan dengan situasi dan kondisi beliau saat itu. Namun sebelum masuk ke bagian doa, akan dipaparkan lebih dulu tentang riwayat singkat dan anugerah yang Nabi Sulaiman as. miliki.

Kisah singkat Nabi Sulaiman as

Kisah singkat Nabi Sulaiman as - static.panoramio.com
Kisah singkat Nabi Sulaiman as – static.panoramio.com

Nabi Sulaiman as. adalah putera dari Nabi Daud as. Setelah Nabi Daud as. wafat, beliau mewariskan kerajaannya pada Nabi Sulaiman as. Kisah tentang penyerahan kekerajaan ini terdapat dalam surah An-Naml (27) ayat 16 yang berbunyi

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ

هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ ﴿١٦﴾

Artinya:

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini adalah karunia yang nyata.”

Selain menjadi raja di tengah-tengah bani Israil, beliau juga menjadi penyampai pesan (firman) Allah Swt.

Anugerah yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman as.

Anugerah yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman as. - cdn.klimg.com
Anugerah yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman as. – cdn.klimg.com

Allah Swt. sudah menganugerahkan kelebihan khusus kepada tiap utusan-Nya. Dan untuk Nabi Sulaiman as., anugerah-anugerah tersebut diceritakan dalam beberapa ayat di dalam Al-Quran.

Dalam surah An-Naml ayat 17, di sini berkisah tentang kemampuannya memimpin makhluk dari golongan jin, manusia, dan hewan.

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ ﴿١٧﴾

Artinya:

Dan untuk Sulaiman, dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.

Kemudian di dalam surah Al-Anbiya (21) ayat 79, di sini dijelaskan kemampuan beliau dalam memahami dan menundukkan makhluk dan alam.

فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ

وَكُنَّا فَاعِلِينَ ﴿٧٩﴾

Artinya:

Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat), dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.

Doa-doa Nabi Sulaiman as

Doa-doa Nabi Sulaiman as - 2.bp.blogspot.com
Doa-doa Nabi Sulaiman as – 2.bp.blogspot.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, doa yang beliau panjatkan juga terdapat di dalam Alquran. Surah dan ayat-ayat yang berisikan doa Nabi Sulaiman as. adalah sebagai berikut.

Surah An-Naml ayat 19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى

وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ ﴿١٩﴾

Artinya:

Maka dia (Sulaiman) tersenyum dan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Kau anugerahkan kepadaku dan oang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Dalam surah Sad (38) ayat 35

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَّا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ ﴿٣٥﴾

Artinya:

Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku, Sungguh, Engkaulah yang Maha Pemberi.” 

Doa Nabi Sulaiman as. di atas menggambarkan permohonannya dalam hal kesabaran dan pemahaman dalam berpikir (An-Naml:19). Saat itu, seekor semut tengah mengkritiknya soal ketidaksiapan pasukan Nabi Sulaiman. Di sini, manusia bisa belajar bahwa seorang pemimpin tetap harus mau menerima kritik yang lurus dengan hati besar.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: