Dunia Islam

Ziarah Kubur: Doa dan Hikmahnya

Ziarah kubur atau mengunjungi makam adalah praktik yang diajarkan dalam Islam. Kaum muslimin yang melakukannya dengan niat lurus akan mendapatkan pahala. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut bisa dari segi apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan hingga doa ziarah kubur. Untuk kali ini, poin lain juga akan dibahas, yaitu hikmah-hikmahnya.

Doa Ziarah Kubur yang Diajarkan Rasulullah Saw.

Doa Ziarah Kubur yang Diajarkan Rasulullah Saw. - thedramadiaries.com
Doa Ziarah Kubur yang Diajarkan Rasulullah Saw. – thedramadiaries.com

Sebelum masuk kebagian doa, ada baiknya melihat sekilas adab utama ketika berziarah. Adab-adab tersebut adalah seperti meluruskan niat, mengucapkan salam, bersikap sopan ketika tengah berada di area pemakaman (tidak menginjak atau duduk pada bagian atas makam), mendoakan sang mayat (diajarkan jika ingin menadahkan kedua tangan, maka tidak diperbolehkan mengarah kemakam), tidak meminta atau mengharap apa pun dari sang mayat (layaknya berdoa kepada Allah Swt.), dan tidak menangis secara berlebihan (meratap).

Dalam Shahih Muslim, Rasulullah saw. mengatakan pada Siti Aisyah bagaimana harus bertindak saat berziarah, dan salah satu tindakan itu berupa doa. Beliau mengajarkan agar para peziarah melakukan tiga hal ketika berziarah, yakni (1) mengucapkan salam, (2) mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang telah dimakamkan, dan (3) merenungi bahwa dirinya (peziarah) pun akan berada di kondisi yang sama kelak(wafat).

Salam dan doa ziarah kubur tersebut adalah sebagai berikut:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ

نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya: “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum muslimin dan mukminin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian.”

Batasan dalam Doa Ziarah Kubur

Batasan dalam Doa Ziarah Kubur - batampos.co.id
Batasan dalam Doa Ziarah Kubur – batampos.co.id

Salah satu yang tidak diperbolehkan dalam hal mendoakan sang mayit adalah jika diaseorang yang kafir.

Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallam pernah ditegur oleh Allah karena beliau pernah berkata, “Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketika itu, paman beliau, Abu Thalib, wafat. Kesedihan yang amat sangat menderanya, hingga membuatnya mencetuskan hal itu. Kemudian, teguran Allah tertuang dalam Al-Quran surah At-Taubah, 9:113-114, yang artinya:

(113) Tiada sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum (kerabat) nya, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam. (114) Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkan kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Dalam kisah Nabi Ibrahim a.s., beliau belum mengetahui jika nantinya ayahnya wafat dalam keadaan kafir.

Hikmah dari Ziarah Kubur

Hikmah dari Ziarah Kubur - koranmemo.com
Hikmah dari Ziarah Kubur – koranmemo.com

Untuk poin ini, hikmah ziarah kubur bisa dilihat dari hadis riwayat Al-Hakim, 1/376 (dinilai hasan oleh syaikh Al-Albani dalam AhkaamulJanaa-izhalaman 229).

Rasulullah saw. bersabda, “Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena ziarah dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan al-hujr.”

Demikian pembahasan seputar doa ziarah kubur dan hikmah dari ziarah. Ada banyak cara dalam menambah keimanan, salah satunya dengan mengunjungi makam.Bagaimana bisa? Ketika seorang manusia sadar bahwa suatu saat dia pasti akan menemui Tuhannya (wafat), maka kesombongan akan lenyap dan hatinya akan terbuka pada pesan dan peringatan Allah Swt.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: