Dunia Islam

Etos Kerja dalam Islam

Islam memiliki etos kerja yang perlu dilakukan setiap muslim agar dapat melakukan produktivitas secara optimal. Dengan berdasarkan prinsip iman, bekerja niscaya tidak akan menjadi sebuah kewajiban yang memberatkan, tetapi justru menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan.

Lantas, apa saja etos kerja dalam Islam?

Bekerja adalah ibadah

Bekerja Dalam Islam - cdns.klimg.com
Bekerja Dalam Islam – cdns.klimg.com

Etos kerja dalam Islam yang paling utama harus dipahami oleh setiap muslim ialah bahwa bekerja merupakan sebuah ibadah. Bahkan Rasulullah SAW pun menyebut bahwa bekerja merupakan jihad di jalan Allah.

Hal ini diriwayatkan oleh HR Thabrani, “…jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja untuk berbangga diri, maka ia jalan setan.”

Karena itu, tanamkanlah niat sebelum memulai kerja untuk menjadikannya sebagai suatu ibadah dan wujud pengabdian kepada Allah SWT. Sesuai firman Allah dalam Alquran Surat Al-An’am ayat 162 yang selalu dibaca di setiap salat, “sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah.”

Bekerja dengan amanah

Bekerja Dalam Islam - evolllution.com
Bekerja Dalam Islam – evolllution.com

Kelahiran setiap manusia di dunia sejatinya merupakan sebuah amanah. Dengan demikian, setiap hal yang dilakukan dalam hidup pun harus dilakukan dengan penuh amanah, termasuk bekerja.

Sepintas, pekerjaan yang dianggap sebagai amanah adalah sesuatu yang besar. Kenyataannya, amanah juga mencakup hal-hal kecil seperti menyelesaikan tugas sesuai tenggat yang diberikan, melakukan pekerjaan sesuai dengan perincian yang diberikan tanpa dikurangi, dan lain-lain.

Ada banyak firman Allah tentang kewajiban untuk menjalankan amanah. Salah satunya adalah dalam Alquran Surat Al-Ahzab ayat 72 yang berarti, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”

Bekerja yang Halal

Bekerja Dalam Islam - halhalal.com
Bekerja Dalam Islam – halhalal.com

Di samping bekerja dengan niat ibadah secara ikhlas dan mengerjakan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, hal yang paling utama adalah bekerja dengan halal. Adapun yang dimaksud dengan halal ialah halal jenis pekerjaan dan cara melakukannya.

Allah memerintahkan hal ini dan tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 172, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.” Selain itu, Ibnu Majah juga meriwayatkan dalam sebuah hadis, “….sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya walau terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.”

Membayar zakat sesuai ketentuan

Bekerja Dalam Islam - islamidia.com
Bekerja Dalam Islam – islamidia.com

Setelah menunaikan segala pekerjaan yang diberikan sesuai dengan etos kerja dalam Islam, maka kepenuhan membayar zakat tidak boleh lupa dilakukan. Sekeras dan seikhlas apa pun usaha yang dilakukan jika tidak ditutup dengan melakukan perintah wajib ini, maka akan sia-sia segala jerih payah yang sudah dilakukan.

Allah berfirman mengenai perintah ini dan termaktub dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 110, “Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan, tentu kamu akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

Zakat yang dikeluarkan sesungguhnya adalah sebagai pembersih sekaligus obat hati. Bahkan dengan berzakat, niscaya rezeki justru akan terus mengalir. Dalam Alquran Surat Saba Allah SWT berfirman, “katakanlah, ‘sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Prinsip etos kerja dalam Islam dimaksudkan sebagai pedoman agar setiap muslim tidak bekerja tanpa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Di samping itu, proses untuk mendapatkan hasil dari apa yang dikerjakan juga akan terasa lebih ringan dan tidak membebani.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: