Dunia Islam

Film Maker Muslim yang Karyanya Diakui Dunia 

Film yang bagus dan berkualitas tak hanya dapat diproduksi oleh mereka yang terjun dalam industri film Hollywood. Banyak film maker yang berasal dari negara-negara Islam pun berhasil menyajikan film yang tak kalah menarik. Bahkan karyanya telah diakui dunia. Nah bagi kaum Muslimin yang gemar menonton, berikut tiga film maker Muslim yang karyanya patut Anda saksikan.

Majid Majidi

Film islam - images.indianexpress.com
Film islam – images.indianexpress.com

Sutradara berkebangsaan Iran ini lahir pada 17 April 1959 di Teheran. Ia mulai menunjukkan ketertarikan dengan dunia seni peran saat berusia 14 tahun. Akhirnya ia belajar seni di Institute of Dramatic Art di Teheran.

Sempat menjadi aktor, akhirnya ia memutuskan menjadi sutradara. Debut pertamanya berjudul Baduk (1992) yang menceritakan kisah seorang anak lelaki mencari kakaknya yang bekerja sebagai pembantu. Film ini sempat dipresentasikan di Quinzaine of Cannes dan berhasil meraih penghargaan dari Festival Film Fajr Teheran.

Salah satu karyanya yang menarik perhatian dunia adalah Children of Heaven (1997). Film ini berhasil memenangkan penghargaan Best Picture di Montreal International Film Festival serta menjadi nominasi Film Asing Terbaik di Academy Awards. Kemudian, The Color dari Paradise (1999), Baran (2001), Barefoot ke Herat (2003) serta The Willow Tree (2005) yang diganjar berbagai penghargaan bergengsi.

Beberapa tahun lalu, ia menyutradarai film biografi Nabi Muhammad SAW dengan judul Mohammad, Messenger of God. Film ini sejak kelahiran Nabi hingga usia 12 tahun. Dengan film-film berkualitas serta kental pesan Islami, film Majidi bisa Anda saksikan bersama keluarga.

Basil al-khatib

Muslim film maker - film.ru
Muslim film maker – film.ru

Film maker berkebangsaan Suriah ini karya-karyanya patut diacungi jempol. Mariam yang diproduksi pada tahun 2013. Meskipun sempat diboikot dalam beberapa festival film Arab, film ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan dari festival film di Kairo, Aljazair serta Maroko.

Memiliki alur cerita yang unik, film berkisah tentang kehidupan tiga perempuan bernama Mariam yang berhasil melalui tiga konflik berbeda dalam sejarah Suriah. Keseluruhan cerita berfokus pada sisi kemanusiaan saat konflik berlangsung.

Al-khatib cukup produktif menghasilkan film dan serial televisi sejak tahun 1993. Beberapa di antaranya yakni The Father (2016), The Mother (2015), Al Ghaliboun (2011) serta Jalila (1993).

Asghar Farhadi

Film islam - static.koimoi.com
Film islam – static.koimoi.com

Asghar Farhadi sudah menunjukkan ketertarikannya kepada dunia film sejak usia remaja. Menyeriusinya pria kelahiran tahun 1972 ini menuntut ilmu di jurusan teater di Universitas Teheran. Sebelum menyutradai film, ia aktif membuat film pendek.

Pada tahun 2003, ia menyutradai film pertamanya Dancing in the Dust. Film tersebut berkisah tentang perjuangan seorang pria yang baru saja bercerai untuk melunasi utang kepada mertuanya. Film ini selanjutnya mendapat penghargaan dari Fajr dan Moscow International Film Festivals. Film berikutnya seperti Beautiful City (2004), Fireworks Rabu (2006) dan About Elly (2009) diganjar penghargaan internasional.

Film terbarunya, A Separation (2011) berhasil mengantongi pujian dari para kritikus film baik di dalam maupun di luar Iran. Film ini bercerita tentang konflik yang terjadi dalam rumah tangga Islam. Berbagai masalah pelik berhasil disajikan Asghar dengan sempurna.

Beberapa penghargaan yang diraih film ini berasal Festival Film Fajr, Berlin International Film Festival, serta The Boston Society Kritikus Film. Puncaknya adalah  Academy Award dalam kategori ‘Best Foreign Language Film’.

Tiga film maker Muslim ini memberi pelajaran penting bagi kita bahwa apa pun profesi yang kita tekuni, selalu ada ruang untuk berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam kepada dunia.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close