Dunia Islam

Kumpulan Hadits Silaturahmi Ini Ajarkan Kita Pentingnya Bersilaturahmi

Ada banyak cara untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, salah satunya adalah dengan menjalin silaturahmi. Akan tetapi, perseteruan maupun perdebatan kecil kerap menjadi pemicu putusnya tali silaturahmi. Padahal, menjaga hubungan baik dengan sesama muslim wajib adanya, seperti dinyatakan dalam kumpulan hadits silaturahmi berikut ini:

Perintah Allah untuk Menjaga Silaturahmi

Perintah Allah untuk Menjaga Silaturahmi - d210fgxzzve1un.cloudfront.net
Perintah Allah untuk Menjaga Silaturahmi – d210fgxzzve1un.cloudfront.net

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ad-Darimi, dari Abdillah bin Salam radiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallambersabda: “Sebarluaskanlah salam, bersedekahlah dengan makanan, bersilaturahmilah, dan salatlah di malam hari saat orang lain lelap tertidur, kamu akan masuk surga dengan selamat.”

Larangan Memutus dan Minggalkan Silaturahmi

Larangan Memutus dan Minggalkan Silaturahmi - wall-arm.ca
Larangan Memutus dan Minggalkan Silaturahmi – wall-arm.ca

Dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Jubair bin Muth’imra.).

Selain itu, ancaman bagi orang-orang yang meninggalkan silaturahmi juga terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad. Dari Abi Sa’id Al-Khudri ra., Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga pemilik lima hal: peminum miras, orang yang percaya sihir, pemutus silaturahmi, dukun, dan orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan.”

Masih tentang larangannya, dalam hadits silaturahmi lain yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Abu Hurairahra., Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada seorang pun berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali pasti diijabah, apakah dipenuhinya di dunia atau ditabung di akhirat, atau diampuni dosa-dosa sesuai dengan permohonannya, selama ia tidak cenderung kepada dosa, atau memutus silaturahmi, atau terburu-buru.”

Tak Hanya Sebatas Berjabat Tangan

Tak Hanya Sebatas Berjabat Tangan - miodatos.com
Tak Hanya Sebatas Berjabat Tangan – miodatos.com

Dari Al-Barra, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak bertemu dua orang muslim lalu bersalaman, maka pasti diampuni dosa keduanya, sebelum keduanya berpisah.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan At-Tirmidzi).

Pembuka Pintu Rezeki

Pembuka Pintu Rezeki - newtimes.co.rw
Pembuka Pintu Rezeki – newtimes.co.rw

Tak hanya sedekah, menjaga silaturahmi pun dapat menjadi pembuka pintu rezeki, seperti hadits silaturahmi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Anas bin Malik ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya (kebaikannya) maka bersilaturahmilah.”

Dari Muttafaqun ‘alaihi, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: “Barangsiapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barangsiapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya.”

Dijanjikan Pahala dan Kemuliaan yang Berlipat

Dijanjikan Pahala dan Kemuliaan yang BerlipatDijanjikan Pahala dan Kemuliaan yang Berlipat - rumaysho.com
Dijanjikan Pahala dan Kemuliaan yang BerlipatDijanjikan Pahala dan Kemuliaan yang Berlipat – rumaysho.com

Allah SWT menjanjikan pahala dan kemuliaan yang berlipat ganda untuk umatnya yang menjaga silaturahmi. Bahkan, pahalanya lebih besar dibandingkan dengan memerdekakan budak. Seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Maimunah Ummul-Mukminin: “Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa Aku memerdekakan budakku?” Nabi bertanya: “Apakah engkau telah melaksanakannya?” Ia menjawab “Ya”.

Nabi bersabda: “Seandainya engkau berikan budak itu kepada paman-pamanmu, maka itu akan lebih besar pahalanya.”

Salah Satu Pembuka Pintu Surga

Salah Satu Pembuka Pintu Surga - reikidrum.co.uk
Salah Satu Pembuka Pintu Surga – reikidrum.co.uk

Tak hanya pahala, Allah SWT juga menjanjikan surga bagi umat muslim yang menyambung silaturahmi. Dalam salah satu hadits silaturahmi yang dituliskan dalam Shahih Al-Bukhai dan Muslim, dari Abu Ayyub al-Anshari, ia berkata: “Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi SAW: “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan Aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka.”

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Kemudian, orang tersebut mengulangi pertanyaannya. Nabi pun berkata: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, menegakkan salat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi.”

Lalu, orang tersebut pergi, dan Nabi pun kembali berkata: “Jika ia melaksanakan apa yang kuperintahkan tadi, pastilah ia masuk surga.” Subhanallah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close