Haji Mabrur: Kiat dan Tanda-Tanda Seseorang Telah Mendapatkannya

Sering kita dengar, ucapan dan doa bagi para pengantar jemaah haji adalah supaya menjadi seorang haji yang mabrur. Rasulullah SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa tidak ada ganjaran bagi haji yang mabrur selain surga. Begitu hebatnya gelar tersebut sampai-sampai jaminan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT adalah surga-Nya.

Tetapi, apakah kita mengerti apa yang dimaksud dengan haji mabrur? Bagaimana seseorang bisa mendapat predikat tersebut, dan bagaimana ciri-ciri seseorang yang telah menjadi haji yang mabrur?

Pengertian Haji Mabrur Menurut Para Ulama

haji Mabrur - i1.wp.com

haji Mabrur – i1.wp.com

Dalam menjalankan rukun Islam yang ke-5, tidak semua orang berhaji memiliki hak untuk menyandang predikat haji mabrur. Istilah mabrur itu sendiri bukan hanya berarti sah atau menggugurkan kewajiban berhaji, tapi juga memiliki makna bahwa ibadah seseorang tersebut diterima oleh Allah SWT.

Menurut pendapat beberapa ulama, istilah mabrur berasal dari kata al-birr yang berarti kebaikan. Perawi Bukhari-Muslim menjelaskan dalam kitab Fathul Baari bahwa haji mabrur adalah ibadah haji yang diterima oleh Allah Azza Wa Jalla. Sementara menurut Imam Nawawi, haji mabrur berarti tidak dikotori oleh dosa, tidak ada unsur ria, sum’ah, rafats, ataupun fusuq.

Tanda-Tanda Seseorang yang Menjadi Haji Mabrur

haji mabrur - klikislam.com

haji mabrur – klikislam.com

Menurut sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh beberapa perawi, ada 3 tanda-tanda orang yang sepulang berhaji menyandang gelar mabrur. Apa saja ciri-ciri haji mabrur itu?

  • Santun dalam Bertutur Kata (Thayyibul Kalam)

Tutur kata yang sopan dan santun menjadi salah satu indikator seorang haji mabrur. Sering kali, dalam kehidupan sosial kita menemui beberapa orang yang tidak bisa menjaga lisannya sehingga menyakiti hati orang lain atau menimbulkan perselisihan di tengah-tengah masyarakat. Para peraih haji mabrur adalah mereka yang mampu mengendalikan lisan dan memiliki pribadi mulia.

  • Zuhud Dunia dan Cinta Akhirat

Mereka yang menjadi haji mabrur memiliki ciri semakin benci kepada hal duniawi, dan makin mencintai urusan kehidupan untuk di akhirat kelak. Para haji yang mabrur tidak mau lagi menjadi budak harta dan melalaikan kewajibannya kepada Allah SWT. Sebaliknya, ia akan menjadi lebih bersemangat untuk salat berjamaah di masjid, lebih tepat waktu, dan mengerjakan amalan-amalan sunah lainnya.

  • Memiliki Jiwa Sosial yang Tinggi (Ith’amut Tha’am)

Dalam kitab Umdatul Qari, Imam Badrudin Al-Aini menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Haji yang mabrur tiada lain balasannya kecuali surga”. Lalu beliau ditanya, “Apa tanda kemabrurannya ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “memberi makan orang yang kelaparan, dan tutur kata yang santun.”

Dari hadis tersebut, salah satu ciri haji mabrur yang diungkapkan adalah jiwa sosialnya yang tinggi, dibuktikan dengan memberi makan orang-orang yang kelaparan. Selain itu, mereka juga memiliki pribadi yang dermawan, suka menyantuni anak yatim, dan mendahulukan kepentingan umat ketimbang kepentingan dirinya sendiri.

Kiat Menjadi Haji Mabrur

haji mabrur - 4.bp.blogspot.com

haji mabrur – 4.bp.blogspot.com

Menjadi seorang haji yang mabrur bukanlah hal mudah. Untuk meraihnya, ada hal-hal yang harus dilakukan. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa kita upayakan untuk menjadi haji mabrur:Ikhlas. Melakukan ibadah hanya dengan niat untuk mencari rida Allah SWT semata, tanpa ada niatan lainnya.Ittiba’. Ittiba’ berarti meneladani cara Rasulullah SAW berhaji. Kita harus melakukan sesuai manasik yang dilakukan oleh nabi, dan menjauhi perkara-perkara bid’ah haji.

  1. Harta yang halal. Jangan sampai karena keinginan kita untuk berhaji, membuat lupa diri dan menghalalkan segala cara. Haji mabrur hanya bisa dicapai jika kita menggunakan harta yang halal dan baik menurut ajaran Islam.
  2. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Di dalam Alquran telah dijelaskan salah satu cara untuk menjadi seorang haji mabrur, “Barang siapa yang menetapkan niatnya untuk haji di bulan itu maka tidak boleh rafats (kata-kata tak senonoh), berbuat fasik dan berbantah-bantahan pada masa haji” (Q.S. Al-Baqarah: 197)
  3. Berbudi luhur kepada sesama. Jika ingin menjadi haji yang mabrur, kita harus memperlakukan orang lain dengan baik dan santun, serta membantu saudara sesama muslim yang sedang dalam kesulitan.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, dan kiat menjadi seorang haji mabrur. Semoga ibadah haji kita diterima oleh Allah SWT. Amin.

 

 

 

Add Comment

%d bloggers like this: