Dunia Islam

Hikmah di dalam Kisah Nabi Daud

Nabi Daut memiliki kisah yang menarik dan patut kita teladani bersama-sama. Dahulu kala, sebelum Allah mengangkatnya menjadi nabi dan memiliki banyak umat, Nabi Daud bukanlah siapa-siapa. Beliau hanyalah pasukan muda dari keluarga miskin yang ikut dalam pasukan perang Raja Talut yang berasal dari Bani Israil.

Bani Israil adalah bangsa yang memiliki kerajaan makmur dan sebagian besar penduduknya menjadi penggembala domba. Sayangnya, ketenteraman ini justru diganggu oleh orang dari kelompok Jalut. Tidak mau rakyatnya diganggu oleh orang jahat, raja membawa 80 ribu pasukan untuk melakukan perang.

Pasukan dari Raja Talut yang di dalamnya ada Daud muda melintasi padang pasir yang panas. Mereka semua kehausan dan kelelahan sehingga ketika melihat sungai yang jernih, nafsu untuk minum langsung menjadi-jadi. Raja Talut sebenarnya sudah meminta pasukan untuk minum satu teguk saja, tapi mereka tidak mendengarkan. Dari puluhan ribu orang yang dipimpin hanya 300 yang menurut termasuk Daud.

Setelah beristirahat, pasukan yang tersisa melanjutkan perjalanan. Pasukan yang enggan kelelahan akhirnya tetap di sungai atau memilih pulang. Raja yang sudah terlanjur menyatakan perang tidak bisa mundur sehingga mereka tetap menemui kawanan Jalut kuat dan memiliki tubuh besar.

Beruntunglah dalam perang ini pasukan Raja Talut menang karena berhasil menumpas kekejaman Jalut. Dengan hanya pasukan yang tersisa, mereka berhasil membunuh pimpinan bandit yang kejam.
Oh ya, orang yang berhasil merobohkan kekuatan dari Jalut bukanlah raja yang memimpin pertempuran ini. Orang yang berhasil menjatuhkan Jalut adalah Nabi Daud yang kala itu masih muda dan hanya menggunakan ketapel. Batu kecil yang sejak perjalanan minta diambil oleh Daud berhasil membuat keajaiban sehingga Daud akhirnya diangkat jadi Raja.

Kisah ini bisa memberi kita pelajaran bahwa mengikuti atau patuh pada pemimpin adalah kewajiban selama itu baik dan untuk kepentingan bersama. Nabi Daud dan pasukan yang patuh akhirnya berhasil membuat keajaiban dengan mengalahkan Jalut atas kehendak Allah.

Selanjutnya, Nabi Daud yang awalnya bukan apa-apa bisa diangkat derajatnya oleh Allah. Beliau menjadi raja yang baik hingga akhir hayat. Kisah ini memberi pelajaran kepada kita bahwa bersabar dan selalu taat kepada Allah akan membuat kita tinggi di mata-Nya.

Hikmah di dalam kisah Nabi Daud berlanjut saat beliau menjadi raja yang adil, bijaksana, dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Dengan apa yang dimiliki ini, beliau tetap beribadah kepada Allah dengan khusyuk. Setiap hari, nabi tidak pernah lupa untuk bersyukur atas apa yang beliau miliki.

Sebenarnya dengan kekayaan yang melimpah ruah, Nabi Daud bisa melakukan apa saja yang beliau inginkan. Namun, beliau tetap berada di jalan yang benar dan tidak sedikit pun melupakan Allah dalam hidupnya. Nabi Daud juga mengajarkan kecintaannya pada Sang Pencipta kepada anak, cucu, serta rakyatnya.

Kisah Nabi Daud ini memberikan kita pelajaran bahwa kekayaan bisa mengubah manusia jadi apa saja. Kalau tidak kuat imannya, kekayaan yang melimpah justru menjadi jalan untuk berbuat maksiat dan kejahatan lainnya. Godaan setan dan iblis akan datang lebih sering agar manusia jadi tamak dan lupa kepada Allah yang memberikan kekayaan itu.

Nabi Daud mengajarkan kita semua untuk bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah. Mau sedikit atau banyak, kalau kita bersyukur dengan sungguh-sungguh akan terasa cukup. Segala kebutuhan akan terpenuhi sehingga waktu untuk berserah diri dan mensyukuri nikmat tetap ada.

Demikianlah hikmah di dalam kisah Nabi Daud. Yuk, bagikan kisah ini kepada saudara agar kita semua bisa bersyukur dan rendah diri.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close