Dunia Islam

Hikmah di dalam Kisah Nabi Ilyas

kisah nabi ilyas as - sun-surfer.com
kisah nabi ilyas as – sun-surfer.com

Nabi Ilyas adalah salah satu keturunan Nabi Harun yang hidup di kalangan Bani Israil. Sebagai seorang nabi yang diutus Allah untuk menyadarkan umat, beliau melakukan apa saja termasuk melakukan ceramah kepada masyarakat yang tetap menyembah berhala. Nabi Ilyas tidak gentar untuk berceramah meski itu di depan penguasa yang tamak dan selalu mengingkari kekuasaan Allah.

Apa yang dilakukan oleh nabi ternyata tidak dihiraukan oleh warga. Bahkan, beberapa warga yang merasa jengah melakukan pengejaran terhadap Nabi Ilyas. Beliau akan dibunuh lantaran dianggap menentang kekuasaan raja dan tidak mengakui tuhan berhala yang mereka sembah setiap hari.

Dalam pengejaran ini, Nabi Ilyas berhasil bersembunyi dan tidak ditemukan oleh orang yang ingin mengejarnya. Atas seizin Allah, beliau pun bertemu dengan anak saleh bernama Ilyasa yang kelak diangkat juga menjadi nabi dan melanjutkan perjuangan untuk meluruskan umat yang keblinger.

Melihat perjuangan besar dari Nabi Ilyas yang tidak dihiraukan oleh masyarakat, Allah pun murka dan menyiksa kaum ini dengan berat. Selama bertahun-tahun hujan tidak pernah turun sehingga bencana kelaparan terjadi di mana-mana. Keadaan yang cukup krusial ini membuat Nabi Ilyas sedih dan akhir berkunjung ke rumah-rumah penduduk yang mau tobat dan menyembah Allah.

Setiap rumah yang dikunjungi oleh Nabi Ilyas selalu muncul mukjizat yang besar. Makanan yang jumlahnya banyak selalu muncul di sana. Berita tentang keajaiban dari Nabi Ilyas ini akhir didengar oleh banyak orang termasuk penguasa. Akhirnya Nabi Ilyas diminta penguasa untuk meminta Allah menurunkan hujan dan berjanji akan bertobat.

Melihat apa yang dilakukan oleh masyarakat ini Nabi Ilyas akhirnya luluh dan akhirnya berdoa kepada Allah agar hujan diturunkan. Tidak berselang lama setelah doa selesai dipanjatkan hujan pun turun dan menghapuskan kekeringan serta kelaparan yang ada di seluruh kerajaan.

Pasca hujan turun, rakyat langsung tobat dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi llyas. Mereka menyembah Allah setiap hari. Sayangnya janji yang diucapkan oleh masyarakat tidak terus dilakukan. Mereka kembali membangkang dan menyembah berhala sehingga Allah sangat murka dan mengirimkan bencana yang jauh lebih besar.

Dalam bencana ini Nabi Ilyas dan Ilyasa selamat dan mampu melanjutkan dakwahnya. Sementara itu, kaum yang mengikutinya juga selamat dari bencana.

Hikmah di dalam kisah Nabi Ilyas di atas adalah anjuran untuk tetap patuh kepada Allah. Apa pun keadaan yang menyerta kita baik senang atau sedih, beribadah adalah hal wajib yang harus dilakukan. Allah adalah zat yang harus dijunjung tinggi, bukan berhala yang saat ini muncul dalam bentuktakhta atau pun harta.

Berada di jalan Allah akan membuat segala kebutuhan kita terpenuhi. Rezeki yang halal juga selalu diberikan Allah sehingga kita semua merasa tercukupi. Kaya atau miskin tidak menentukan kepuasan batin seseorang. Meski kita kaya dan memiliki segalanya, tapi tidak merasa puas, hidup tidak akan berjalan dengan lancar.

Syukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah apa pun bentuknya. Jangan sesekali melupakan-Nya saat kita menjadi kaya raya atau doa-doa yang dipanjatkan tidak dikabulkan. Sejatinya Allah menyukai hamba yang sabar seperti halnya Nabi Ilyas yang sabar untuk meluruskan warganya yang menyembah berhala dan sabar menerima semua cobaan yang dijatuhkan pada kaumnya.

Mari tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Jangan buat Allah murka dan akhirnya azab yang mengerikan turun dan menimpa kita semua. Yuk sebarkan kisah dan hikmah dari Nabi Ilyas ini kepada saudara agar kita sama-sama menjadi hamba Allah yang selalu taat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close