Dunia Islam

Hikmah di dalam Kisah Nabi Ismail

Nabi merupakan wali Allah yang ditunjuk untuk menyampaikan ajaran agama. Karena akan menjalankan tugas yang berat, nabi harus betul-betul orang pilihan yang baik budi pekerti dan sikapnya. Jadi, seorang nabi adalah teladan bagi semua umatnya.

Salah satu nabi yang kisahnya penuh dengan hikmah adalah Nabi Ismail. Kisah hidup Nabi Ismail tergambar pada cerita di balik penyembelihan hewan kurban pada Iduladha. Hikmah di dalam kisah Nabi Ismail dapat dipelajari dari ketaatan beliau kepada Allah.

Peristiwa tersebut berawal dari keinginan Nabi Ibrahim untuk memiliki seorang anak di usia senjanya. Akhirnya, Allah menganugerahi seorang anak saleh bernama Ismail dari Hajar, isteri keduanya. Akan tetapi, ujian datang dengan cara Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan anaknya di tempat yang gelap, tanpa manusia, tanaman, dan binatang. Nabi Ibrahim dengan kebesaran hatinya menaati perintah Allah tersebut.

Tidak sebatas itu, ujian yang lebih besar datang lagi saat Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim ternyata masih mematuhi perintah tersebut. Beliau menceritakan wahyu Allah untuk menyembelihnya. Ismail menjawab bersedia jika hal tersebut adalah perintah dari Tuhan.

Berdasarkan kisah tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah ketaatan Nabi Ibrahim dan kesabaran Nabi Ismail yang sangat patuh kepada Allah. Untuk orang-orang yang taat dan sabar tersebut, Allah mempersiapkan balasan yang sangat indah dan tidak terduga. Allah mengganti Ismail dengan binatang sembelihan yang lebih besar. Ada yang mengatakan itu adalah domba. Dengan demikian, penyembelihan tersebut tidak terlaksana.

Hikmah di dalam kisah Nabi Ismail yang dapat dipelajari adalah kesabarannya. Meskipun masih sangat muda, beliau dengan penuh ketaatan menjalankan perintah Allah. Tanpa paksaan sedikit pun dari Nabi Ibrahim, beliau rela dan ikhlas untuk disembelih.

Kisah Nabi Ismail dan Ibunya

Kisah Nabi Ismail dan Ibunya - upload.wikimedia.org
Kisah Nabi Ismail dan Ibunya – upload.wikimedia.org

Sikap tawakal atau berserah diri Nabi Ismail dan Hajar, ibunya, juga dapat Anda jadikan sebagai motivasi. Suatu hari, Sarah, isteri pertama Nabi Ibrahim merasa kurang nyaman setelah Hajar melahirkan Ismail. Pasalnya, Sarah sendiri belum dikaruniai anak. Melihat kedekatan Nabi Ibrahim dengan Ismail dan Hajar, membuat Sarah meminta Nabi Ibrahim menjauhkan mereka darinya.

Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Ibrahim untuk memenuhi permintaan Sarah. Sebagai seorang yang taat, Nabi Ibrahim memenuhinya. Hajar dan Ismail dibawa ke tempat yang sangat jauh dan tanpa tujuan. Akhirnya, mereka berhenti di padang pasir yang sangat panas dan gersang. Dengan cemas, Nabi Ibrahim meninggalkan isteri dan anaknya di sana. Hajar dan Ismail pun menangis. Nabi Ibrahim meyakinkan mereka bahwa Allah pasti punya jalan karena Dia yang membawa mereka ke tempat tersebut.

Di tempat yang begitu gersang, Hajar yang masih menyusui merasa kehausan. Begitu juga Ismail yang masih sangat kecil. Hajar berlari ke Bukit Shofa seolah melihat air yang memancar dari sana. Ternyata tidak ada. Lalu, berlarian lagi ke Marwa dan tidak ada air di sana pula. Hajar berlarian sebanyak tujuh kali dari Shofa ke Marwa.

Malaikat Jibril mendatangi Hajar. Jibril bertanya kepada siapa dia dititipkan. Hajar menjawab hanya kepada Allah. Maka, pijakan kaki Jibril tersebut seketika memancarkan air yang tidak pernah kering sampai sekarang. Mata air tersebut kemudian dikenal dengan air zam zam.

Air zam zam tersebut menjadi berkah yang besar bagi Hajar dan Ismail. Burung-burung datang untuk minum sehingga suasana tidak lagi sepi. Atas kepasrahannya kepada Allah, Hajar dan Ismail mendapatkan berkah yang begitu besar.

Demikianlah hikmah di dalam kisah Nabi Ismail yang dapat dipelajari. Bagikan artikel ini untuk orang-orang tercinta. Ajaklah mereka untuk selalu sabar dan berserah diri kepada Allah agar semua hal dimudahkan oleh-Nya. Allah adalah Zat yang Mahatahu dan Mathkuasa. Dengan bersabar, berdoa, lalu berserah diri, Allah akan memudahkan langkah hamba-Nya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: