Dunia Islam

Hikmah di Dalam Kisah Nabi Nuh

kisah nabi nuh - tongkronganislami.net
kisah nabi nuh – tongkronganislami.net

Nabi Nuh merupakan nabi ketiga yang diutus oleh Allah untuk menyebarkan agama Islam. Seperti nabi-nabi lainnya, Nabi Nuh juga diuji dengan kaumnya yang membangkang. Akan tetapi, salah satu ujian terbesar Nabi Nuh adalah anaknya yang durhaka. Dari sana, Anda dapat menemukan hikmah di dalam kisah Nabi Nuh.

Kaum Nabi Nuh adalah orang-orang yang zalim. Raja dari kaum tersebut, Damasyil, merupakan seseorang yang sangat kejam. Kegemarannya adalah berjudi dan minum arak. Raja Damasyil juga berlebih-lebihan dan sombong dengan membuat baju yang terbuat dari emas. Nabi Nuh diutus untuk memperbaiki akhlak mereka.

Kaum Nabi Nuh adalah penyembah berhala. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang kaya-raya. Nasihat Nabi Nuh untuk beriman kepada Allah ditentang oleh mereka. Apalagi, Nabi Nuh adalah orang miskin. Kaumnya menganggap beliau hina dan berbohong sebagai utusan Allah.

Nabi Nuh berusaha keras untuk meyakinkan kaumnya agar mengikuti jalan Allah. Namun, hanya beberapa orang saja yang mau mengikuti beliau. Akhirnya, Nabi Nuh berserah diri kepada Allah. Beliau memohon petunjuk untuk menyadarkan kaumnya. Bahkan, Nabi Nuh berdoa agar Allah menunjukkan kuasanya untuk menurunkan azab agar jera.

Allah mengabulkan doa Nabi Nuh, Azab yang besar akan diturunkan berupa banjir bandang. Nabi Nuh menyuruh kaumnya untuk segera bertobat. Akan tetapi, kaumnya semakin tidak percaya kepada Nabi Nuh.

Azab yang dikatakan oleh Allah akhirnya datang. Nabi Nuh masih berupaya menyampaikan firman-firman Allah dan mengajak kaumnya untuk beriman. Allah memerintah Nabi Nuh dan kaumnya untuk naik kapal besar yang telah dibuat sebelumnya. Semua orang yang menyatakan beriman kepada Allah harus naik, termasuk harta benda dan hewan peliharaan. Allah memberi tahu Nabi Nuh bahwa azab tersebut nantinya akan menghancurkan semuanya yang tidak berada di dalam kapal.

Setelah semua pengikut Nabi Nuh naik kapal, Nabi Nuh mencari anaknya. Dia tidak ada di dalam kapal. Anak Nabi Nuh yang tidak mau naik tidak percaya akan pertolongan Allah. Dia lebih memilih berlindung di gunung atau bukit untuk terhindar dari banjir.

Allah mulai menurunkan hujan yang sangat deras sampai terjadi banjir. Air yang semakin tinggi tidak dapat dihindari lagi. Nabi Nuh berusaha meyakinkan kaumnya agar beriman kepada Allah dan bencana akan diakhiri. Akan tetapi, mereka menolak.

Hal yang lebih membuat pilu adalah anak Nabi Nuh tetap tidak mau naik kapal, meskipun banjir sudah mulai meninggi. Nabi Nuh menyuruh anaknya untuk masuk ke kapal. Anaknya menjawab dia akan naik ke bukit yang tinggi agar terbebas dari banjir. Dia tidak yakin dengan kuasa Allah yang mampu melindungi mereka dari hujan badai. Nabi Nuh sangat sedih dengan sikap anaknya.

Akhirnya, Nabi Nuh tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Kaum yang tidak beriman kepada Allah hanyut dan tewas karena banjir bandang tersebut. Termasuk anak Nabi Nuh. Nabi Nuh sempat memohon kepada Allah agar menyelamatkan anaknya di saat akan tenggelam. Akan tetapi, Allah tidak meridai permintaan tersebut karena anak Nabi Nuh durhaka. Dia tidak mendengarkan perintah orang tua untuk beriman kepada Allah.

Hikmah di dalam kisah Nabi Nuh tersebut adalah kerja keras, kegigihan, dan kesabaran beliau menghadapi kaumnya. Selain itu, hikmah lainnya adalah seorang anak harus menaati perintah yang baik dari orang tuanya. Sebagai orang tua, Nabi Nuh juga harus objektif untuk ikhlas menerima takdir bahwa anaknya termasuk salah satu umat yang membangkang.

Bagikan kisah Nabi Nuh ini untuk orang-orang yang Anda sayangi. Khususnya anak Anda. Sampaikan kisah penuh hikmah tersebut sebagai peringatan untuk selalu berperasangka baik dan taat kepada Allah. Semoga Anda termasuk orang-orang yang taat dan percaya akan kuasa Allah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close