Dunia Islam

5 Ilmuan Muslim yang Berjasa Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia ternyata tak lepas dari pengaruh ilmuan Muslim. Meskipun tak banyak dikenal, sumbangsih pemikiran mereka sangat diapresiasi oleh kalangan ilmuan. Berikut 5 orang ilmuan beragama Muslim yang berjasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Al Zahrawi

Al-Zahrawi - maruwiah.files.wordpress.com
Al-Zahrawi – maruwiah.files.wordpress.com

Pria yang lahir pada 936 masehi di dekat Kordoba, Spanyol ini, merupakan ilmuan yang berjasa di bidang kedokteran. Untuk membagikan ilmunya, ia kemudian menulis mengenai ilmu kedokteran seperti ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta pengetahuan kedokteran secara umum. Kumpulan tulisannya yang terdiri atas 30 jilid dan disebut Al-Tasrif.

Buku tersebut bahkan diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad ke-12. Semenjak dirilis, Al-Tasrif dijadikan buku rujukan di sekolah-sekolah kedokteran serta para ahli bedah di Eropa.

Selama menjalankan praktiknya, Al Zahrawi terus menekankan agar dokter selalu berpegang pada norma dan kode etik kedokteran, terutama tidak  mengejar keuntungan materi semata dalam melaksanakan tugas.

Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd - dingkelik.net
Ibnu Rusyd – dingkelik.net

Bernama lengkap Abu Walid Muhammad bin Rusyd ini lahir di di Kordoba, Andalusia pada tahun 1128. Ia tergolong ilmuan Muslim karena menguasai banyak hal. Tak hanya menjadi seorang filsuf yang andal, ia juga menguasai bidang kedokteran, sastra, hingga ilmu agama.

Dalam dunia filsafat, Ibnu Rasyd sebagai Averroes. Ia mengoreksi pikiran dan melengkapi beberapa pikiran filsuf Yunani seperti Aristoteles dan Plato. Bahkan pemikirannya memengaruhi pembentukan tradisi intelektual kaum Yahudi dan Nasrani.

Sementara itu, dibidang kedokteran, ia adalah perintis ilmu jaringan tubuh histologi serta berkontribusi dalam penelitian pembuluh darah dan penyakit cacar. Ia menghasilkan sebuah buku fenomenal. Al-Kulliyyat fi al-Thibb yang merupakan ikhtisar kedokteran di zamannya. Jauh sebelum Isaac Newton lahir, Rasyd telah mengajukan konsep inersia dalam kinetika.

Al-Khawarizmi

Al-Kharizmi - 2.bp.blogspot.com
Al-Kharizmi – 2.bp.blogspot.com

Bagi kalian yang pernah belajar matematika, pasti akrab dengan istilah aljabar. Ternyata konsep tersebut dicetuskan oleh seorang ilmuan Islam, Al-Khawarizmi dan dituangkan dalam buku “Hisab Aljabar wal Muqabalah”. Buku tersebut berisi konsep tentang persamaan linear dan kuadrat dan dilengkapi contoh soal.

Dalam buku tersebut ia juga mengulas tentang persamaan trigonometri, teorema segitiga sama kaki, perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran. Buku tersebut akhirnya diterjemahkan dalam bahasa latin dan menjadi rujukan bagi ilmu pengetahuan di Eropa.

Ibnu Al Nafis

 Ibnu Al Nafis - mawhopon.net
Ibnu Al Nafis – mawhopon.net

Pria kelahiran Siria ini lahir pada tahun 1213. Tak hanya menekuni pendidikan sebagai dokter, ia juga mendalami hukum Islam. Ia akhirnya menjalankan praktek di rumah sakit Al-Nassiri, Mesir.

Sembari melaksanakan tugasnya sebagai dokter, ia meneliti sejumlah gejala dan unsur yang memengaruhi tubuh. Salah satu penemuan yang penting adalah mengenai paru-paru, saluran pernapasan serta bagaimana interaksi antar saluran udara dengan darah pada manusia dalam tubuh manusia.

Penemuannya tersebut memberi pengaruh besar terhadap bagi perkembangan ilmu kedokteran di Eropa. Lantas ia dijuluki sebagai pelopor ilmu sirkulasi darah dalam bidang kedokteran.

Nasiruddin al-Tusi

Nasiruddin al-Tusi - cdn2.trend.az.com
Nasiruddin al-Tusi – cdn2.trend.az.com

Ilmuan serba bisa asal Persia ini sangat tersohor pada zamannya. Ia lahir pada 18 Februari tahun 1201 Masehi dan merupakan pencetus berdirinya obervatorium Maragha. Kecintaannya pada dunia astronomi, mendorongnya membuat tabel planet yang termuat dalam bukunya Zij-i ilkhani.

Tabel tersebut dapat digunakan untuk mengkalkulasi posisi planet dan nama-nama bintang. Karyanya tersebut bahkan menjadi acuan Nicolaus Copernicus,  mengembangkan model heliosentris.

Profil 5 ilmuan Muslim ini, diharapkan dapat memacu kita selaku umat Muslim untuk terus belajar dan bekerja keras guna mengembangkan kemampuan intelektual yang dimiliki. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan pengetahuan agama Islam yang cukup.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: