Dunia Islam

Menelusur Jejak Langkah Sang Ulama Hadis : Imam Bukhari

Bagi kaum muslim, nama Imam Bukhari bukanlah sesuatu yang asing. Terutama bila Anda sementara mempelajari ilmu hadis. Selama ini, beliau dikenal sebagai orang yang berpengaruh dalam bidang ilmu hadis. ‘Bahkan salah satu kitab karyanya Al Jami’ Ash-Shohih atau Shahih Bukhari menjadi rujukan utama umat muslim di dunia. Tak hanya itu, banyak ulama yang menggunakan hadis yang ia riwayatkan sebab apa diriwayatkannya memiliki derajat yang tinggi.

Kehidupan Masa Kecil

Imam Bukhari - 1.bp.blogspot.com
Imam Bukhari – 1.bp.blogspot.com

Imam Bukhari lahir pada Jumat, 13 Syawal tahun 194 hijriah di kota Bukhara, Turkistan. Meskipun terlahir dengan kondisi sempurna, memasuki usia 2 tahun Bukhari kecil kehilangan penglihatannya. Ibunya selalu berdoa selama bertahun-tahun untuk kesembuhannya. Mujizat pun terjadi dan Bukhari bisa melihat kembali pada usia yang ke 10.

Konon katanya, di suatu malam sang ibu bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim. Dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim berkata “Hai Fulanah, sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya kamu berdoa”. Ketika pagi tiba, sang ibu menyaksikan kedua mata Bukhari dapat melihat kembali.

Imam Bukhari memang tumbuh dalam keluarga ulama yang taat beragama. Ayahnya, Ismail, dikenal sebagai ulama bermadzhab Maliki dan termasuk orang yang berhati-hati terhadap hal-hal haram. Sayangnya ayahnya harus meninggal dan ia diasuh ibunya.

Bakat dan kecerdasan Bukhari mulai menonjol saat memasuki usia 10 tahun. Ia memiliki ingatan yang tajam sehingga mampu menghafal banyak hal. Saat itu, ia telah belajar ilmu hadis kepada ad Dakhili, seorang ahli hadis. Setahun berselang, beliau mulai menghafal hadis Rasulullah saw. Bahkan ia telah berani mengoreksi kesalahan gurunya bila keliru meriwayatkan hadis.

Menekuni Ilmu Hadis

Menekuni Ilmu Hadis - i.gr-assets.com
Menekuni Ilmu Hadis – i.gr-assets.com

Saat usianya menginjak 16 tahun, Imam Bukhari telah menghafal hadis- dalam kitab karya Ibnu Mubarak dan Waki’ al-Jarrah. Untuk memperluas pengetahuannya, ia tak hentinya belajar. Bahkan ia memiliki lebih dari seribu guru. Tak hanya pada ulama, pada teman-temannya yang juga paham hadis, ia tak sungkan berguru.

Karena memiliki banyak guru, ia memiliki penilaian yang objektif terhadap ajaran yang ia terima. Hal tersebut dimaksudkan agar ia dapat memilih apakah hadis tersebut dapat diterima atau tidak.

Dalam mengumpulkan hadis, beliau berkelana ke banyak daerah. Mulai dari daerah Syam, Mesir, Aljazair, Basra, kemudian menetap di Makkah dan Madinah selama enam tahun. Selanjutnya ia juga menyambangi Kufah, dan Baghdad. Perjalanan panjang itu membuat sang Imam dapat mengumpulkan kurang lebih 600 ribu hadis. Dari jumlah tersebut, ia mampu menghafal 300 ribu di antaranya.

Sahih Bukhari

Sahih Bukhari - i1.wp.com
Sahih Bukhari – i1.wp.com

Banyak kitab hadis yang ditulis oleh sang Imam. Diantaranya Tarikh as-Sagir, Asami as-Sahabah, al-Kuna, dan al-‘Illal. Namun karyanya yang paling fenomenal adalah Jami’as as-Sahih atau akrab disebut Sahih Bukhari.

Dalam Sahih Bukhari, ia mencantumkan 7.275 hadis yang ia dapat selama perjalanannya. Hadis tersebut telah diseleksi dengan ketat sehingga tak heran berkualitas tinggi. Proses penyusunan kitab tersebut memakan waktu 16 tahun dan dengan cermat dan teliti.

Namun sayang, akhir nasib Imam Bukhari tidak berjalan mulus seperti karya yang ia hasilkan. Ketika tinggal di daerah Naisabur beberapa orang menyebar fitnah tentang dirinya. Beliau pun memutuskan pulang ke tanah kelahirannya, Bukhara, Uzbekistan. Mirisnya ia kembali difitnah pemerintah setempat.

Untuk menenangkan diri, ia pergi daerah Samarkand untuk menemui keluarganya. Namun akhirnya ia jatuh sakit, dan wafat di tempat tersebut. Karena merupakan daerah terpencil, kematian sang Imam tak diketahui. Makamnya kini telah dipugar dan disampingnya berdiri masjid megah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: