Yuk, Berkenalan dengan Dua Sosok Ulama yang Menjadi Imam Besar Masjidil Haram

Menjadi imam besar di masjid suci dan terbesar di dunia, Masjidil Haram, bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh semua orang. Menjadi imam di sana membutuhkan kualifikasi tinggi dalam bidang agama. Imam Masjidil Haram harus hafal Alquran, mampu membaca ayat-ayat suci dengan fasih, menguasai ilmu agama dengan sangat baik, menunjukkan sifat dan kepribadian seorang teladan, dan ditunjuk dengan penuh kehati-hatian.

Masjidil Haram sendiri memiliki beberapa imam, dengan dua di antaranya adalah imam besar Syekh Abdurrahman As-Sudais dan Syekh Saud bin Ibrahim Asy-Syuraim. Yuk, berkenalan lebih lanjut dengan dua sosok imam besar tersebut.

Syekh Abdurrahman As-Sudais

Imam Masjidil Haram - Rumah Hufazh RI

Imam Masjidil Haram – Rumah Hufazh RI

Beliau merupakan ketua imam di Majidil Haram sekaligus Ketua Pengurus Masjid Haramain saat ini. Lahir di Riyadh pada 10 Februari 1960, beliau telah belajar agama sejak kecil dan berhasil menghafalkan Alquran pada usia dua belas tahun. Ia merupakan qari yang cukup terkenal karena memang suaranya sangat merdu. Karena kemampuannya tersebut, ia pernah mendapat penghargaan dari Dubai International Holy Qur’an Awards.

Syekh Abdurrahman As-Sudais mengenyam pendidikan dasar di Al Muntana bin Harith, kemudian melanjutkan pendidikannya di Riyadh Scientific Institution. Memasuki perguruan tinggi, ia belajar syariah di Universitas Riyadh dan lulus pada 1983. Ia kemudian menempuh S2 di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud ( lulus pada 1987) dan S3 di Universitas Umm Al-Qura (lulus pada 1995).

Yang mengagumkan, Syekh Abdurrahman As-Sudais dipercaya untuk menjadi imam di Masjidil Haram saat usianya baru 22 tahun, yaitu pada tahun 1984. Dalam memimpin tarawih, beliau sering bergantian dengan Syekh Saud As-Syuraim pada tahun 1991-2006 dan 2014.

Siapakah Syekh Saud Asy-Syuraim? Berikut ini adalah informasi tentang beliau.

Syekh Saud Asy-Syuraim

Imam Masjidil Haram - Twitter.com

Imam Masjidil Haram – Twitter.com

Khatib dan imam Masjidil Haram berikutnya adalah Syekh Saud Asy-Syuraim, seorang ulama Saudi Arabia yang lahir pada 19 Januari 1966. Ia telah menjadi imam di Masjidil Haram sejak tahun 1991 dan masih memegang peran tersebut hingga saat ini. Dua tahun setelah menjadi imam, beliau pun mendapat izin untuk melakukan pengajaran di Masjidil Haram.

Syekh Saud Asy-Syuraim menempuh pendidikan dasar di Areen, dilanjutkan dengan pendidikan menengah (secondary school—setara SMP) di sekolah modern Al Yarmouk Utara. Pada tahun terakhirnya menempuh pendidikan menengah, ia sudah berhasil menjadi hafiz.

Setelah lulus SMA pada 1983, Syekh Saud Asy-Syuraim melanjutkan pendidikan ke Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh dan lulus pada tahun 1988. Tak berhenti sampai di situ, beliau juga melanjutkan pendidikan S2 di Institut Ma’had Al-aali Lilqadhah dan S3 di Universitas Umm Al-Qura di Makkah.

Sejak tahun 1995, beliau juga menjadi pengajar di Universitas Umm Al-Qura dan kemudian menjadi Dekan Fakultas Syariah dan Studi Islam. Pada tahun 2010, beliau diangkat menjadi profesor ahli di bidang fiqih yang menandakan pengetahuan beliau di bidang tersebut memang sangat mendalam.

Itulah dua sosok imam besar yang memimpin ribuan jemaah di Masjidil Haram. Terlihat dari profil mereka, imam besar merupakan orang yang telah belajar agama sejak belia. Mereka telah menjadi hafiz sejak umur belasan tahun, kemudian melanjutkan pendidikan agama sampai ke jenjang S3. Masya Allah!

Selain kedua sosok di atas, masih ada imam Masjidil Haram lainnya, dengan beberapa nama sudah dikenal di Indonesia, terutama karena rekaman suara mereka saat membaca Alquran. Misalnya, ada Syekh Abdullah Awad Al-Juhany dan Syekh Usaamah bin Abdillah Khayyat.

Add Comment

%d bloggers like this: