Dunia Islam

Mengenal Sosok Imam Muslim, Penulis Kitab As-Sahih

Sebagai seorang pemeluk agama Islam, Anda pasti tak asing lagi dengan sosok Imam Muslim. Ia adalah ulama terkenal penulis kitab As-Sahih atau Sahih Muslim. Karena kemampuannya menganalisis hadis, ia disebut kalangan ulama sebagai penerus imam Al-Bukhari.

Pria yang memiliki nama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz Al-Qusyairi An-Naisaburi ini lahir di Naisabur pada 206 H. Ia mulai tertarik mempelajari hadis sejak usia belia yakni 10 tahun. Ia sering datang berguru pada ahli hadis di kotanya, Imam Ad Dakhili. Setahun berselang, Muslim sudah menghafal hadis dan berani mengoreksi kekeliruan gurunya.

Karena rasa penasarannya yang besar, pada usia ke 18 ia pun bertualang ke berbagai tempat untuk menelusuri silsilah sebuah hadis. Dalam perjalanannya, ia banyak belajar hadis pada imam setempat. Saat Imam al-Bukhari datang ke Naisabur, Muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berguru. Bahkan ia juga berguru pada guru Al-Bukhari, Az Zihli.

Karya Imam Muslim

Karya Imam Muslim - s1.bukalapak.com
Karya Imam Muslim – s1.bukalapak.com

Cukup banyak karya yang ditulis oleh Imam Muslim. Beberapa diantaranya yaitu  Al-Jami’ As-Sahih (Sahih Muslim), Al-Musnad Al-Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadis), Kitab Al-Asma’ wa Al-Kusna, Kitab Al-’Ilal, Kitabu Su’alatihi Ahmad bin Hambal serta Kitab Al-Intifa’ bi Uhub As-Siba’.

Dalam kitab-kitab yang ditulis olehnya, ia tidak memasukkan hadis-hadis yang diterima dari guru-gurunya. Ia memiliki ciri khas tersendiri dalam menyusun kitab. Ia melakukan penelitian, mempelajari pendapat para perawi, menyaring apa yang diriwayatkan, serta membandingkan riwayat yang satu dengan yang lain.

Ketika menetapkan kesahihan hadis yang diriwayatkan, beliau mengedepankan ilmu Jarh dan Ta’dil. Ini penting agar cacat atau tidaknya suatu hadis dapat dinilai. Tak hanya itu, metode Sighat At Tahammul untuk penerimaan riwayat juga ia terapkan. Metode-metode tersebut menjadikan Imam Muslim sebagai orang kedua yang memahami dan seluk beluk hadis dengan baik setelah Imam Bukhari.

Dari seluruh karya yang ia tulis, Sahih Muslim merupakan kitab yang menjadi rujukan banyak pemeluk agama Muslim saat ini. Kitab yang berisi 3.033 hadis tersebut dijuluki salah satu kitab yang paling sahih dan murni setelah Kitabullah. Bahkan kitab ini disusun berdasarkan saringan 300.000 hadis yang pernah dipelajari penulisnya. Waktu yang diperlukan menyusun kitab tersebut pun hingga 15 tahun lamanya.

Setelah selesai menulis kitab tersebut, ia memberikan salinannya kepada Abu Zur’ah, seorang kritikus hadis terbesar saat itu. Tujuannya tentu agar ia mendapatkan pandangan yang lebih objektif dari kalangan ulama. Lantas, ia pun menerima kritik dan membuang bagian-bagian yang menurut catatan Zur’ah tidak sesuai.

Setelah Shahih Muslim dipublikasikan, terjadi selisih pendapat di kalangan para ulama mengenai keunggulannya dibandingan dengan Shahih Bukhari. Jumhur Muhadditsun mengatakan Shahih Bukhari lebih unggul. Sementara para ulama Marokko menjagokan Shahih Muslim.

Akhir Hidup Muslim

Akhir Hidup Muslim - data.whicdn.com
Akhir Hidup Muslim – data.whicdn.com

Dalam kehidupan sosialnya, Imam Muslim terkenal sebagai tokoh yang ramah. Bahkan ia menyandang reputasi sebagai Muhsin min Naisabur atau orang baik dari Naisabur.

Sayangnya, beliau wafat pada usia yang relatif muda yakni 55 tahun. Ia kemudian dimakamkan di kampung Nasr Abad yang merupakan salah satu daerah di luar Naisabur pada hari Senin 25 Rajab 261 H.

Sepeninggalnya, banyak para ulama yang meriwayatkan hadis dalam Shahih Muslim. Beberapa di antaranya, Abu Hatim ar-Razi, Musa bin Harun, Ahmad bin Salamah, Abu Bakar bin Khuzaimah, Yahya bin Said, Abu Awanah al-Isfarayini, Abi isa at-Tirmidzi, hingga Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan al-Faqih az-Zahid.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close