Dunia Islam

Inilah 3 Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Islam di Indonesia sudah menanamkan jejak yang cukup panjang, bahkan hingga menjadi agama dominan. Berbagai kerajaan terkenal di dalam sejarah Nusantara memiliki corak keislaman yang cukup kental serta pengaruh luas. Berikut profil dari 3 kerajaan Islam pertama dan berpengaruh dalam sejarah Nusantara.

Kerajaan Perlak

Kerajaan Indonesia - 2.bp.blogspot.com
Kerajaan Indonesia – 2.bp.blogspot.com

Berdiri pada tahun 840 Masehi di Aceh Timur, Kerajaan Perlak bertahan selama sekitar empat abad, sebelum akhirnya benar-benar bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1292. Raja pertamanya bernama Sultan Alaidin Syeh Maulana Abdul Aziz Shah.

Perlak bermula sebagai kerajaan Islam Syiah, didukung oleh Dinasti Fatimah di Mesir. Akan tetapi, ketika Dinasti Fatimah perlahan kehilangan pengaruh dan runtuh, Perlak berganti menjadi kerajaan Islam bercorak Sunni. Pergantian ini terjadi pada masa kekuasaan Sultan Alaiddin Syeh Maulana Abbas Shah. Setelah kematian sang raja pada tahun 913, terjadi peperangan antara kelompok Sunni dan Syiah.

Kelompok Syiah akhirnya memenangkan peperangan setelah hampir dua tahun, dan mengangkat raja baru bernama Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah. Akan tetapi setelah kematian sang sultan, kaum Syiah dan Sunni kembali bertikai. Hal ini terus berlangsung selama beberapa dekade, hingga akhirnya kaum Sunni dan Syiah memutuskan untuk membagi Perlak menjadi dua.

Pada tahun 985 atau 986, Perlak akhirnya dibagi menjadi  kerajaan kaum Syiah di Pesisir Perlak, serta kerajaan Sunni di daerah pedalaman. Pembagian ini mendatangkan perdamaian, hingga akhirnya Kerajaan Perlak Syiah ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Perlak Sunni pun akhirnya bergabung dengan  Samudra Pasai.

Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Indonesia - id-static.z-dn.net
Kerajaan Indonesia – id-static.z-dn.net

Kerajaan Samudra Pasai mungkin bukan kerajaan tertua, tetapi pengaruhnya sangat luas. Didirikan pada abad ke-13, Samudra Pasai berperan dalam perdagangan serta penyebaran agama Islam ke berbagai wilayah di Indonesia, dan bahkan sampai ke Siam (sekarang Thailand). Ibnu Battuta, penulis dan pengembara dari Maroko, bahkan menyebut kebedaraan Samudra Pasai di dalam salah satu catatan perjalanannya.

Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Sultan Malik Al-Saleh. Raja pertama ini adalah yang menciptakan kekuatan awal Samudra Pasai di bidang perdagangan dan maritim. Kekuasaannya dilanjutkan oleh Sultan Malik Al Tahir I (Sultan Muhammad), yang menyatukan Kerajaan Perlak dengan Samudra Pasai.

Samudra Pasai akhirnya mencapai puncak kejayaann sebagai pusat studi Islam, pelayaran, dan perdagangan pada masa pemerintahan Sultan Malik Al Tahir II. Banyak pedagang dan pelaut dari Jawa, Sumatra, bahkan India dan Cina yang berlayar atau bertransaksi di Samudra Pasai, menggunakan uang Dirham emas sebagai alat tukar utama.

Pada awal abad ke-16, Kerajaan Malaka mulai menggeser kejayaan Samudra Pasai. Portugis kemudian datang menduduki Samudra Pasai pada tahun 1522, dan mengakhiri kejayaannya.

Kerajaan Aceh

Kerajaan Indonesia - afandri81.files.wordpress.com
Kerajaan Indonesia – afandri81.files.wordpress.com

Kerajaan Aceh perlahan berkembang ketika kejayaan Samudra Pasai mulai digantikan oleh Kerajaan Malaka. Didirikan pada awal abad ke-16 oleh Sultan Ibrahim alias Ali Mughayat Shah, Kerajaan Aceh perlahan mulai dikenal oleh pedagang dan pelaut yang berpindah dari Samudra Pasai.

Kerajaan Aceh mencapai masa kejayaan pada pertengahan abad ke-17, di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Adat-istiadat di daerah kekuasaan Aceh pun banyak bercampur dengan pengaruh Islam, dan ahli-ahli tasawuf seperti Nuruddin Ar-Raniri dan Hamzah Fansuri bermunculan.

Setelah kematian Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh tidak mampu mempertahankan kejayaannya. Pertikaian kerap terjadi antara golongan teuku dan tengku, serta kelompok Sunni dan Syiah. Era Kerajaan Aceh berakhir ketika Belanda menguasai Aceh pada tahun 1904.

Itulah profil 3 kerajaan Islam pertama di Indonesia. Jika wawasanmu bertambah, yuk bagikan artikel ini ke lebih banyak orang!

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close