Dunia Islam

Inilah 7 Penyakit Hati yang Sangat Berbahaya bagi Kaum Muslimin

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah, sesungguhnya ia adalah hati.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hati manusia merupakan pusat terciptanya berbagai jenis perasaan. Tak jarang pula hati terkena penyakit yang membuat kita tidak dapat berpikir jernih. Jika hati sudah terkena penyakit, baik disadari ataupun tidak, kita telah beranjak satu langkah lebih dekat ke dalam jebakan iblis. Berikut ini merupakan tujuh penyakit hati yang paling berbahaya bagi umat Islam.

Ujub

Ujub - image.slidesharecdn.com
Ujub – image.slidesharecdn.com

Menurut Imam Al-Ghazali, ujub adalah kecintaan seseorang pada karunia dan merasa memilikinya sendiri tanpa sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Ujub dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya: kekuasaan, fisik dan penampilan menarik, serta kepandaian. Parahnya, kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka memiliki kecondongan untuk bersikap ujub. Oleh karena itu, kita perlu memperbanyak istigfar agar Allah senantiasa menjauhkan dan mengampuni kita dari sifat tercela ini.

Takabur

Takabur - image.slidesharecdn.com
Takabur – image.slidesharecdn.com

Takabur dan ujub bagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Definisi keduanya sama-sama menitikberatkan pada sifat sombong. Salah satu gejala takabur adalah enggan mendengarkan nasihat dari orang lain karena merasa diri paling benar. Sejarah mencatat bahwa sikap takabur tidak akan mendatangkan apapun kecuali kebinasaan; tengok saja apa yang terjadi pada Raja Namrud, Qarun, dan Firaun.

 Hasad

hasad - aimsdesign.files.wordpress.com
hasad – aimsdesign.files.wordpress.com

Hasad bisa diartikan sebagai rasa iri terhadap nikmat yang telah dikaruniakan Allah pada seseorang yang disertai dengan harapan nikmat tersebut akan hilang darinya. Allah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 32: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah pada sebagian kamu atas sebagian lainnya. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Riya

Riya - image.slidesharecdn.com
Riya – image.slidesharecdn.com

Menurut istilah, riya artinya menunjukkan ibadah dengan niat semata-mata ingin dianggap baik oleh sesama manusia, bukan mengharapkan pahala dan rida dari Allah. Riya biasanya samar-samar dan bahkan bisa muncul sebelum seseorang melakukan amalan. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 264 yang artinya: “Janganlah kalian menghilangkan pahala sodaqoh kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti perasaan penerimanya seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.”

Panjang angan-angan atau cinta dunia

Panjang Angan-Angan - scontent-sea1-1.cdninstagram.com
Panjang Angan-Angan – scontent-sea1-1.cdninstagram.com

Menurut Imam Al Ghazali, penyebab panjang angan-angan adalah kebodohan dan cinta dunia. Manusia terkadang begitu mencintai dunia tanpa sadar bahwa mereka dapat mati kapan saja. Sifat panjang angan-angan dapat menjauhkan kita dari berbuat amal saleh. Salah satu kiat untuk menghindari penyakit hati ini adalah dengan memperbanyak mengingat mati. Rasulullah bersabda: “Cintailah yang kamu cintai, tetapi kamu harus ingat bahwa kamu pasti berpisah darinya.”

Bakhil

Bakhil - cdn2.tstatic.net
Bakhil – cdn2.tstatic.net

Perilaku enggan memberikan sebagian harta kepada orang lain ini telah disebutkan dalam firman Allah Surat Ali-Imran ayat 180: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepadanya menyangkan bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk baginya. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sum’ah

Sum'ah - image.slidesharecdn.com
Sum’ah – image.slidesharecdn.com

Sum’ah artinya memperdengarkan, dan secara istilah dapat diartikan menceritakan amalan yang pernah dilakukan demi mendapat pengakuan dari orang lain. Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang berlaku sum’ah maka akan diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya.” (Hadis Riwayat Bukhari).

Semoga kita senantiasa dijauhkan dari penyakit hati di atas. Sebarkan pada orang-orang terkasih sebagai bentuk kepedulian Anda terhadap mereka.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: