Dunia Islam

Sejarah Islam di Amerika

Ada sejumlah sumber sejarah yang menyebutkan bahwa Islam di Amerika sudah ada jauh sebelum Christopher Columbus menemukan cikal bakal negara adidaya tersebut. Salah satunya adalah esai karya Dr. Youssef Mroueh yang berjudul “Pre Columbian Moslems in America.

Dalam tulisannya Dr. Mroueh menyatakan bahwa, bahwa Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus mendarat. Menurut sejarah, peristiwa ini terjadi ada pertengahan abad ke-10, saat pemerintahan Abdurrahman III (929 – 961M) dari Khalifah Umayyah.

Tidak hanya berkunjung beberapa umat Islam dari Spanyol tersebut juga memutuskan untuk tinggal di Amerika. Keberadaan para imigran ini dianggap sebagai populasi pertama muslim di benua Amerika.

Islam dan Indian

Islam dan Indian - asianews.it
Islam dan Indian – asianews.it

Masih dari esainya, Dr. Mroueh juga memaparkan bahwa penjelajah Muslim telah datang ke kampung halaman Indian Cherokee sekitar lebih dari 1000 tahun lalu. Fakta ini ia dapatkan dari Mahir Abdul Razaq, seorang keturunan Indian Cherokee yang beragama Islam.

Selain fakta tersebut, hubungan erat antara suku Indian dengan Islam juga tampak dari banyaknya nama pegunungan dan perkampungan suku ini yang konon diadaptasi dari Bahasa Arab. Tidak hanya itu, sejarah juga menyebutkan bahwa beberapa nama suku dan kepala sukunya diambil dari Bahasa Arab.

Salah satunya adalah pemimpin Cherokee yang terkenal yaitu Sequoyah. Sequoyah yang nama aslinya Siwkoya ini dikenal sebagai pencipta huruf-huruf Cherokee (Cherokee Syllabary) pada tahun 1821. Uniknya, huruf yang ditemukan Siwkoya ini mirip sekali dengan aksara Arab.

Jejak Peninggalan Islam di Amerika

Jejak Peninggalan Islam di Amerika - vienmuhadi.files.wordpress.com
Jejak Peninggalan Islam di Amerika – vienmuhadi.files.wordpress.com

Salah seorang ilmuwan Muslim terkenal, Dr. A. Zahoor menyatakan bahwa jejak Islam di Amerika bisa dilihat dari beberapa nama negara bagian. Misalnya: Alabama, Arkansas, dan Tennesse. Nama beberapa negara bagian ini diyakini merupakan serapan dari bahasa Arab.

Jejak peninggalan Muslim lainnya di negara ini lain adalah adanya Masjid Islamic Center di Washington DC. Masjid ini merupakan masjid tertua di negara adidaya tersebut. Pembangunan masjid dimulai pada tahun 1949 dan resmi beroperasi pada tahun 1957.

Tidak hanya itu, salah satu koleksi berharga bersejarah Amerika yaitu arsip perjanjian Cherokee dengan Amerika Serikat tentang perdagangan, politik, perkapalan, dan pemerintahan. Isi naskah bersejarah ini menunjukkan bahwa Indian Cherokee merumuskan perjanjian dengan Amerika berdasarkan hukum Islam.

Islam Amerika di Masa Modern

Islam Amerika di Masa Modern - hizb-australia.org
Islam Amerika di Masa Modern – hizb-australia.org

Islamophobia (sikap anti terhadap agama Islam) merupakan salah satu isu penting yang dialami umat Islam Amerika di zaman modern. Disadari atau tidak, sejak peristiwa 11 September tahun 2001 silam, banyak orang Amerika yang  masih menganggap bahwa Islam identik dengan kekerasan dan terorisme.

Ditambah kebijakan politik yang kurang tepat dan pemberitaan media asing yang kurang berimbang, keberadaan Muslim di Amerika pun semakin terancam karena perilaku Islamophobia yang  brutal dan kasar. Meskipun begitu, sebuah survei menyebutkan bahwa pemeluk agama Islam bertambah setiap tahunnya.

Hal ini menunjukkan bahwa, dibalik sikap Islamophobia kebanyakan masyarakat Amerika, terdapat segelintir orang yang tertarik untuk belajar dan mengetahui segala hal tentang Islam. Rasa penasaran ini bukannya membuat rasa kebencian terhadap Islam bertambah tetapi semakin berkurang.

Bukannya menghindar, beberapa orang malah tertarik untuk mengenal Islam lebih dalam dan memutuskan berpindah agama menjadi Muslim. Tidak heran jika setelah peristiwa WTC 2001 silam, populasi Muslim di Amerika Serikat justru meroket tajam. Organisasi-organisasi ke-Islaman pun banyak didirikan sebagai jembatan komunikasi masyarakat Amerika dengan Muslim Amerika.

Sayangnya, sejak Presiden Trump terpilih akhir tahun lalu gejolak Islamophobia mulai berkembang lagi. Apalagi banyak kebijakan beliau yang menyudutkan muslim dan mengobarkan api kebencian kaum-kaum sekuler pembenci Islam. Meskipun jalan Islam di Amerika semakin terjal, hal tersebut tidak serta merta membuat Muslim di sana menyerah begitu saja.

Walaupun mustahil, mereka masih ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Islam merupakan agama kebaikan. Segala tindakan kejam dan sadis yang membawa nama Islam adalah masalah individu tersebut, bukan agama apalagi Allah Azza Wa Jalla.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: