Islam

Istilah Dalam Haji

Menunaikan ibadah haji tentu menjadi keinginan setiap mukmin di samping hukumnya yang wajib. Namun dalam realitasnya, menjalankan ibadah ini tidak semudah menjalankan ibadah lainnya. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan—oleh karena itu, Allah menjadikan ibadah haji menjadi wajib bagi golongan yang mampu.

Haji Bila Mampu

Istilah Dalam Haji - Dream
Istilah Dalam Haji – Dream

Hal yang dimaksudkan mampu di sini bukan hanya semata materi untuk akomodasi kebutuhan calon jemaah di tanah suci. Setiap calon jemaah juga harus c vvgw5yio untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan. Tentu saja, uang yang digunakan haruslah dari hasil yang halal.

Selain itu, calon jemaah juga harus dalam kondisi fisik dan mental yang sehat. Pasalnya, beribadah haji tidak hanya sekadar beribadah. Serangkaian rukunya membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat agar dapat terpenuhi dengan baik dan menjadikan hajinya sah. Untuk calon jemaah wanita, keberangkatannya juga harus bersama mahramnya.

Istilah dalam Haji

Istilah Dalam Haji - Nasional Kompas
Istilah Dalam Haji – Nasional Kompas

Di samping kebutuhan di atas, ada baiknya setiap jemaah juga membekali diri dengan berbagai istilah dalam hal haji. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan spiritual ke tanah suci.

Ada sangat banyak istilah dalam haji, tetapi setidaknya beberapa istilah dasar berikut dapat Anda pahami.

Dam : Tebusan yang harus dibayarkan oleh jemaah haji apabila melakukan pelanggaran yang ditetapkan

Haji Ifrad : Hanya mengerjakan haji tanpa umrah dan tidak diwajibkan dam

Haji Qiran : Melaksanakan haji dan umrah dalam satu niat dan satu pekerjaan sekaligus dan dikenai dam

Haji Tamattu’ : Melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian melakukan haji dan dikenai dam

Idthibaah : Mengenakan selendang ihram dengan meletakkan kedua ujungnya di atas pundak kiri dan bagian tengahnya berada di sebelah bawah ketiak kanan

Ihram : Niat untuk melaksanakan ibadah haji
Pakaian untuk haji (kain putih, disebut juga kain ihram)

Kiswah : Kain hitam yang membungkus hajar aswad

Lontar jumrah : Melontarkan batu kerikil pada jumroh Ula, Wusat, dan Aqabah setelah wukuf

Mabit : Bermalam (istirahat)
Mabit dilakukan di dua tempat, yakni di Muzdalifah (malam tanggal 9 Zulhijah dan 10 Zulhijah) dan di Mina (malam menjelang tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah)

Miqot Makani : batas tempat untuk melaksanakan ihram (niat) haji

Miqot Zamani : batas waktu untuk melaksanakan ihram haji yang dimulai dari tanggal 1 Syawal sampai 1 Zulhijah

Nafar : Keberangkatan jemaah haji meninggalkan Mina saat hari tasyrik

Rukun haji : Serangkaian amalan yang wajib dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat digantikan dengan yang lain, termasuk dam. Apabila tidak dipenuhi, maka tidak sah hajinya.

Sai : Berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali bolak-balik

Tahalul : Keadaan saat jemaah telah dihalalkan untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang selama menjalani ibadah haji sejak ihram

Tawaf : Mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali sembari mencium batu hajar aswad

Tawaf Ifadhah : tawaf yang harus dilaksanakan dalam ibadah haji

Tawaf Qudum : tawaf yang dilakukan saat pertama memasuki Masjidil Haram dan bersifat sunah

Tawaf Wada’ : tawaf yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan sebelum meninggalkan Mekkah dan wajib hukumnya (disebut juga tawaf perpisahan)

Wukuf : kegiatan berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9-10 Zulhijah dan merupakan inti dari ibadah haji

Itulah beberapa istilah dasar dalam haji yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: