Jabal Uhud, Bukit Surga Saksi Peradaban Islam

Saat bertamu di rumah Allah untuk menunaikan kewajiban ibadah umrah maupun haji, jemaah tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi tempat bersejarah lainnya. Salah satunya adalah Jabal Uhud, sebuah bukit yang terletak di Kota Madinah.

Sepintas memang tidak ada yang menarik dari bukit ini—tampak gersang seperti bukit lainnya di kawasan sekitar. Akan tetapi, Jabal Uhud sesungguhnya adalah bukit terpanjang yang ada di Madinah dengan bentangan hingga 6 km. Selain itu, Jabal Uhud juga tidak menyambung dengan bukit atau gunung lain seperti kebanyakan jabal yang lain.

Bukit yang Menyendiri

Jabal Uhud - Dream

Jabal Uhud – Dream

Jabal berarti bukit atau gunung, sementara uhud berarti penyendiri. Masyarakat Madinah menyebut bukit ini dengan Jabal Uhud karena memang kondisi geografisnya yang berbeda dibandingkan bukit atau gunung yang lain. Jabal Uhud berdiri sendiri, terlihat begitu megah dan kukuh.

Bukit Uhud memiliki ketinggian sekitar 1.077 meter. Letaknya berada di sisi utara Madinah dengan jarak sekitar 5 km.

Cuplikan Surga di Dunia

Jabal Uhud - Panoramio.com

Jabal Uhud – Panoramio.com

Bukan lantaran keunikan geografis yang membuat Jabal Uhud menjadi destinasi yang senantiasa ramai dikunjungi. Histori dan ucapan Rasulullah-lah yang justru membuat bukit ini tidak pernah sepi menjadi objek wisata religi dari kaum muslim dari berbagai penjuru dunia. Rasulullah SAW pernah bersabda dan diriwayatkan oleh Bukhari, “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga.”

Rasulullah pun pernah mencapai puncak Jabal Uhud. Bersama Abu Bakar, Umar Al-Faruq, dan Usman bin Affan, Rasulullah sampai di puncak. Saat itulah, Bukit Uhud kemudian bergetar.

Rasulullah lantas mengentakkan kakinya dan berkata, “Tenanglah kamu, Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang-orang yang selalu membenarkannya.” Selepas kalimat tersebut diucapkan, Uhud pun berhenti bergetar. Hal ini menjadi tanda betapa Uhud sangat berbahagia menyambut kedatangan Rasulullah.

Saksi Bisu Peradaban Islam

Jabal Uhud - Flickr

Jabal Uhud – Flickr

Fakta lain yang tidak bisa dihapus dari sejarah adalah bahwa Jabal Uhud merupakan saksi bisu perjuangan kaum muslim di tahun 625 silam. Perang Uhud meletus, menewaskan 70 orang syuhada yang kemudian dimakamkan di sana. Rasulullah pun kerap berziarah ke sana selama hidupnya, sehingga kaum muslim yang sedang melaksanakan umrah atau haji pun lantas mengikuti sunah Rasul tersebut.

Perang Uhud sendiri merupakan salah satu perang terhebat antara kaum muslim dengan kaum Quraisy. Perang Badar yang sebelumnya berhasil dimenangkan oleh kaum muslim menimbulkan luka di hati kaum Quraisy. Tidak hanya kalah, para tokoh mereka pun juga gugur dalam Perang Badar.

Namun rupanya bukan luka masa lalu saja yang membuat Perang Uhud meletus. Kaum Quraisy juga memiliki kepentingan untuk menyelamatkan jalur bisnis ke negeri Syam dari kaum muslimin yang dianggap sering mengganggu. Melalui perang ini, kaum Quraisy berharap dapat memusnahkan kaum muslim. Dengan demikian, kaum muslim yang semakin kuat dan memiliki pengikut semakin banyak tidak akan dapat berkembang lebih besar dan menimbulkan kekuatan yang lebih mengkhawatirkan.

Jumlah pasukan dan fasilitas peperangan kedua kaum tidak seimbang. Kaum Quraisy memiliki 50.000 keping emas dan 1.000 unta. Total pasukan yang dikerahkan kaum Quraisy pun jauh lebih besar dari Perang Badar, yakni 3.000 orang. Sementara itu, pasukan muslim hanya sejumlah 1.000 orang. Namun rupanya persis sebelum perang dimulai, Abdullah Ibnu Ubayy menarik mundur dirinya dan 300 orang lain di bawah komandonya.

Pada akhirnya, kaum muslim memang kalah dalam Perang Uhud. Akan tetapi, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari salah satu perang terbesar dalam sejarah peradaban dalam kaum muslim ini.

Itulah sedikit kisah mengenai Jabal Uhud yang bersejarah. Saat mengunjungi Madinah, sempatkanlah mengunjungi bukit ini. Akan tetapi yang perlu diingat, jangan berdoa atau memohon ampunan kepada para syuhada yang dimakamkan di sana—tetaplah hanya memohon segala sesuatunya kepada Allah SWT.

Add Comment

%d bloggers like this: