Dunia Islam

Jatuh Cinta kepada Pria Beristri, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Jatuh cinta memang fitrahnya manusia, tidak ada yang salah dengan cinta. Namun, bagaimana jika cinta tersebut merupakan cinta seorang wanita kepada pria beristri? Pernahkah Anda mendengar keluhan atau kisah seperti ini? Atau justru Anda sendiri tengah merasakannya?

Mencintai memang urusan hati, dan terkadang hati sulit dibendung tatkala sudah terlanjur mencintai seseorang. Sebelum menyatakan Anda mencintai pria beristri, coba tengok terlebih dulu, ihwal apakah yang menyebabkan Anda bisa mencintai pria tersebut. Sering kali rasa cinta muncul akibat interaksi atau pergaulan yang terlalu dekat antara wanita dan pria.

Islam telah  mengatur larangan wanita muslim bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Hal ini tertuang dalam QS. Al-Isra: 32, “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Merujuk pada surah tersebut, Islam melarang perbuatan zina atau hal-hal yang mendorong ke arah perbuatan zina..

Hal-hal yang dapat mendorong ke arah zina antara lainberkhalwat atau berduaan antara pria dan wanita dalam suatu tempat, memandang lawan jenis hingga menimbulkan syahwat, saling bersentuhan, dan sebagainya.

Mengenai cinta sendiri, disebut juga mahabbah. Salah satu definisi cinta menurut Ibnu Qoyyim yaitu menghilangkan siapa pun dari hati Anda kecuali orang yang Anda cintai. Bagi seorang muslim, cinta kepada Allah merupakan hal utama. Kemudian dilanjutkan cinta kepada Rasul-Nya, barulah cinta kepada orang beriman yang mencintai Allah.

Perkara cinta kepada Allah merupakan cinta utama yang harus dikedepankan, tertuang dalam QS. Al Baqarah: 165 yang berbunyi: “Dan di antara manusia terdapat orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah”.

Ketika Anda mencintai seseorang, maka rasa cinta Anda tidak boleh melebihi kecintaan Anda kepada Allah. Dengan demikian, Anda tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Lalu, bagaimanakah dengan perasaan yang telanjur mencintai pria beristri tadi? Sebaiknya Anda menguatkan tekad untuk tidak merebut pria tadi dari istrinya, apalagi berharap pria tersebut bercerai dengan istrinya. Allah sangat membenci perceraian, hal ini pernah disabdakan oleh Rasulullah: “Perkara halal yang dibenci Allah adalah talaq”

Bolehkah jika berpoligami? Islam memang tidak melarang poligami, tetapi ada syarat berat yang harus dilakukan sang pria yaitu adil. Adil bukan hanya soal nafkah, tetapi juga dalam hal apa pun.

Rasulullah bahkan pernah bersabda: “Barangsiapa yang memiliki dua istri , namun lebih cenderung ke salah satu maka dia akan datang pada hari kiamat dengan separuh badan miring.” (HR. Abu Daud).

Sebaiknya Anda makin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak zikir dan doa, sering melakukan salat malam dan amalan baik lainnya. Allah Swt. merupakan Maha Kuasa yang mempu membolak-balikkan hati dan pikiran manusia.

Sementara itu, Anda harus berusaha mengurangi interaksi dengan pria tersebut hingga Anda benar-benar dapat melupakannya. Hal ini memang bisa dibilang sulit, tetapi jika Anda telah bertekad  maka tak ada yang mustahil.

Anda juga bisa melakukan aktivitas atau kegiatan lain yang menjadi hobi Anda. Dengan aktivitas baru, pikiran Anda akan teralihkan dari si pria tersebut. Selain itu, tidak menutup kemungkinan Anda akan memiliki banyak kawan baru yang bisa saja salah satunya menjadi jodoh Anda, atau perantara menuju jodoh Anda. Semoga Allah Swt. memudahkan Anda menemukan cinta dan jodoh Anda yang sejati.

Yuk, bagikan artikel ini, siapa tahu di luar sana banyak wanita muslimah lain yang memiliki masalah yang sama.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close