Dunia Islam

3 Kerajaan Islam di Indonesia yang Terbesar

Runtuhnya Kerajaan Hindu-Buddha menjadi celah awal masuk dan berkembangnya Islam di nusantara. Setelah Sriwijaya mulai runtuh disusul Majapahit dengan akhir serupa, perluasan kerajaan Islam di Indonesia semakin gencar dan meluas.

Sejarah kerajaan Islam di Indonesia sendiri berasal dari jalur perdagangan. Para pedagang dari tanah Arab khususnya, datang ke nusantara melalui perjalanan maritim yang panjang. Dari sinilah, persebaran agama Islam mulai bergerilya hingga melahirkan kerajaan-kerajaan besar yang memberi pengaruh luar biasa seperti berikut ini.

Kerajaan Samudera Pasai

Kerejaan Islam di Indonesia - upload.wikimedia.org
Kerejaan Islam di Indonesia – upload.wikimedia.org

Bicara soal kerajaan Islam di Indonesia tidak lengkap rasanya tanpa membahas Samudera Pasai. Kerajaan Islam terbesar sekaligus tertua kedua setelah Kerajaan Perlak ini muncul pada sekitar abad XIII setelah runtuhnya Sriwijaya.

Terletak di Aceh, kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu yang kemudian dikenal dengan nama Sultan Malik As-Saleh. Menurut catatan seorang sejarawan asal Maroko, Ibnu Batutah, Samudera Pasai merupakan pusat studi Islam. Kerajaan ini terus berkembang dan mencapai puncak kejayaannya pada abad XV di bawah kepemimpinan Sultan Malikul Zahir.

Samudera Pasai mengalami keruntuhan dengan kisah yang cukup pelik. Tidak adanya pengganti Sultan Malikul Zahir yang menyebabkan terjadinya perebutan kekuasaan diperparah dengan serangan Portugis. Tidak cukupnya kekuatan dari dalam inilah yang kemudian menyebabkan Samudera Pasai hancur dan menjadi kepingan sejarah.

Kerajaan Demak

Kerejaan Islam di Indonesia - 1.bp.blogspot.com
Kerejaan Islam di Indonesia – 1.bp.blogspot.com

Sebelumnya, Demak merupakan sebuah kabupaten yang ada di dalam wilayah otoritas Kerajaan Majapahit dengan Raden Patah sebagai adipatinya. Baru pada akhir abad XV saat Majapahit mengalami kekacauan dan wilayah-wilayah di bawah kekuasaannya mulai bertikai, Demak memilih untuk tidak ikut dalam pertikaian dan mendirikan kekuatan sendiri.

Kerajaan yang menjadi pelopor persebaran Islam di tanah Jawa ini mengalami masa keemasan di bawah kepemimpinan raja ketiganya setelah Adipati Unus, yakni Sultan Trenggono. Sultan Trenggono sendiri merupakan anak ketiga dari Raden Patah dan tidak lain merupakan adik dari Adipati Unus.

Keberhasilan terbesar Kerajaan Demak yang terjadi pada masa ini adalah merebut Sunda Kelapa dari tangan Kerajaan Pajajaran dan memblok kapal-kapal Portugis yang akan berlabuh di sana. Selain itu, ekspansi besar-besaran juga dilakukan ke kawasan timur Pulau Jawa seperti Tuban, Surabaya, hingga melakukan serangan ke kerajaan Hindu di Banyuwangi, Kerajaan Blambangan.

Seperti kebanyakan penyebab keruntuhan kerajaan besar lainnya, Demak juga mengalami konflik internal yang memperebutkan kekuasaan sebelum akhirnya hancur. Peristiwa ini terjadi di antara Pangeran Prawoto dan Pangeran Sido Lapen yang tidak lain merupakan anak dan saudara Sultan Trenggono. Sang Sultan sendiri gugur dalam pertempuran saat melakukan ekspansi di wilayah Pasuruan.

Kerajaan Gowa-Tallo

Kerejaan Islam di Indonesia - assets.kompas.com
Kerejaan Islam di Indonesia – assets.kompas.com

Di kawasan timur Indonesia, Kerajaan Gowa-Tallo adalah salah satu kerajaan Islam terbesar yang pernah ada. Sesuai namanya, kerajaan ini berasal dari dua daerah—Gowa dan Tallo. Kedua raja dari masing-masing kerajaan ini resmi memeluk Islam pada tahun 1605 M.

Setelah memeluk Islam, barulah kemudian Kerajaan Gowa melakukan perluasan wilayah politik dengan tujuan memperluas ajaran Islam. Di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, Gowa dan Tallo kemudian bergabung menjadi satu dan melahirkan sebuah kerajaan baru yang besar dan menjadi salah satu ancaman terbesar kaum kolonial Belanda.

Di masa kepemimpinan Ayam Jantan dari Timur inilah Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaan. Wilayah politik berkembang luas hingga ke Matos, Bulukamba, Mondar, bahkan Selayar dan wilayah Indonesia Timur. Namun, masa keemasan tersebut harus kandas setelah Portugis menggempur habis-habisan. Setelah penandatanganan Perjanjian Bongaya yang dilakukan dengan sangat terpaksa, Gowa-Tallo kerajaan Islam di tanah Sulawesi ini akhirnya harus bertekuk lutut.

Itulah tiga kerajaan Islam di Indonesia yang terbesar dan tersebar di beberapa wilayah nusantara. Meski pada akhirnya mengalami keruntuhan, dampak yang diberikan sangat besar bagi kehidupan agama Islam di Indonesia hingga hari ini.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close