Haji

Riwayat Kuota Haji Indonesia: Dari Era Orde Lama hingga Reformasi

Pelaksanaan ibadah haji zaman dahulu dengan sekarang tentu saja jauh berbeda. Dulu, jemaah terhambat dengan fasilitas yang minim. Saat ini, fasilitasnya sudah modern dan ibadah haji pun bisa dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Sebagai imbasnya, Pemerintah Arab Saudi pun melakukan pembatasan jemaah.

Masing-masing negara memiliki jumlah maksimal jemaah yang diberangkatkan. Indonesia pun turut mengikuti kebijakan ini. Kuota setiap negara pun berbeda satu sama lain. Misalnya, kuota haji Indonesia berbeda dengan negara Brunei. Praktisnya, penetapan tersebut sepenuhnya menjadi hak Arab Saudi yang bertugas memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan lancar.

Dalam perjalanan sejarah, kuota haji Indonesia terus mengalami penambahan. Mulai dari era orde lama saat dipimpin Ir. Soekarno hingga era reformasi di tahun 2017 ini.

Kuota haji Indonesia di Era Orde Lama

Kuota Haji Indonesia - static.republika.co.id
Kuota Haji Indonesia – static.republika.co.id

Dinamika kuota haji Indonesia berawal pada kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Saat itu, KH. Hasyim Asy’arie Tokoh NU yang juga aktif di Partai Masyumi mengeluarkan fatwa bahwa haji tidak wajib. Alasannya, Indonesia dalam kondisi perang. Baru pada tahun 1948, Indonesia mengirim utusan dan menghadap secara langsung dengan pemimpin Arab Saudi saat itu, Raja Ibnu Saud.

Hasil pertemuan tersebut pun membuahkan hasil positif. Bendera merah putih berkibar untuk pertama kalinya di Arafah. Selanjutnya, pada tahun 1949, Indonesia tercatat memberangkatkan sebanyak 9.892 orang. Dari total jemaah tersebut, sebanyak 320 orang meninggal dunia di Tanah Suci.

Jumlah kuota haji Indonesia pun terus mengalami penambahan. Pada tahun 1952, Indonesia memberangkatkan total sebanyak 14.324 jemaah. Pemberangkatan dilakukan lewat laut dan udara, masing-masing sebanyak 14.031 dan 293 orang. Saat itu, ongkos naik haji lewat kapal memang jauh lebih murah, hanya Rp7.500. Sementara, ongkos haji naik pesawat dipatok dengan tarif Rp16.691.

Hanya saja, sempat terjadi penurunan jumlah jemaah haji di era orde lama, tepatnya pada tahun 1961. Tercatat, hanya ada sebanyak 7.820 jemaah yang diberangkatkan ke tanah suci. Penurunan ini terjadi karena adanya kebijakan pencabutan biaya subsidi. Untuk berangkat haji, jemaah harus mengeluarkan ongkos mencapai Rp39 ribu.

Kuota haji Indonesia di Era Orde Baru

Kuota Haji Indonesia - poskotanews.com
Kuota Haji Indonesia – poskotanews.com

Pelaksanaan ibadah haji pada orde lama bermula di tahun 1966. Saat itu, terdapat sebanyak 15.983 jemaah yang diberangkatkan ke Mekah. Pemerintah menetapkan tiga jenis ongkos haji, yakni haji dengan kapal laut, haji berdikari, serta haji dengan pesawat. Masing-masing dipatok dengan tarif Rp27 ribu, Rp67.500, dan Rp110 ribu.

Pada era ini, tepatnya di tahun 1974, terjadi hal memilukan yang menimpa jemaah haji Indonesia. Pesawat Martin Air yang mengangkut jemaah haji mengalami kecelakaan di Sri Lanka. Akibatnya, 182 penumpang beserta 9 awak meninggal dunia. Selain itu, pada era ini juga terjadi penghapusan pemberangkatan haji lewat laut, tepatnya mulai tahun 1979.

Kuota haji Indonesia di Era Reformasi

Kuota Haji Indonesia - img.okezone.com
Kuota Haji Indonesia – img.okezone.com

Era reformasi dimulai setelah mundurnya Presiden Soeharto di tahun 1998. Namun, pergantian kepemimpinan tersebut tidak berdampak pada pelaksanaan haji. Pemerintah mengeluarkan UU Nomor 17 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang selanjutnya membagi kuota haji Indonesia jadi dua, reguler dan khusus.

Di era ini, tidak hanya terjadi penambahan kuota haji. Namun, pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah. Termasuk di antaranya adalah layanan katering, pemondokan, serta transportasi.

Puncaknya, di tahun 2017 Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah. Angka tersebut pun mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Total, ada penambahan sebanyak 50.200 jemaah. Hal ini tentu saja berpengaruh positif bagi umat Islam yang berkeinginan melaksanakan haji ke Mekah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: