Dunia Islam

Macam-Macam Shalat Sunnah

Shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan namun tidak diwajibkan. Dalam artian, jika dilaksanakan akan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa. Shalat sunnah ini sendiri terbagi ke dalam beberapa golongan, baik menurut hukum maupun cara pelaksanaan.

Menurut hukum, shalat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu:

Macam-Macam Shalat Sunnah - Markaz Imam Malik
Macam-Macam Shalat Sunnah – Markaz Imam Malik
  • Sunnah Muakad
    Shalat sunnah yang hukumnya sangat dianjurkan, bahkan hampir mendekati wajib. Misalnya, shalat hari raya, shalat sunnah Thawaf, dan shalat sunnah witir.
  • Sunnah Ghairu Muakkad
    Shalat sunnah yang dianjurkan, meski memang penekanannya tidak sekuat sunnah muakkad. Misalnya, shalat sunnah rawatib, shalat gerhana, dan lainnya.

Menurut cara pelaksanaan, shalat sunnah terbagi menjadi 2, yaitu:

Macam-Macam Shalat Sunnah - Nadirhosen.net
Macam-Macam Shalat Sunnah – Nadirhosen.net

Shalat Sunnah Munfarid atau shalat sunnah yang dilakukan secara sendiri-sendiri (individual). Macam-macam shalat sunnah ini, di antaranya:

  • Shalat Tahiyatul Wudu
    Shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika selesai berwudu.
  • Shalat Tahiyatul Masjid
    Shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan ketika seseorang baru saja memasuki masjid. Tepatnya, sebelum orang tersebut duduk. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadis, “‘Apabila seseorang di antara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu’. (H.R. Bukhari dan Muslim).
  • Shalat Duha
    Shalat sunnah yang bisa dikerjakan ketika waktu duha telah tiba. Waktu duha itu sendiri adalah ketika matahari telah naik kurang lebih 7 hasta, atau sekitar pukul 7 pagi hingga sebelum waktu zuhur. Shalat ini bisa dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.
  • Shalat Rawatib
    Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardu. Shalat sunnah ini kemudian disebut dengan shalat sunnah Qabliyah (sebelum shalat fardu), dan shalat sunnah Ba’diyah (Sesudah shalat fardu).
  • Shalat Istikharah
    Shalat sunnah yang dilakukan untuk meminta petunjuk, utamanya ketika dihadapkan pada dua pilihan atau ketika akan membuat sebuah keputusan. Shalat sunnah ini bisa dikerjakan kapan saja, tetapi yang lebih utama dikerjakan pada saat 2/3 malam.
  • Shalat Tahajjud
    Shalat tahajjud sering pula disebut dengan Qiyamul Lail atau shalat malam. Disebut demikian karena shalat ini adalah shalat yang dikerjakan di waktu malam, tepatnya setelah shalat isya (sepertiga malam), tengah malam, dan 2/3 malam. Shalat ini bisa dikerjakan dengan minimal 2 rakaat dan maksimal sebatas kemampuan Anda.
  • Shalat Hajat
    Shalat sunnah yang dilakukan untuk memohon agar segala hajat atau keinginan bisa dikabulkan oleh Allah SWT.
  • Shalat Taubat
    Shalat sunnah yang dilakukan untuk meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
  • Shalat Tasbih
    Shalat yang sangat dianjurkan untuk bisa dikerjakan. Jika memungkinkan, bisa dilakukan setiap malam, tetapi jika tidak, bisa dikerjakan seminggu sekali, sebulan sekali, atau paling tidak sekali dalam seumur hidup.

Shalat Sunnah Berjamaah adalah shalat sunnah yang pelaksanaannya disunnahkan untuk berjamaah (bersama-sama). Macam-macam shalat sunnah ini adalah:

  • Shalat Hari Raya
    Shalat yang dilakukan pada saat hari raya umat Islam, baik itu hari raya Idulfitri maupun Iduladha. Shalat sunnah ini hukumnya adalah sunnah Mu’akad (sangat dianjurkan). Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah ayat Alquran, ’Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu’ (Q.S. Al Kautsar : 1-2)
  • Shalat Tarawih
    Shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat isya selama bulan ramadhan. Shalat sunnah ini pada dasarnya bisa dilakukan secara munfarid ataupun secara berjamaah. Meski memang, lebih diutamakan shalat ini dilakukan secara berjamaah.
  • Shalat Istisqa’
    Shalat sunnah yang dilakukan untuk meminta datangnya hujan.
  • Shalat Gerhana (Khusuf dan Kusuf)
    Shalat yang dilakukan ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan. Shalat ini bisa dilakukan secara berjamaah maupun secara munfarid.

Itulah macam-macam shalat sunnah yang penting untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close