FikihHajiUmroh

Ini Tata Cara Ihram yang Wajib Anda Ketahui

Bagi para calon jamaah umroh alangkah baiknya bila mengetahui tata cara berihram, sebelum menunaikan ibadah sunah ini. Jamaah yang hendak melakukan ibadah umroh, diwajibkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW saat menjalankan ibadah umroh.

Yang dimaksud Ihram adalah mengenakan pakaian ihram dengan kain putih serta mengucapkan niat untuk berumroh di Miqat. Istilah Ihram sendiri berarti menghindari segala sesuatu yang ditentukan selama melaksanakan ibadah umroh.

Nah, inilah tata cara ihram menurut sunah nabi.

Mandi Ihram

Mandi ihram - cheatsheet.com
Mandi ihram – cheatsheet.com

Jamaah baik laki-laki dan perempuan disunahkan mandi ihram sebelum melakukan ihram, yaitu bersuci dengan melakukan mandi besar. Jika tidak memungkinkan, jamaah bisa melakukan wudu. Namun jika tidak terdapat air, tidak perlu melakukan tayamum. Sebelum mandi, jamaah memotong kuku dan rambut di tubuh serta khusus jamaah wanita tidak boleh memakai kosmetik.

Sebagaimana firman Allah:

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)”. (QS. Al-Maidah : 6).

Mandi ihram hukumnya sunah, jadi jika jamaah ihram tanpa mandi atau hanya berwudu saja tidak akan berdosa.

Memakai Wangi-Wangian

Mandi ihram - arabianparfumeoil.com
Mandi ihram – arabianparfumeoil.com

Saat berihram disunahkan untuk memakai wangi-wangian. Namun, wewangian ini hanya boleh digunakan pada anggota tubuh, tidak pada pakaian ihram. Sesuai sabda Rasulullah SAW:

“Janganlah kalian memakai pakaian yang terkena minyak wangi za’faran dan wars.” (HR. Muttafaqun alaih).

Sebagaimana yang dikatakan Aisyah, “Sebelum Nabi SAW berihram, aku memakaikan wangi-wangian kepada beliau SAW untuk pelaksanaan ihram beliau, dan ketika halalnya sebelum beliau Tawaf di Ka’bah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengenakan Dua Helai Kain Putih

Mandi ihram - bukalapak.com
Mandi ihram – bukalapak.com

Saat ihram, jamaah diwajibkan memakai dua helai kain putih sebagai sarung dan selendang, seperti sabda Rasulullah SAW. Sedangkan untuk wanita, tetap menggunakan pakaian yang menutup semua aurat kecuali muka dan telapak tangan.

“Hendaklah salah seorang dari kalian berihram dengan menggunakan sarung dan selendang serta sepasang sandal”. (HR. Ahmad).

“Sebaik-baik pakaian kalian adalah yang berwarna putih, maka kenakanlah dia dan kafanilah mayat kalian dengannya”. (HR. Ahmad).

Berihram setelah Salat

Mandi ihram - i2.wp.com
Mandi ihram – i2.wp.com

Jamaah disunahkan untuk melakukan ihram setelah salat, sesuai sabda Rasulullah SAW dalam hadis Ibnu Umar.

Tadi malam telah datang utusan dari Rabbku, lalu ia berkata, “Salatlah di Wadi yang diberkahi ini dan katakanlah, ‘Umratan fi hajjatin”.

Niat Melakukan Salah Satu Manasik

Mandi Ihram - shutterstock.com
Mandi Ihram – shutterstock.com

Jamaah berniat untuk melaksanakan salah satu manasik, yang disunahkan untuk diucapkan serta bisa memilih salah satu dari ifrad, qiran, dan tamattu’.

Talbiyah

Mandi ihram - 4.bp.blogspot.com
Mandi ihram – 4.bp.blogspot.com

Waktu talbiyah ini dilakukan setelah berihram, saat akan melakukan perjalanan. sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hajinya.

“Rasulullah SAW mulai membaca talbiyah ketika telah tegak ontanya di al-baida beliau ihram dengan haji lalu bertalbiyah dengan tauhid, labbaika allahumma labaik…” (HR. Muslim)

Bacaan Talbiyah:

Labbaika Allahumma labbaik labbaika laa syariikalaka labbaik Innal hamda wani’mata laka wal mulk laa syarikaa laka. 

Pelaksanaan talbiyah ini dilakukan oleh jamaah laki-laki dengan mengangkat suara dan tidak disarankan dilakukan secara berjamaah. Sebaliknya bagi jamaah wanita harus merendahkan suaranya.

Demikianlah, tata cara melakukan ibadah ihram mulai dari mandi ihram, hingga talbiyah. Semua harus dilakukan sesuai dengan ajaran dan tuntunan Rasulullah SAW saat melakukan ihram. Dengan demikian calon jamaah diharapkan bisa mendapatkan umroh yang mabrur, dengan memahami tata cara pelaksanaannya. Semoga bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: