HajiTausiyahUmroh

Kyai Prof Dr H Ahmad Zahro MA Al-Chafidz: Bolehkah Membayar Dam di Luar Mekah?

ada persoalan yang akhir-akhir ini trend atas permintaan Bapak Wapres Bapak Yusuf Kala bukan permintaan qd beliau mikir orang Indonesia ini kan masih banyak yang membutuhkan bantuan dana untuk dam tamattu’ saja itu untuk gaji Indonesia sekitar 400 melihat masing-masing orang dua juta itu kalau dikalikan 200400 miliar kalaupun berupa daging atau berupa binatang kan lebih bagus di sembelih di sini kalau ndak boleh di

bayarkan berupa uang maka kalau harus disembelih baiknya di sini dan beri belum memberi contoh waktu haji menyembelihnya di sini kemudian menghancurkannya Makanya juga menyembelih disini selalu minta kepada MUI untuk membahas masalah ini agar menjadi bagian dari dinamika hukum Islam atau peci Haji saya sudah melacak banyak kitab tidak seorang ulama yang membolehkan penyembelihan jam di luar tanah haram di luar Mekah jangankan Indonesia di Madinah kaca tidak boleh kok nyala Indonesia pemenang al qodar disebut waktunya sudah disepakati para ulama harus hari nahar atau hari tasyrik naikkan Pangkat 10

kejahatan 11 12 13 atau masak sapi yang penting sudah umroh itu kan kita kan Ada Matinya jamaah haji nya sudah di sana nyembelih gimana atuh ditinggal sini kemudian waktu hari ini akan disembelih disembelih di sini namanya kurban Nah kalau kurban di mana saja boleh justru sebaiknya jangan dibawa ke sana memang ada jamaah haji yang kurban di sana tapi kalau kurban bagusnya ditinggal di tanah air di daerah masing-masing supaya manfaatnya bisa dinikmati oleh tetangga yang bersangkutan Tetapi kalau Dam tamattu’ ini memang rangkaian tak terpisahkan dari proses ibadah haji waktunya ditentukan tempatnya ditentukan

kalau bapak wakil presiden Dam tamattu’ nya disembelih di sini ya memang nggak sih tapi kan belum Haji berkali-kali jadi nggak masalah tapi jangan yang dibayar tidak di sana itu nggak boleh nggak seorang sahabat pun bakal ayat Alquran yang jelas kok dicampakkan kalau membunuh binatang atau waktu melanggar waktu itu punya binatang itu dalamnya harus dibawa ke dekat Kakbah Balikpapan itu Jadi intinya Kalaupun kita ingin agar manfaat daging itu dirasakan oleh orang Indonesia orang dari negeri asal jamaah tabligh di Filipina atau di Indonesia maka bisa berunding dengan pemerintah Saudi

binatangnya tetap disembelih di tanah haram di waktu yang ditentukan sebagai Dam tamattu’ nya Haji tamattu damnya harus disembelih di tanah suci Mekah tanah garam dan di waktu waktu yang telah ditentukan yaitu waktu Haji atau dalam perspektif Syafi’i 3 lagi sedang umroh Tetapi setelah disembelih di sana Baik daging kurban mapolda jam itu kalau dulu deh waktu saya masih haji tahun 86 itu memang dibuang karena itulah tulang-tulang orang nggak itu sibuk tadi udah nggak mikir daging sementara yang kebagian Zakheus wale wale

masakan daging agar daging saya jadi arofah itu banyak kemudian urutan key setelah haji itu datang ini aja itunya waktu itu jadi setelah proses jadi selesai tiba-tiba banyak burung pantet udah habis dalam waktu nggak sampai 1 hari tapi kemudian waktu itu lagi dong saya juga termasuk yang udah ini ngobatin pasien itu apa komunikasi dengan pimpinan di pemakaman cina di pandangan para ulama itu saya sering komunikasi kan ada malah debat saya saya sarankan salah satunya adalah ini sebaiknya di kaleng diawetkan Jangan begini mengubah zat yang ditunjuk pemerintah Saya tidak mau karena itu ibadah ibadah

nggak ada perintahnya untuk dikalengkan diawetkan nggak ada yang disembelih jam kemudian dibagikan yang harus dilakukan saat di depan mata kepala sendiri waktu bisa terulang hewan ora gelem ngakoni kucing di sini kemudian Tahun berapa itu Al Hamdah pemerintah Saudi mau merespon usulan para jamaah seluruh dunia bahwa akhirnya Semua daging kurban maupun Tentukan jam tuh bukannya jam atau saja jam dia tuh banyak sekali itu dikalengkan terus dikirim ke negara-negara miskin ya menurut Saudi yang pantas dikirim ucapan mana Kalau memang ingin daging yang berasal dari Jamaah Haji Indonesia ingin baliknya Indonesianya kita lebih

pemerintah saya tidak menginginkan itu kok tetep dikirimkan pada fakir miskin baik di daerah Arab jadi maupun umurnya di Afrika dan Bangladesh tentang saya Indonesia memang nggak belum pernah minta nah ini kalau ini boleh minta lah nanti bisa dibawa ke Indonesia kalau motifnya adalah untuk itu tapi kayaknya kalau motifnya Pak Pak Wakil Presiden bukan dagingnya tapi kalau bisa dibayar uang memang ada mazhab Hanafi membolehkan dibayar uang tapi bukan dampak masuknya ada jamnya way to Bully di bayar uang tapikan pertama tidak boleh saya lagi tamattu itu bagian dari ibadah mahdhoh ibadah murni Haji nggak bisa di reka reka yang jelas disembelih di tanah haram di waktu prosesi Haji perkoro sesudah itu pemanfaatnya diawetkan dulu dikalengkan kemudian dikirim

peta ke daerah lain itu adalah lebih pertimbangan Maslahah memang dulu dulu daging kurban itu nggak boleh lewat hari tasyrik jadian di balik kebaikan Harus habis tanggal 13 Juli kejadian di sana tapi kemudian dibagikan setelah dikalikan di Bagan udah itu yang yang terpenting waktu penyembelihan nya adalah sesuai ketentuan syariat qurban ya tanggal 10 11 12 13 kalau tamattu’ kulit sebelum itu kemudian maksimal tahu sampai tanggal 13 hadirin rohimakumullah memang dalam kaitan prosesi ibadah haji teorinya bisa jelas diterangkan di sini tapi nanti kalau banjir yang sudah di sana itu ngurusi antri kencing manis

ya Kok suara cicak ke pasar yang penting kini pokoknya semua yang akan berangkat haji harus mati sabar itu yang penting Kode anti kencing antri makan semua apalagi lempar jumroh banyak gangguan banyak godaan untuk marah untuk emoji capek sehingga masalah-masalah begini ini kadang-kadang ya ya tolong nanti pembimbing Haji nya juga cermat teliti Jangan sampailah kita menekan hatinya sekali kemudian jamnya berupa uang tidak disembelih lowongan kerja di smule uang harus diberikan kambing di sana kemudian disembelih di sana kalau saya sih harus tahu ini atas nama siapa itu tapi nasinya mah cuman kan Nggak telaten itu tolong nanti berhati-hati sebenarnya

yang paling bertanggung jawab adalah pembimbingnya Reksadana pembimbing itu juga ya Nggak semuanya Klaten sehingga banyak juga yang banyaknya ke Indonesia Oleh karena itu saya saya anjurkan kepada Ini calon calon haji ini yang Klaten tanya yang telaten berkomunikasi berkonsultasi kalau memang tidak bisa dengan pembimbing Ya sudahlah dengan saya nggak apa-apa Asal sabar nunggu jawabannya

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close