Dunia Islam

Menilik Peran Tiongkok dalam Proses Dakwah Islam di Korea Selatan

korea - s3.thingpic.com
korea – s3.thingpic.com

Korea Selatan bukanlah negara dengan jumlah umat Islam yang banyak. Bahkan, di negara ini Islam merupakan agama minoritas. Meski begitu, keberadaan umat Islam di tanah Korea semakin memperlihatkan perkembangan ke arah yang positif. Menurut catatan Wikipedia, saat ini terdapat sekitar 100 ribu umat Islam di Korea – warga Korea Selatan dan warga asing.

Hal yang menjadi patokan perkembangan umat Islam di Korea adalah keberadaan komunitas muslim di sana. Saat ini, terdapat 15 masjid yang tersebar di berbagai kota besar di Korea Selatan. Ada pula 42 musholla yang ditempatkan area wisata populer di negara tersebut.

Dengan perkembangan tersebut, tentu muncul sebuah pertanyaan besar. Bagaimana proses dakwah Islam di Korea bisa terjadi? Mengingat, negara di Asia Timur ini berjarak cukup jauh dengan negara-negara Islam yang ada di Timur Tengah.

Menurut buku berjudul Korea: A ReligiousHistory (2002) yang ditulis oleh James HuntleyGrayso, keberadaan agama Islam di Korea tidak lepas dari peran saudagar dari Tiongkok. Pada abad ketujuh, terjadi pertempuran antara Dinasti Tang dengan Kekhalifahan Abbasiyah. Pertempuran ini berujung pada kekalahan pasukan Dinasti Tang.

Selama pertempuran tersebut, para saudagar muslim dari Arab sudah melakukan kontak secara langsung dengan warga Kerajaan Silla, satu dari 3 kerajaan besar di Korea. Mengingat, Kerajaan Silla punya hubungan kerja sama yang erat dengan Dinasti Tang.

Hanya saja, dakwah Islam saat itu tidak terjadi secara masif. Keberadaan umat Islam di Korea baru diakui pada abad kesembilan. Saat itu, terjadi peristiwa Silla Bersatu yang disertai dengan kedatangan para saudagar dari bangsa Arab dan Persia. Tercatat ada sekitar 100 orang yang tiba di tanah Korea.

Sejak itu, gelombang kedatangan umat Islam pun terus berlanjut. Termasuk di antaranya adalah saudagar dari Tiongkok yang beragama muslim – kerap disebut Muslim Hui. Banyak yang menetap dan berasimilasi dengan warga setempat. Sebagai buktinya, terdapat masjid pertama di Korea yang bernama Masjid Yekung di Ibu Kota Kaesong.  Hanya saja, perkembangan umat Islam di Korea saat itu tidak signifikan.

Perkembangan dakwah Islam di Korea baru terlihat positif saat memasuki abad ke-20. Peristiwa penyerangan Jepang ke Semenanjung Korea pada 1910 membuat kemunculan gelombang pengungsi menuju Tiongkok. Ada sekitar 1 juta orang Korea yang melarikan diri dan akhirnya berinteraksi dengan komunitas Muslim Hui.

Dari proses ini, dakwah Islam kepada warga Korea mulai terlihat. Ada beberapa warga Korea yang memilih menjadi muallaf. Proses dakwah pun terus berlanjut seiring dengan terjadinya peran saudara antara Korea Utara dengan Korea Selatan pada rentang tahun 1950-1953.

Pada masa perang ini, Turki yang dikenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam mengirimkan bantuan 5 ribu tentara. Para pasukan Turki tersebut tidak hanya membantu Korea Selatan dalam melawan pasukan dari Korea Utara. Mereka juga berperan aktif dalam proses dakwah Islam kepada warga Korea.

Bahkan, ada beberapa pasukan yang akhirnya memilih tinggal di Korea Selatan. Pasukan-pasukan itu dipimpin oleh Imam AbdulgafurKaraismailoglu dan menyebar luaskan agama Islam di Korea Selatan. Dari sini, muncullah Yayasan Komunitas Muslim Korea.

Hanya saja, perkembangan agama Islam di Korea Selatan tidak sebesar seperti di Indonesia. Namun, untuk menuju ke arah tersebut sudah mulai terlihat. Apalagi, saat ini Pemerintah Korea Selatan memiliki kebijakan yang positif terhadap umat Islam. Termasuk di antaranya adalah usaha dalam meningkatkan pariwisata halal. Semua itu tidak lepas dari peran warga Muslim Hui dari Tiongkok.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close