Dunia Islam

Metode Dakwah Nabi Muhammad dalam Menyebarkan Agama Islam di Tanah Arab

Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan agama Islam bagi seluruh manusia. Dalam prosesnya, dakwah Nabi Muhammad dilakukan secara bertahap. Bermula ketika beliau diangkat menjadi nabi dan rasul di usia 40 tahun hingga meninggal di usia 63 tahun.

Meski singkat – hanya 23 tahun, 13 tahun di Kota Mekah dan 10 tahun di Kota Madinah – dakwah Nabi Muhammad SAW penuh lika-liku dan tentangan. Utamanya dari kaum Quraisy. Namun, dengan usaha keras dan pertolongan Allah SWT, beliau berhasil menghadapi berbagai rintangan tersebut dan membuat Agama Islam tersebar luas di tanah Arab.

Dalam melaksanakan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW melakukan dua tahapan. Pada tahap pertama, beliau menyiarkan Agama Islam secara sembunyi-sembunyi. Beliau hanya mengajak orang-orang terdekatnya untuk masuk Islam. Termasuk di antaranya adalah istrinya tercinta Khadijah, Ali bin Abi Talib, serta Abu Bakar.

Pilihan dakwah Nabi Muhammad SAW secara diam-diam ini juga merupakan perintah Allah SWT. Mengingat, kondisi saat itu memang masih belum memungkinkan. Terutama, karena kondisi bangsa Arab yang masih jahiliah dan tidak adanya sahabat yang mendukung perjuangan beliau.

Setelah turunnya wahyu kedua, yakni surat Al-mudatsir ayat 1-7, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan dakwah secara terang-terangan. Turunnya wahyu kedua ini berselang cukup lama dengan wahyu pertama.

Ada dua pendapat terkait turunnya wahyu kedua ini. Ada yang berpendapat kalau wahyu itu diturunkan saat beliau melihat tubuh Malaikat Jibril secara langsung. Sementara, pendapat lain mengungkapkan kalau wahyu kedua diturunkan saat Nabi Muhammad SAW berada di rumah Khadijah.

Setelah menerima wahyu kedua tersebut, Rasulullah kemudian naik ke Bukit Shofa. Di sana, beliau menyerukan kepada warga Mekah untuk meninggalkan berhala-berhala yang disembahnya dan beralih kepada Allah SWT.

Namun, ajakan untuk masuk Islam tersebut mendapatkan tentangan dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah dari paman Beliau, Abu Lahab. Bahkan, Abu Lahab dikenal sebagai sosok yang paling keras dalam menentang dakwah Nabi Muhammad SAW.

Sebagai buktinya, Allah SWT pun menurunkan surat Al-Lahab sebagai balasan dan kutukan atas sikap Abu Lahab kepada Rasulullah. Kutukan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Abu Lahab, melainkan juga kepada istrinya yang dikenal sebagai sosok pengadu domba dan tukang fitnah.

Peristiwa Penting dalam Dakwah Nabi Muhammad SAW

Banyak kejadian yang menjadi penghalang serta tantangan dalam dakwah Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya dari kaum Quraisy, tapi juga peristiwa yang membuat beliau bersedih. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Tahun Duka Cita

Tahun Duka Cita - static.pexels.com
Tahun Duka Cita – static.pexels.com

Peristiwa ini berlangsung pada 10 tahun kenabian. Di masa ini, beliau kehilangan dua orang tercintanya sekaligus. Yakni, paman beliau Abu Talib dan Khadijah.

Isra’ Mi’raj

Isra’ Mi’raj -islami.co
Isra’ Mi’raj -islami.co

Peristiwa ini berlangsung pada tahun yang sama dengan peristiwa Tahun Duka Cita. Pada kejadian ini, Rasullullah menerima perintah melaksanakan shalatfardhubagi  seluruh umat Islam.

Rencana pembunuhan nabi

Rencana pembunuhan nabi - abulyatama.ac.id
Rencana pembunuhan nabi – abulyatama.ac.id

Kejadian ini menjadi pemicu terjadinya hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Saat itu, kaum Quraisy mengepung rumah Rasulullah dan berencana membunuhnya.

Pendirian Masjid Quba

Pendirian Masjid Quba - hajjumrahplanner.com
Pendirian Masjid Quba – hajjumrahplanner.com

Setelah peristiwa rencana pembunuhan oleh kaum Quraisy, Rasulullah pindah ke Madinah – dulu dikenal dengan nama Yatsrib. Di sini, terjadi peristiwa bersejarah, yakni pendirian masjid pertama umat Islam, yakni Masjid Quba.

Piagam Madinah

Piagam Madinah - fthmb.tqn.com
Piagam Madinah – fthmb.tqn.com

Peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad menjalin hubungan antara umat Islam (kaum Muhajirin dan Ansar) di Madinah menjalin ikatan persaudaraan dengan kaum lain, yakni Yahudi, Majusi, dan Nasrani.

Selain beberapa peristiwa tersebut, ada pula beragam peperangan yang harus dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW dalam proses penyebaran Agama Islam. Termasuk perang dengan kaum Quraisy.

Banyak teladan yang bisa didapatkan dari kisah hidup Nabi Muhammad SAW. Umat Islam pun wajib mempelajarinya. Apalagi, sebagai umat yang mengaku cinta dengan Rasulullah

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close