Dunia Islam

Muslim Bosnia dan Sejarah Penyebaran Islam

Kawasan Eropa adalah basis penyebaran Katolik dengan pusat ada di Roma, Italia. Sejak ratusan tahun silam, mayoritas penduduk di benua memeluk Katolik hingga pada abad pertengahan Kerajaan Turki Ottoman datang untuk melakukan perluasan kekuasaan.

Mulai pertengahan hingga akhir abad ke-15, pasukan dari kerajaan Turki Ottoman mulai datang ke Eropa untuk menaklukkan beberapa wilayah. Dalam penaklukan ini, orang-orang dari Turki Ustmani juga menyebarkan Islam secara perlahan-lahan termasuk di kawasan Bosnia yang kala itu masih dihuni penduduk yang memeluk Kristen Ortodoks atau Katolik Roma.

Islam Menjadi Agama Penting di Bosnia

Muslim bosnia - worldbulletin.net
Muslim bosnia – worldbulletin.net

Sejak dimasuki dan dikuasai oleh pasukan dari Turki Ottoman, kawasan Bosnia diubah menjadi provinsi khusus. Penduduk di kawasan ini dibiarkan hidup dengan bebas tanpa harus terikat oleh aturan tertentu. Aturan yang cukup bersahabat ini membuat penduduk lokal mulai mempelajari kebudayaan dari kawasan Turki hingga memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Sebelum kawasan Bosnia lepas dari kekuasaan Turki Ottoman ada sekitar dua per tiga total penduduk yang memeluk Islam. Jumlah ini cukup banyak sehingga mengkhawatirkan kelompok tertentu yang sudah lebih dahulu berada di Bosnia dan berniat menguasai wilayah ini secara penuh.

Serangan Terhadap Pemeluk Islam

Muslim bosnia - voanews.com
Muslim bosnia – voanews.com

Memasuki pertengahan abad ke-19, pemberontakan terjadi di kawasan Bosnia. Akhirnya wilayah ini berhasil mendapatkan kekuasaan atas wilayahnya sebelum dicaplok oleh Austria-Hungaria pada awal abad ke-20. Setelah dicaplok oleh negara tetangga. Turki Ottoman praktis tidak memiliki wilayah ini sehingga peradaban Islam di sini menurun dengan drastis.

Salah satu momen terburuk yang dialam oleh Muslim Bosnia selepas ditinggal oleh Turki Ottoman adalah tekanan dari ekstremis dari Serbia dan Croasia. Ekstremis ini tidak menginginkan adanya Islam sehingga terjadi aksi perusakan massal pada tempat ibadah seperti masjid secara masif.

Pada selang waktu 1992-1995, Bosnia kehilangan banyak masjid dan tempat pendidikan Islam. Dalam tiga tahun saja ada 527 bangunan dihancurkan secara total. Lebih lanjut dua ekstremis itu juga merusak 1.353 bangunan lain meski masih bisa direnovasi dan digunakan kembali.

Selama periode perusakan ini, Muslim Bosnia mengalami ketakutan yang sangat parah sehingga banyak dari mereka takut ibadah atau beralih agama. Survei penduduk baru yang dilakukan di Bosnia menunjukkan ada penurunan sekitar 15% penduduk Islam. Saat ini penduduk tetap beragama Islam hanya ada 51% saja.

Muslim Bosnis di Era Modern

Muslim bosnia - yimg.com
Muslim bosnia – yimg.com

Meski Islam adalah agama mayoritas di kawasan ini, banyak penduduk di Bosnia lebih memilih untuk menjalani hidup sebagai ateis. Sekularisme berkembang pesat di sini sehingga atribut-atribut keagamaan Islam seperti hijab untuk wanita kerap tidak digunakan. Muslim Bosnia hanya menggunakan atribut Islam pada hari-hari besar seperti Idul Fitri atau saat puasa.

Saat ini pemerintah Bosnia tidak melakukan larangan atau batasan kepada penduduk yang mau memeluk agama atau aliran tertentu. Pemerintah tidak melakukan pengumpulan data terkait dengan agama yang dipeluk oleh penduduk setempat. Kebebasan beragama diterapkan di negara ini agar keamanan dan kenyamanan terjadi setiap saat dan aksi perusakan pada tahun 90-an tidak terjadi lagi.

Muslim Bosnia saat bisa hidup dengan aman dan nyaman meski pada beberapa waktu mengalami friksi dengan beberapa kelompok. Pasca Perang Bosnia, Islam yang ada di kawasan ini tidak hanya berasal dari Sufisme saja. Paham Wahabisme yang berasal dari Timur Tengah juga masuk ke kawasan ini sehingga kerap terjadi pertikaian yang dipolitisasi. Muslim yang menjadi mayoritas di sini jadi kerap bertikai dengan sesamanya dan berujung pada tindakan kekerasan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close