Dunia Islam

Mengenal Wajah Muslim di Jerman

Pemeluk agama Islam di Jerman semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Salah satu faktor pendorongnya adalah lonjakan migrasi para pencari suaka dari negara-negara Islam seperti Afganistan, Irak dan Iran.

Masuknya Muslim Suriah ke Jerman

muslim German - poskotanews.com
muslim German – poskotanews.com

Salah satu faktor yang mendorong umat Islam berbondong-bondong datang ke Jerman konflik Suriah yang meletus sejak tahun 2011. Arus migrasi kali ini diklaim sebagai yang terbesar sejak Perang Dunia Kedua. Bersama pengungsi dari negara Islam lainnya, jumlah pengungsi Suriah  mencapai 45 persen dari total migran.

Jumlah warga Suriah yang tinggal di Jerman diprediksi  sebanyak 161 ribu jiwa pada tahun 2016. Ini menyebabkan jumlah umat Islam yang datang beribadah ke masjid bahkan meningkat dua kali lipat.

Mengubah Peta Demografi Muslim Jerman

Muslim jerman - rawstory.com
Muslim jerman – rawstory.com

Kedatangan pengungsi Suriah diprediksi akan mengubah peta demografi penduduk muslim Jerman. Pasalnya, sejak era 60-an, komunitas muslim Jerman didominasi oleh orang Turki.

Umumnya mereka datang ke Jerman untuk mencari nafkah seiring bangkitnya era industri di negara tersebut. Sebagian dari mereka tinggal dan membangun keluarga di Jerman. Memasuki awal tahun 2000-an, 70 persen muslim Jerman memiliki riwayat keluarga Turki. Dengan banyaknya pendatang baru, warga keturunan Turki selalu membuka diri agar  memperkuat tradisi Islam di Jerman.

Kehidupan Sosial dan Tantangan

Muslim jerman - sputniknews.com
Muslim jerman – sputniknews.com

Jerman merupakan negara yang plural sehingga menjamin kebebasan penuh setiap warga negaranya. Namun, sayangnya tak sedikit tantangan yang menyertai perjalanan pemeluk Islam di sana. Media Jerman, misalnya, masih menganggap Islam sebagai agama yang rasis, terutama pasca tragedi 11 September di Amerika. Media memberikan gambaran yang kurang akurat dari kehidupan sosial yang dijalani warga Muslim. Kebanyakan hanya menampilkan paparan konflik yang semakin memperkuat citra buruk Muslim. Belum lagi serangan brutal teroris atau kelompok ekstrem kanan yang meledakkan bom di masjid atau pusat-pusat perbelanjaan.

Hal ini menimbulkan polemik islamophopia, yakni ketakutan atau kebencian terhadap pemeluknya agama Islam. Tidak jarang, kebencian ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi umat muslim. Bahkan, banyak muslim merasa terancam saat beribadah. Namun, hebatnya pemerintah Jerman memberi perhatian khusus bahkan mengalokasikan aparat ke masjid-masjid agar umat dapat beribadah dengan nyaman.

Muslim Jerman juga mendapat tekanan dari partai populis sayap kanan, Alternatif untuk Jerman (AfD), yang menang dalam beberapa pemilu. Mereka bahkan menyerukan sikap anti-Islam sebagai bagian dari konsep pembangunan. Salah satu isi deklarasi yang disebutkan adalah “Islam bukanlah milik warga Jerman,” seraya melarang pembangunan menara masjid.

Selain itu, kaum imigran muslim sering berhadapan dengan marginalisasi dan rasialisasi pada sektor ketenagakerjaan. Biasanya, mereka mendapat pekerjaan kelas dua dibanding orang Jerman asli. Tentunya ini berimplikasi pada masalah kesejahteraan.

Perjuangan Mendapatkan Kesetaraan

Muslim jerman - 3.bp.blogspot.com
Muslim jerman – 3.bp.blogspot.com

Kaum muslim Jerman belum mendapat perlakukan yang adil dibandingkan dengan pemeluk agama mayoritas. Namun, kelompok-kelompok muslim yang ada terus melakukan negosiasi dengan pemerintah lokal untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Salah satunya adalah agar warga muslim juga memiliki kesempatan merayakan hari besar keagamaan.

Persetujuan baru didapat pada empat kota di Jerman yakni Lower Saxony, Bremen, Hesse dan Hamburg. Namun, secara nasional belum ada regulasi yang mendukung hal tersebut.

10 Oktober lalu, menteri dalam negeri Jerman, Thomas de Maiziere mengusulkan hari-hari besar umat Islam ditetapkan menjadi hari libur dalam kalender. Menurutnya, hari-hari libur Jerman umumnya hanya untuk merayakan hari raya keagamaan orang Kristen. Usul tersebut mengundang reaksi kelompok konservatif dan masih dalam tahap pembahasan di parlemen.

Meski dirundung tekanan sosial, tercatat 100 ribu lebih orang Jerman memutuskan menjadi mualaf. Meskipun artinya mereka akan menghadapi berbagai tekanan sosial maupun rasial di Jerman.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close