Dunia Islam

Sejarah dan Perkembangan Muslim Uighur di Tiongkok

Muslim Uighur adalah salah satu etnis minoritas yang ada di Tiongkok khususnya  provinsi Xinjiang. Sebelum Islam memasuki kawasan ini, penduduk Uighur yang sudah memiliki peradaban selama 4 milenium ini memeluk agama Budha, Shamanian, dan Manicheism.

Islam mulai masuk dan dipeluk oleh sebagian besar penduduk di sini pada tahun 934. Saat itu, kawasan Xinjiang dikuasai oleh Satuk Bughra Khan yang merupakan penguasa Kharanid. Pemimpin besar yang berasal dari Turki itu mengembangkan pemukiman Uighur menjadi kota besar di kawasan Asia Tengah. Masjid-masjid besar mulai dibangun di sini hingga jumlah mencapai 300 buah.

Dari ratusan masjid yang dibangun sejak ratusan tahun silam, saat ini hanya tersisa beberapa masjid besar. Pertama ada Masjid Azna yang dibangun pada abad ke-12. Selanjutnya ada Masjid Idgah yang dibangun pada abad ke-15 dan yang terakhir adalah Masjid Appak Khoja yang dibangun pada abad ke-18.

Peradaban Awal di Uighur

Perkembangan Muslim Uighur - 1.bp.blogspot.com
Perkembangan Muslim Uighur – 1.bp.blogspot.com

Sebelum memutuskan untuk memeluk Islam, penduduk di Uighur sudah menggunakan aksara untuk berkomunikasi dan melakukan pencatatan. Diperkirakan, tulisan yang memiliki nama Orkhun ini digunakan sejak abad ke-6 atau ke-7. Nah, tulisan yang berkembang di masyarakat ini akhirnya dikembangkan menjadi tulisan Uighur sampai sekarang.

Bangsa Uighur yang saat ini mendapatkan tekanan kuat dari pemerintah Tiongkok dulunya memiliki peradaban yang hebat. Di masa lalu, bangsa ini dikenal memiliki banyak ahli pengobatan tradisional dan juga obat. Beberapa catatan obat-obatan dari Tiongkok mengungkap fakta bahwa banyak pengembara dari Uighur yang melakukan praktik di kawasan Tiongkok. Beberapa masyarakat percaya kalau obat-obatan Tiongkok maju karena mengembangkan apa yang sudah dibawa bangsa Uighur.

Selain obat-obatan yang menjadi bukti kehebatan bangsa Uighur di masa lalu, seni dan budayanya juga patut diancungi jempol. Jauh sebelum Islam masuk dan dipeluk oleh masyarakat setempat, beberapa masyarakat mengembangkan seni berupa lukis, sastra, tarian, dan juga nyanyian.

Setelah Islam masuk, keberadaan seni di kawasan ini justru semakin berkembang meski arahnya lebih islami. Beberapa buku syair pernah ditulis oleh pujangga Uighur sebelum akhirnya kawasan ini takluk oleh kekuasaan Manchu yang saat itu memerintah Tiongkok. Peradaban dari Uighur yang ribuan tahun lalu sudah memiliki perpustakaan dengan 200 ribu koleksi buku akhirnya hancur.

Penduduk yang merasa diperlakukan tidak adil akhir ingin bebas dan mendirikan negaranya sendiri. Sayangnya, kekuasaan dari Tiongkok masih terlalu besar sehingga mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Kehidupan Masyarakat Uighur Modern

Perkembangan Muslim Uighur - upload.wikimedia.org
Perkembangan Muslim Uighur – upload.wikimedia.org

Memasuki abad ke-20 segala aktivitas keagamaan di sini mulai ditekan. Penduduk mulai dilarang untuk beribadah dengan bebas, masjid tidak boleh mengumandangkan azan dengan pengeras, dan hal-hal lain seperti larangan menggunakan atribut yang dianggap tidak sesuai dengan pemerintahan.

Baru-baru ini, pemerintah Tiongkok melarang penduduk wanita menggunakan jilbab di tempat umum. Selanjutnya untuk penduduk pria dilarang memanjangkan jenggot karena bisa dianggap sebagai tindakan melanggar aturan negara. Penduduk yang meninggal dilarang dikebumikan dengan aturan Islam juga karena bisa dianggap sebagai tindakan represif.

Masjid yang ada di kawasan Xinjiang juga dilarang memberikan pidato secara sembarangan. Naskah pidato yang akan dibacakan harus diperiksa terlebih dahulu untuk menghindari tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Muslim Uighur selalu dicurigai akan melakukan tindakan pemberontakan. Akhirnya, setiap ada kegiatan agama yang sedikit besar, pemerintah Tiongkok akan langsung melarangnya termasuk melakukan kekerasan fisik.

Muslim Uighur yang ribuan tahun lalu menguasai kawasan Asia Tengah, kini terus ditekan dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close