Dunia IslamKeluarga

Para Orang Tua, Inilah 5 Tips Jitu dalam Menerapkan Parenting Islami pada Anak Remaja

Jika ditanya pada usia berapa anak paling sulit diatur? Ya, pada masa remaja—yaitu anak yang berusia antara 11 hingga 21 tahun. Dalam Islam, anak remaja adalah mereka yang sudah mengalami masa akil balik. Secara medis, ini berarti sudah ada perubahan kematangan pada organ reproduksi sang anak. Pada wanita, datangnya masa remaja ditandai dengan menstruasi pertama dan tumbuhnya payudara. Sementara itu, pada laki-laki, sperma sudah mulai terproduksi dan sering ditandai dengan datangnya mimpi basah.

Perubahan fisik dan biologis pada anak remaja ternyata berpengaruh besar pada perilakunya. Sering kali, tubuh anak remaja beradaptasi dengan hormon-hormon yang ikut berkembang pesat. Dalam perilaku sehari-hari, ini bisa tercermin dari kegelisahan, banyak keinginan dan terbentuknya pola pikir baru, serta mulai berkhayal dan berandai-andai tentang dirinya dan masa depannya.

Karena mulai merasa dewasa dan memiliki banyak keinginan sendiri, anak remaja sering terlibat pertentangan dengan orang sekitar terutama orang tuanya. Dalam Islam sendiri, sudah banyak anjuran dalam menghadapi anak remaja seperti berikut.

Mulailah Berdialog dan Hargai Pendapatnya

Mulailah Berdialog dan Hargai Pendapatnya - 3.bp.blogspot.com
Mulailah Berdialog dan Hargai Pendapatnya – 3.bp.blogspot.com

Pada usia remaja, anak mulai mengembangkan pandangan-pandangannya sendiri – yang belum tentu benar dan belum tentu salah. Maka dari itu, perbanyak waktu dengan anak remaja Anda. Kebiasaan untuk bercerita tentang masalah yang dihadapinya di luar rumah bisa dimulai dari kecil.

Jadi, ketika remaja, ia akan terbiasa untuk berkonsultasi dengan Anda sebagai orang tua. Dengan begitu, Anda bisa memberikan pengarahan dan solusi. Ini dilakukan agar anak remaja tidak salah dalam mengambil keputusan atau mencari solusi untuk masalahnya.

Berikan Anak Kesibukan yang Bermanfaat

Berikan Anak Kesibukan yang Bermanfaat - 3.bp.blogspot.com
Berikan Anak Kesibukan yang Bermanfaat – 3.bp.blogspot.com

Banyak anak remaja terjerumus dalam perilaku dan kegiatan negatif karena mereka “kurang kerjaan.” Sebagai orang tua, sebisa mungkin berikan kegiatan bermanfaat seperti olahraga dan kursus akademis. Selain itu, ajak juga anak berkegiatan di lingkungan masjid.

Biasanya paguyuban remaja di masjid suka melakukan kegiatan seperti pengajian, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, gotong royong membantu lingkungan, dan lain-lain. Perkenalkan anak pada lingkungan tersebut sebelum ia memasuki masa remaja. Dengan begitu, kegiatan positif sudah menjadi kebiasaan rutin.

Ikut Serta dalam Kegiatan Anak

Ikut Serta dalam Kegiatan Anak - arrahmah.com
Ikut Serta dalam Kegiatan Anak – arrahmah.com

Bukan hanya menyuruh, sebaiknya Anda ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Jika anak sudah terlihat menikmati kegiatannya, barulah Anda bisa melepaskannya sendiri secara bertahap.

Jangan sampai, anak malas melakukan hal-hal tersebut karena Anda tidak tertarik untuk mengetahui kegiatannya secara langsung. Dukungan orang tua akan sangat terasa bagi anak di usia remaja.

Beri Contoh yang Baik, Terutama dalam Beribadah

Beri Contoh yang Baik, Terutama dalam Beribadah - 2.bp.blogspot.com
Beri Contoh yang Baik, Terutama dalam Beribadah – 2.bp.blogspot.com

Salah satu cara yang paling ampuh untuk dijadikan perisai diri adalah ibadah. Ajak dan berikan contoh kepada anak remaja untuk selalu melaksanakan salat wajib lima waktu dan salat sunah seperti salat tahajud dan duha, serta berpuasa sunah di waktu yang ditentukan.

Luwes dalam Mendengarkannya Berpendapat, Namun Berikan Batasan

Luwes dalam Mendengarkannya Berpendapat, Namun Berikan Batasan - cdn2.tstatic.net
Luwes dalam Mendengarkannya Berpendapat, Namun Berikan Batasan – cdn2.tstatic.net

Al-Ustadz Syaikh Abdullah Nashih Ulwan, seorang ulama dan doktor bidang pendidikan anak dalam Islam, mengatakan bahwa dalam membesarkan anak remaja, ada dua cara yang perlu dilakukan yaitu mengikat dan mengawasi.

Cara mengikat anak remaja adalah melalui akidah, ibadah, pola pikiran islami, serta pembiasaan akhlak yang terpuji. Sementara itu, pengawasan dilakukan dalam keseharian dari mulai asupan gizi, pakaian, lingkungan pendidikan dan pergaulan, hingga kebiasaan sehari-hari.

Memang, kelima cara parenting islami tersebut tidak bisa dilakukan dengan instan. Semuanya harus dibiasakan bahkan sejak sang anak masih kecil. Yang paling penting, Anda harus senantiasa mendampingi anak dalam masa-masa peralihan ini agar ia tidak merasa sendiri dan salah dalam mengambil keputusan.

Kenal orang tua yang sedang galau menghadapi anak remaja? Yuk, bagikan tulisan ini agar lebih bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: