Perbedaan dan Cara Pelaksanaan Haji Ifrad, Qiron, dan Tamattu

Berangkat haji menjadi keinginan terbesar oleh umat Islam, baik dari Indonesia ataupun negara lain. Oleh karena itu, umat Islam pun perlu mengetahui tata cara pelaksanaan haji di Tanah Suci. Termasuk di antaranya adalah haji ifrad, qiron, dan tamattu.

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari tata cara pelaksanaan tiga jenis haji tersebut. Perbedaan tersebut juga memungkinkan seseorang untuk memilih salah satu jenis haji yang sesuai dengan kondisinya.

Haji Ifrad

pelaksanaan haji - 1.bp.blogspot.com

pelaksanaan haji – 1.bp.blogspot.com

              

Secara bahasa, ifrad memiliki makna sendiri. Dalam pelaksanaan haji ifrad, seorang jamaah hanya diperbolehkan niat haji. Kalau ingin meniatkan haji sekaligus umroh, maka jamaah bisa memilih melakukan haji qiron. Lalu, bagaimana kalau seorang jamaah haji ifrad ingin melakukan umroh? Mudah saja. Lakukan umroh setelah ibadah haji.

Dalam pelaksanaan haji ifrad, jamaah hanya diwajibkan untuk melakukan satu tawaf, yakni Tawaf Ifadhah. Jamaah juga tidak diwajibkan untuk membayar denda saat melakukan ibadah haji ifrad. Sebagai gantinya, jamaah diharuskan untuk mengenakan ihram sejak menjejakkan kaki di Tanah Suci hingga 10 Dzulhijjah.

Haji Qiron

pelaksanaan haji - i0.wp.com

pelaksanaan haji – i0.wp.com

Haji qiron merupakan haji yang berkebalikan dengan haji ifrad. Jamaah haji qiron bisa meniatkan ibadah haji sekaligus umroh. Proses pelaksanaan haji qiron juga tidak perlu dilakukan secara berulang. Misalnya, jamaah hanya perlu melakukan wukuf satu kali. Demikian pula saat mengerjakan tahapan ibadah lainnya seperti ritual sa’i dan tahallul.

Hanya saja, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi saat memilih mengikuti pelaksanaan haji qiron. Termasuk di antaranya adalah niat, dilaksanakan dalam bulan haji, menjaga ritual haji dan umroh dari kerusakan, ataupun bukan termasuk penduduk Mekah.

Keuntungan dari pelaksanaan haji qiron ini adalah prosesnya yang singkat. Jamaah hanya butuh waktu sekitar 4 hari, mulai dari tanggal 9 hingga 12 Dzulhijjah. Oleh karena itu, haji qiron kerap dipilih oleh orang-orang yang punya waktu terbatas. Namun, konsekuensi dari haji ini, seorang jamaah diharuskan untuk membayar dam (denda).

Haji Tamattu

pelaksanaan haji - i1.wp.com

pelaksanaan haji – i1.wp.com

Secara bahasa, tamattu memiliki arti bersenang-senang atau bebas. Hal ini bisa dilihat dari cara pelaksanaan haji ini. Seorang jamaah tidak diwajibkan untuk menjaga ihram dari kerusakan dari awal kedatangan hingga waktu haji. Jamaah pun kerap memilih melaksanakan umroh terlebih dulu, lalu diikuti tahallul. Di sela-sela waktu tersebut, jamaah haji tamattu bebas dari kewajiban berihram.

Namun, ada konsekuensi yang harus dibayarkan bagi jamaah yang memilih melaksanakan haji tamattu. Konsekuensi tersebut adalah, jamaah diharuskan untuk membayar dam (denda). Pembayaran denda tersebut bisa dilakukan dengan dua pilihan, yakni menyembelih seekor kambing atau berpuasa selama 10 hari (3 hari selama berhaji dan 7 hari di tanah air).

Mana yang Lebih Utama?

pelaksanaan haji - i1.wp.com

pelaksanaan haji – i1.wp.com

Lalu, jenis haji mana yang memiliki tingkatan tertinggi? Apakah haji qiron, ifrad, atau tamattu? Pertanyaan tersebut kerap muncul di kepala para calon jamaah. Terkait hal ini, ada berbagai perbedaan pendapat ulama.

Menurut Mazhab Maliki dan Syafi’i, haji ifrad memiliki keutamaan dibandingkan haji qiron dan tamattu. Pendapat ini dilandaskan dari pendapat para sahabat seperti Utsman bin Affan, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, ataupun Ibnu Mas’ud

Sementara itu, Mazhab Hanafi berpendapat kalau haji qiron lebih utama. Pendapat ini dibuat berlandaskan pada hadits Rasulullah SAW yang diperintahkan menjalankan haji qiron setelah sebelumnya melaksanakan haji dengan cara ifrad.

Terakhir, Mazhab Hanabilah menganggap haji tamattu lebih utama. Baru kemudian disusul haji ifrad dan haji qiron. Alasan utamanya adalah, karena pelaksanaan haji ini memberi kemudahan bagi para jamaah.

Namun, terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, hal yang utama dari ibadah haji adalah memperoleh haji yang mabrur. Gelar tersebut pun bisa diperoleh oleh seorang jamaah yang melakukan berbagai jenis cara, baik ifrad, qiron, ataupun tamattu.

Add Comment

%d bloggers like this: