Tausiyah

3 Penyakit Hati dalam Islam yang ‘Remeh’ dan Paling Sering Dilakukan

Lebih baik sakit gigi atau sakit hati?

Pertanyaan anekdot itu sering muncul di berbagai kalangan. Biasanya, orang akan memilih untuk lebih baik mengalami sakit gigi daripada sakit hati. Pasalnya, sakit gigi cukup mudah diobati lantaran hanya tinggal melakukan perawatan dengan dokter gigi. Namun untuk urusan sakit hati, duh. Bisa panjang ceritanya.

Tentu saja, sakit hati yang dimaksud dalam konteks ini biasanya lebih ke arah asmara. Namun bagaimana jika yang dimaksud sakit hati adalah penyakit hati dalam Islam seperti dengki? Dibandingkan sakit gigi, apakah lebih baik memendam dengki?

Dengki

Penyakit hati dalam islam - pinterest.com
Penyakit hati dalam islam – pinterest.com

Dengki adalah perasaan tidak senang dan susah yang timbul saat melihat orang lain merasa senang. Sebaliknya, apabila orang lain dirundung duka dan gulana, dirinya justru akan merasa bahagia.

Allah dengan jelas mengecam penyakit hati ini. Di surat An-Nisa ayat 32, Allah berfirman yang artinya, “…dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Adapun di samping senantiasa mengenyahkan dengki yang berasal dari diri sendiri, kita juga memohon perlindungan dari orang-orang yang dengki terhadap kita. Doa ini ada dalam penggalan surat yang sering kita baca, yakni Al-Falaq ayat 5, “…dan dari kejahatan pendengki bila dia dengki.”

Sombong

Penyakit hati dalam islam - media.ihram.asia
Penyakit hati dalam islam – media.ihram.asia

Penyakit hati dalam Islam yang satu ini adalah salah satu yang juga paling mudah menyerang siapa saja. Saking mudahnya, kita pun bahkan menjadi tidak sadar telah melakukan hal yang sangat dibenci Allah ini.

Ketika berhasil mencapai sesuatu yang sudah lama diperjuangkan dan diinginkan, manusia tentu akan merasa bangga. Akan tetapi rasa bangga yang berlebihan terhadap dirinya dan sesuatu yang dimilikinya justru akan menimbulkan petaka. Karena merasa dirinya hebat, lantas orang lain pun dianggap remeh dan hanya pendapatnya sendiri yang benar.

Bila Allah yang memiliki segala sesuatunya di muka bumi ini, masih pantaskah kita merasa sombong? Hal ini pula yang termaktub dalam surat Al-Isra ayat 37, “…janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan. Karena sesungguhnya sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”

Pelit

Penyakit hati dalam islam - isigood.com
Penyakit hati dalam islam – isigood.com

Tidak bisa dimungkiri, kebutuhan hidup di zaman sekarang semakin banyak. Sayangnya, hal ini tidak didukung dengan harga barang dan jasa yang ‘ramah kantong’. Alih-alih bersahabat, nominal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sesuatu terasa semakin mencekik.

Hal ini tentu membuat kita harus berhemat. Akan tetapi, kita harus dapat dengan cerdas membuat batasan mana yang disebut hemat dan mana yang disebut pelit. Pasalnya, pelit pun ternyata merupakan penyakit hati yang dilaknat Allah.

Yang harus kita ingat, ada hak orang lain dari sebagian rezeki yang kita peroleh. Karena itu, Allah pun mewajibkan kita untuk berzakat sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Apabila kita menolak padahal sudah memenuhi syarat untuk berzakat, maka Allah tidak akan melimpahkan berkah-Nya.

Allah secara jelas menyampaikan pesan ini dalam Alquran. Pada surat Ali Imron ayat 180, kita akan menemui firman-Nya yang berarti, “…sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan…”

Selain tiga hal ini, ada banyak lagi penyakit hati dalam Islam seperti fitnah, khianat, hasut, riya’, ujub, dan lain-lain. Meski terlihat sepele, azab Allah pedas menanti. Duh, ternyata memang lebih baik sakit gigi saja, ya!

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close
%d bloggers like this: