FikihHajiUmroh

Tata Cara Sa’i

Kementerian Agama wakaf dakwah dan bimbingan agama Islam Kerajaan Arab Saudi mempersembahkan pedoman pelaksanaan Haji secara rinci selangkah demi selangkah lagi musik tata cara Shahih setelah tawaf jamaah haji dan umroh berjalan menuju sofa untuk melaksanakan Sa’i sebanyak 7 kali putaran setelah mendekati sofa ia memulai amalan seperti yang Allah ajarkan dengan mengucapkan Inna Shofa Wal marwata Milaliontin nama hasil akhir unalium sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari siar Allah maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sei antara keduanya dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati Maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi maha mengetahui.

Kemudian dia naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat raya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan bertakbir tiga kali dengan mengangkat kedua tangan berdoa dan mengulang-ulang doa lailahailallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai-in Qadir Lailahaillallah Wahdah Anja Jawa ada Buana suara Abdullah Azzam Al Ahzab bawah Dah tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa tiada sekutu baginya baginya kerajaan dan baginya pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa Yang menepati janjinya membela hambanya dan mencerai-beraikan musuhnya sendirian.

Dzikir ini diulang-ulang 3 kali dan boleh ditambah dengan doa-doa lain yang ia kehendaki tidak mengapa jika ia membaca doa ini kurang dari 3 kali dan ia tidak mengangkat kedua tangan kecuali pada saat berdoa dan ia tidak memberi isyarat di saat mengucapkan takbir karena hal itu merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh sebagian jamaah haji dan umroh lalu ia turun dari sofa menuju Marwah dengan berjalan kaki lalu berdoa dengan doa-doa yang mudah baginya berdoa untuk kebaikan dirinya keluarganya dan kaum muslimin pada umumnya ketika sampai di tanda hijau jamaah laki-laki berlari tapi tidak disyariatkan bagi jamaah wanita jika telah sampai ditandaivideo kedua ia berjalan biasa seperti sebelumnya sehingga ketika sampai di Marwa ia berdiri menghadap ke arah Ka’bah dan mengucapkan dzikir seperti yang ia ucapkan suatu berada di sofa lalu ia berdoa seperti yang ia kehendaki.

Kemudian Ia turun menuju sofa ketika sampai di tanda hijau pertama Ia berlari sampai melewati tanda hijau kedua setelah itu ia berjalan biasa dan naik ke bukit sofa demikianlah ia menyempurnakan ke tujuh putaran syairnya dengan cara seperti itu dari Safa ke Marwah dihitung satu putaran dan kembalinya dari Marwa ke sofa dihitung putaran kedua dan seterusnya tidak mengapa jika ia memulai syair dengan berjalan kaki lalu ia merasa capek lelah atau ada gangguan kesehatan dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka ia boleh melanjutkan saya dengan menggunakan kursi roda dibolehkan pula bagi wanita haid atau nifas untuk melaksanakan Shae tanpa melakukan tawaf karena tempat saya bukan termasuk Masjidil Haram.

Diantara kesalahan fatal yang sering kita lihat adalah jamaah wanita ikut berlari saat melewati dua tanda hijau setelah menyempurnakan maka jamaah bertahallul dengan memendekkan rambut kepalanya jika ia mengambil Haji tamattu diharuskan menggunting seluruh rambut kepala dan bukan sebagian rambutnya saja adapun bagi wanita saat bertahallul hanya memotong rambutnya seukuran ujung ruas jarinya dengan demikian bagi jamaah yang mengambil haji tamattu telah menyempurnakan umrohnya dan telah dihalalkan baginya semua hal yang sebelumnya dilarang sewaktu ihram kami ucapkan selamat datang kepada anda para tetamu Allah di negara pemilik dua kota suci itu Kerajaan Arab Saudilabbaikallah syarika laka Labbaik Innal Hamda wanni’mata.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close