FikihHajiUmroh

Tata Cara Thawaf

Kementerian Agama wakaf dakwah dan bimbingan agama Islam Kerajaan Arab Saudi mempersembahkan pedoman pelaksanaan Haji secara rinci selangkah demi selangkah lagi kalahkan dan tata cara tawaf Sesampainya di Mekkah seorang yang berihram disunnahkan untuk mandi sewaktu memasuki Masjidil Haram ia mendahulukan kaki kanan Seraya mengucapkan Audzubillah hiladzim wabi watch al-karim wabi sultoni Hill Kodim minas syaiton nirojim allahummaftahli abwaaba rohmatik Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dandengan wajahnya yang mulia dan dengan kekuasaannya yang Kodim dari godaan setan yang terkutuk Ya Allah bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat Mu.

Doa ini disyariatkan pula dibaca setiap kali ia masuk ke dalam masjid manapun lalu ia berjalan menuju ke arah Ka’bah Al musyarrofah untuk memulai doa disunnahkan bagi laki-laki saat tawaf melakukan it tiba gitu menjadikan pertengahan selendang ihramnya di bawah pundaknya sebelah kanan sedangkan kedua ujungnya berada di atas pundak kirinya pada 7 putaran tawaf disunahkan mendekati Hajar Aswad Jika memungkinkan ia mencium Hajar Aswad jika tidak mengganggu jamaah lainnya dengan berdesak-desakan saling mendorong mencegah dan memukul satu sama lainnya karena yang demikian itu merupakan kesalahan yang dapat mengusik ketenangan orang lain.

Jika tidak mungkin untuk menciumnya maka cukup baginya memberi isyarat kepada Hajar Aswad dari tempatnya yang jauh Seraya ucapkan Allahu akbar kemudian jamaah haji atau umrah memulai tawaf nya dengan dzikir dan istighfar serta doa-doa yang ia kehendaki atau membaca al-quran dengan suara lirih atau pelan juga tidak mengkhususkan doa tertentu seperti yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin karena yang demikian itu dapat mengganggu orang lain yang sedang tawaf.

Jika telah sampai di rukun yamani ia mengusapnya dengan tangan kanannya jika hal itu mudah baginya tapi ia tidak menciumnya atau mengusap tangan kanannya seperti yang dilakukan oleh sebagian jamaah Padahal hal itu menyalahi sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jika tidak memungkinkan menyentuh rukun yamani maka ia berlalu melanjutkan tewasnya dan tidak perlu memberi isyarat atau bertakbir merupakan sunnah seorang jamaah haji membaca doa diantara rukun yamani dan Hajar Aswad Robbana Atina Fiddunya Hasanah wafil akhiroti Hasanah waqinaada benar ya Tuhan kami berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka demikianlah seorang jamaah menyempurnakan tuahnya dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di sana disunnahkan pula pada 3 putaran pertama bagi laki-laki pada tawaf qudum untuk melakukan Romel yaitu berjalan cepat dengan memendekkan langkah-langkah kakinya.

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan sebagian jamaah saat melakukan tawaf di antaranya pertama sebagian orang melakukan tawaf di dalam Hijir Ismail dengan keyakinan bahwa hal itu termasuk tuas padahal sejatinya tawaf di dalam Hijir Ismail adalah tidak sah karena ia telah mengurangi kesempurnaan tuahnya di mana ia hanya terhitung tawaf mengelilingi sebagian Ka’bah saja kedua diantara kesalahan lain adalah memegang seluruh rukun Ka’bah dindingnya dan menyentuh kiswah Ka’bah pintudan makam Ibrahim dan amalan seperti ini tidak dibolehkan karena hal itu termasuk Bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam agama dan tidak pernah pula dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika tidak boleh mengeraskan bacaan ketika tawaf karena dapat mengganggu ketenangan kaum muslimin keempat diantara kesalahan lainnya adalah berdesak-desakan nya antara kaum wanita dengan laki-laki terlebih di sekitar Hajar Aswad dan maqom Ibrahim Maka hal itu wajib dijauhi.

Setelah tawaf jamaah haji dan umrah segera bergegas menutup kembali pundak sebelah kanan dengan kain ihram nya lalu ia sholat dua rokaat di belakang makam Ibrahim Jika memungkinkan baginya jika tidak maka ia boleh sholat dua rokaat di tempat mana saja dari Masjidil Haram pada rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah ia membaca surah al-kafirun kulya ayyuhal Kafirun dan pada rakaat yang kedua setelah membaca Al Fatihah dia membaca surah al-ikhlas Qul huwallahdoa haji kalau ia membaca selain kedua surat tersebut juga tidak apa-apa kami ucapkan selamat datang kepada anda para tetamu Allah di negara pemilik dua kota suci itu Kerajaan Arab Saudi labbaika la syarika laka Labbaik Innal Hamda Wal indah pada waktunya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close