Tausiyah

Ustadz Oemar Mita, Lc: Semakin Berat Ujian, Pertanda Semakin Dicintai Allah

kalau kamu Dian orang-orang diluar punya revolusi mental kita harus punya revolusi pemikiran dulu jangan pernah menganggap bahwasanya orang yang hari ini pintunya Rezeki itu banyak daripada kita berarti lebih disayang dari kita oleh Allah karena beda antara konsep cintanya Allah dengan konsep cintanya makhluk ketika kita sudah sepakat bahwasanya konsep cintanya Allah itu beda dengan konsep cintanya makhluk Mari kita perhatikan bagaimana konsep cintanya Allah ketika Allah itu mencintai seorang hamba anak kalau tidak kita pahami ini kita akan kaget karena banyak perkara yang terkadang tidak pernah kita duga datang ketika kita memperbaiki hidup kita karena beriman kepada Allah itu bukan berarti menjadikan hidup kita gampang tapi justru ketika kita beriman dan ingin memperbaiki hidup kita dan mengkoreksi hidup kita terkadang banyak kesulitan-kesulitan yang Allah akan berikan kepada kita kenapa Ustadz ya karena konsep Allah Kalau cinta Allah berkata Innallaha Ida ah apa kau manis tahu bahwa kitab Allah kepada kita menerangkan bagaimana konsep cintanya Allah ketika Allah itu cinta kepada hambaNya Allah kemudian berfirman Allah itu apabila telah cinta kepada salah satu diantara makhlukNya Insya Allah Hu Allah itu akan mengujinya lain dia kalau kemudian dia dengan ujian yang Allah berikan favorito maka Allah itu akan tambah Rimba kepadanya Wayne Savita kalau kemudian dia itu murka dengan ujian yang Allah berikan salah ulsafat maka dia itu akan mendapati Allah lebih murka kepadanya di sini kita akan mendapati Masya Allah semakin kita beriman kepada Allah dan semakin kita dicintai oleh Allah karena iman yang kita miliki Sesungguhnya Allah itu akan menyulitkan kita dengan berbagai macam ujian Kenapa Allah akan menyulitkan kita dan memberikan kita ujian ketika kita beriman tidak apa-apa kecuali tujuannya adalah Allah pengen tahu apakah cintanya makhluk itu botol-botol teruji ataukah hanya sekedar ucapan halo kemudian orang itu hanya mengatakan kami cinta kepada Allah kamu yang ditinggalkan maka mana yang diketahui mana yang betul-betul benar ujian benar-benar cinta nya dan mana yang palsu di dalam cintanya makanya Allah kemudian diterangkan oleh Rasulullah kalau Allah sudah jatuh cinta sama kita maka Allah akan menguji kita dan ibu dan bapak kadang-kadang kita dulu ketika belum banyak mengetahui ilmu kadang kadang hidup kita gampang Kenapa tanaman kita semuanya boleh tapi setelah kita belajar akhirnya apa-apanya Banyak perkara yang dulunya boleh ketika kita masih bodoh menjadi tidak boleh setelah kita mengkaji ilmu anak Ternyata tidak gampang beriman kepada Allah dan tidak gampang dicintai oleh Allah tapi yang pasti kalau sudah dicintai oleh Allah kelak dalam kehidupan di akhirat menjadi orang yang paling nikmat hidupnya karena Allah Allah membayar setiap orang yang diuji itu adalah bayangannya surga kita ambilkan contoh kisah nyata bagaimana kadang-kadang orang yang berilmu dan beriman justru ujiannya berat Tampilkan dua kisah nyata yang saya ambil dan saya jemput dari kisah-kisah nyata dari para jamaah jamaah yang saya temui dalam perjalanan dakwah yang pertama saya pernah menemukan seorang bapak-bapak setengah baya paruh baya datang kepada anak dalam kajian tafsir Halo Kemudian beliau itu bercerita tentang orang tuanya lalu kemudian menetes air matanya semakin deras semakin deras dan betul-betul sedih lalu kemudian dia menceritakan Bapak saya Ustad itu terkena penyakit ketika di diagnosa di rumah sakit maka semua hasilnya adalah negatif-negatif sang dokter pun sempat bingung ini penyakit apa kok dadanya terasa sakit tapi dicek semuanya negatif tidak ada yang positif dari penyakit itu maka kemudian akhirnya sang dokter berkata ini cuma mungkin pikiran aja bawa pulang karena kita juga harus paham fitnah yang tidak pernah cuti dalam setiap zaman itu apa salah satunya fitnah sihir kena bisa jadi bapak itu kena sihir maka bapak itu punya 3 anak maka kemudian yang menjadi Jamaah itu anak yang ketiga beli cerita setelah dibawa dari rumah sakit dibawa pulang maka kedua kakak saya sepakat untuk membawa Bapak saya ke orang pinter supaya kemudian mendapatkan mantra-mantra dan jimat supaya sembuh dari penyakit yang timbul di dadanya bapak yang terakhir ini yang menjadi anaknya Bapak tadi yang terakhir ini kemudian tahu bagaimana hukumnya ketika membawa pasien ke orang pintar apalagi dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh dukun maka dia berusaha menyampaikan kepada kedua Kakaknya Bagaimana supaya bapaknya itu tidak dibawa ke orang pintar tapi di bawah untuk di ruqyah saja tapi apalah daya kedua Kakaknya belum pernah kenal ilmu dan tidak pernah datang ke kajian ilmu membedakan ruqyah yang syar’i dengan ruqyah yang sirik itu ndak ngerti dia orang pintar dan betul banyak mantra banyak jimat yang diminta dan banyak syarat yang kemudian di harus dipenuhi masalah sang anak yang ketiga ini menasehati kedua Kakaknya supaya kedua Kakaknya tidak membawa lagi ke tempat-tempat semacam itu tapi apalah daya kedua Kakaknya lebih beruntung dalam masalah harta Adapun mereka yang kecil ini tidak terlalu beruntung dalam masalah apa yang terjadi kedua Kakaknya bilang Sudahlah kamu selama ini kan gak pernah bantu finansial bapak kamu cuma doa dan doa sudah doakan saja Bapak sembuh belia nangis kenapa belio nangis beliau menangis karena kemudian memikirkan nasib ayahnya sudah sakit yang harusnya mendapatkan pengobatan yang Sari supaya sembuh penyakitnya kalaupun terkena sihir tapi Masya Allah ternyata bapaknya malah bersentuhan dengan kesirikan dengan beberapa dengan berbagai macam syarat yang diminta oleh sang dukun Apa itu nangis saya memberikan nasihat supaya beli itu bersabar tapi dalam perjalanan saya pulang satu dari Kebayoran Lama menuju ke Pamulang 1 masih di Pamulang saya cuma membayangkan Masya Allah Coba kalau Bapak tadi tidak pernah datang ke kajian ilmu Coba kalau bapak tadi belum pernah belajar maka mungkin dia akan menganggap bahwasanya Apa yang dilakukan oleh kedua Kakaknya itu biasa tapi setelah dia ngaji akhirnya dia paham dia bisa membedakan ruqyah yang syar’i dan ruqyah yang sirik Makanya kamu dan menjadikan dia menangis kadang-kadang ibu dan bapak ilmu yang kita pelajari itu akan menjadikan dulunya kita ndak pernah nangis sekarang sering nangis setelah kita paham dulunya kita gak ngerti kadang-kadang ilmu yang kita pelajari menjadikan kita sedih di mana dulu itu ndak Sedih kenapa Karena setelah perjalanan ilmu jangan dikira perjalanan kita itu akan gampang ketika kita pingin memantaskan diri dihadapan Allah kalau antum dan saya pengen memantaskan diri dihadapan Allah jangan pernah kita berpikir bahwasanya memantaskan diri dihadapan Allah itu gampang maka kita lihat Bagaimana Kemudian Bapak tadi coba kalau bapak tadi ndak pernah belajar gak pernah datang ke kajian ilmu ndak pernah datang menghadiri ruqyah ruqyah untuk membedakan ruqyah yang Sirik mungkin dia perlu nangis Mungkin dia tinggal kemudian bertepuk apa Dia kemudian tinggal menunggu saja bapaknya itu sembuh tapi karena dia ngajar dia ngaji dia belajar akhirnya kemudian menetes air matanya memikirkan nasib ayahnya ini saya ambilkan satu supaya mengatakan supaya membenarkan pemikiran kita bahwasanya beriman dan ketika kita siap untuk mengkoreksi hidup jangan pikir bahwasanya itu akan memudahkan kehidupan kita hendak kadang-kadang justru Allah memberikan kesulitan dan kepayahan ketika kita pingin memperbaiki hidup sesuai dengan apa yang Allah ridhoi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close