Dunia Islam

Ziarah Kubur: Hukum dan Adabnya

Ziarah kubur adalah mengunjungi pemakaman orang-orang terdekat atau yang dikenal. Dalam ritual tersebut, beberapa peziarah biasanya bermaksud mengenang mereka yang telah tiada, mendoakannya, atau menjadikan aktivitas ini sebagai sarana untuk merenungi hidup yang bersifat sementara.

Takdir kematian yang akan dialami oleh setiap manusia dipaparkan dalam surah Ali-Imran, 3:185 yang berbunyi:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ

الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿١٨٥﴾

Artinya:

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.

Hukum dari Ziarah Kubur

Hukum dari Ziarah Kubur - kabar.news
Hukum dari Ziarah Kubur – kabar.news

Di dalam agama Islam, melakukan ziarah kubur merupakan ritual yang dianjurkan. Rasulullah saw.bersabda,

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمِ الْآخِرَةَ

Artinya: “Dulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah kubur karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR Ahmad).

Siapa Saja yang Boleh Melakukan Ziarah Kubur

Siapa Saja yang Boleh Melakukan Ziarah Kubur - img.beritasatu.com
Siapa Saja yang Boleh Melakukan Ziarah Kubur – img.beritasatu.com

Berdasarkan sabda Rasulullah saw. sebelumnya, ritual ziarah kubur ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Untuk kaum perempuan, para ulama memiliki pendapat masing-masing, yaitu mulai dari sunah (seperti untuk laki-laki) hingga tergolong dosa besar.Namun begitu, sebagian besar pendapat, yang mengacu pada sabda Rasulullah saw. di atas,sepakat bahwa kaum perempuan pun tetap boleh berziarah dengan syarat tidak melakukannya terlalu sering.

Dalil yang memperbolehkan perempuan melakukan ziarah kubur adalah seperti hadis dari sahabat Abdullah bin Abi Mulaikah (HR Al Hakim dan Al Baihaqi):

“Aisyah suatu hari pulang dari pekuburan. Lalu aku bertanya kepadanya, “Wahai Ummul Mukminin, dari mana engkau?” Dia menjawab, “Dari kubur saudaraku, Abdurrahman bin Abi Bakar.” Lalu aku berkata kepadanya, “Bukankah Rasulullah melarang ziarah kubur?” Dia berkata, “Iya, kemudian beliau memerintahkan untuk berziarah.”

Adab dalam Melakukan Ziarah Kubur

Adab dalam Melakukan Ziarah Kubur - 1.bp.blogspot.com
Adab dalam Melakukan Ziarah Kubur – 1.bp.blogspot.com

Berikut ini ada beberapa adab yang harus diperhatikan saat berziarah ke pemakaman. Adab-adab tersebut adalah:

Agar bisa memperoleh pahala, seorang peziarah sebaiknya datang dengan tujuan yang lurus dan baik. Tujuan utama dari ritual ini adalah mengenang dan mengambil pelajaran tentang kematian.

  • Mengucapkan salam ketika memasuki area pemakaman.

Mengenai pengucapan salam saat memasuki area pemakaman, hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim no. 974:

“Dari Buraidahra, Rasulullahsaw.mengajarkanmereka (para sahabat) jikamerekakeluarmenujupekuburan agar mengucapkan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ

نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya:“Salam keselamatanataspenghunirumah-rumah (kuburan) dankaummuslimindanmukminin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang terdahuludarikitadanbelakangan, dan kami Insya Allah akanmenyusul kalian, kami memohonkepada Allah keselamatanbagi kami dan kalian.”

  • Tidakmengenakan sandal dan juga menginjak-injakatau duduk dibagianatasmakam.
  • Mendoakanmayatjikadia adalah seorangmuslim. Untukbagianini, bolehmengangkattangan, tetapitidakdibolehkanmenghadapkubur (pedomannya adalah menghadapkearahkiblat).
  • Tidakmenjadikanmayatsebagaiperantaramemintasesuatu (berdoa) kepada Allah Swt.
  • Diperbolehkanmenangis, tetapijangansampaiberlebihan (meratap).

Demikianlahhukumdanadabdalamziarahkubur. Denganmengetahuidanmenaatihukum yang ada, para peziarahtidakhanyaakanberkesempatanuntukmerenungikematianlalumemperoleh hikmah setelahnya, tetapi juga bisamendapatkanpahala.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close