Dunia Islam

Hikmah di Dalam Kisah Nabi Zakaria

Nabi Zakaria adalah salah satu utusan Allah yang diperintahkan untuk mengajak umatnya beriman. Seperti nabi-nabi lainnya, beliau juga diberi cobaan saat menjalankan tugas kenabiannya. Dari caranya menghadapi cobaan, kita semua dapat mengambil hikmah di dalam kisah Nabi Zakaria.

Cobaan beliau berupa kesulitan mendapatkan keturunan. Isteri beliau divonis mandul. Dengan keadaan seperti itu, Nabi zakaria tetap taat kepada Allah untuk menyiarkan agama Islam. Beliau tidak sedikit pun berperasangka buruk kepada Allah. Meskipun Nabi Zakaria adalah manusia istimewa dan kekasih Allah, Allah tetap memberinya cobaan.

Nabi Zakaria selalu berdoa siang dan malam untuk mendapatkan keturunan. Doa beliau berbunyi, Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. Ucapkanlah doa tersebut saat Anda berharap mendapatkan keturunan.

Akhirnya, Allah mengabulkan doa tersebut. Nabi Zakaria  dianugerahi seorang anak saat usianya sudah sembilan puluh sembilan tahun. Allah menunjukkan kuasa-Nya Isteri Nabi Zakaria yang telah lanjut usia hamil. Berita tersebut disampaikan oleh Malaikat Jibril. Nabi Zakaria tentu saja tidak percaya dengan kabar tersebut.

Hikmah dari kisah Nabi Zakaria tersebut adalah kesabaran dan keikhlasan beliau menunggu selama puluhan tahun untuk mendapatkan keturunan. Bahkan isterinya telah divonis mandul. Akan tetapi, beliau tidak putus untuk berusaha. Beliau tetap berdoa tanpa henti. Beliau juga tetap taat kepada Allah. Atas sikap beliau, Allah menganugerahi seorang anak yang kelak akan menjadi nabi pula. Anak tersebut bernama Yahya.

Keinginan Nabi Zakaria tercapai. Beliau memiliki seorang anak laki-laki bernama Yahya. Yahya adalah seseorang yang sangat cerrdas dan bijaksana. Yahya mewarisi ilmu tauhid Nabi Zakaria untuk melanjutkan beliau berdakawah di jalan Allah.

Kematian Nabi Zakaria

Kisah nabi zakaria - hystoryana.com
Kisah nabi zakaria – hystoryana.com

Kisah memilukan dialami oleh Nabi Zakaria. Beliau mendapatkan masalah setelah Yahya melarang Herodes menikah dengan Herodia. Herodes, raja yang berkuasa saat itu,  adalah saudara sedarah Herodia. Ada yang mengatakan Herodia adalah anak Herodes.

Kenyataan tersebut membuat Herodia marah, Herodia menyusun suatu tipu muslihat. Dia berusaha merayu Yahya agar tercipta kabar bahwa beliau menyukai Herodia sehingga melarangnya menikah dengan Herodes.

Yahya tetap teguh dari rayuan Herodia. Dia mengatakan dosa orang yang berzina lebih dalam dari apapun. Herodia sangat malu terhadap sikap Yahya tersebut. Semua orang di negara tersebut sangat menginginkan dirinya, sedangkan Yahya malah mengusirnya. Melihat taktiknya tidak berhasil, Herodia ingin membunuh Yahya. Dia meminta Herodes untuk melaksanakan niat tersebut.

Herodes merupakan anak dari seorang raja yang sangta kejam. Sikap kejam tersebut rupanya menurun padanya. Dia menuruti keinginan Herodia untuk membunuh Yahya. Akhirnya, Yahya dipenggal kepalanya dan dipersembahkan kepada Herodia.

Nabi Zakaria sangat sedih mendengar kabar kematian Yahya. Tak lama kemudian, tersiar kabar bahwa Herodes juga akan membunuh beliau. Nabi Zakaria pun melarikan diri. Dia bersembunyi di dalam pohon yang sangat besar. Tentara Herodes mencari tempat persembunyian  Nabi Zakaria dan tidak menemukan beliau di mana pun.

Harodes sangat marah mendengar jejak Nabi Zakaria hilang. Dia meminta bantuan kepada para iblis melalui Pendeta Yahudi untuk mengadakan ritual mencari persembunyian Nabi Zakaria. Mereka menemukan beliau bersembunyi di dalam pohon yang paling besar. Tentara Herodes memotong-motong pohon besar tersebut sehingga Nabi Zakaria ikut terpotong bersamanya.

Allah menurunkan azab  yang sangat pedih kepada Bani Israil atas perilaku kejam mereka tersebut. Azab tersebut berupa serangan Babilonia yang menghancurkan Kerajaan Herodes.

Demikian kisah Nabi Zakaria yang taat kepada Allah. Hikmah di dalam kisah Nabi Zakaria juga terlihat dari keadilan seorang Yahya, anaknya. Yahya adaalah seseorang yang sangat berani dan taat terhadap hukum Allah.

Bagikan artikel untuk orang-orang yang tidak kenal putus asa. Berdoalah tanpa henti seperti  doa Nabi Zakaria saat memohon keturunan. Allah adalah sebaik-baik penolong. Allah pasti akan mengabulkan doa di saat yang paling tepat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close