Dunia Islam

Ingin Memanjatkan Doa Mustajab? Lakukan di Hari Jumat!

Doa mustajab merupakan doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Banyak cara yang bisa dilakukan agar doa yang dipanjatkan mustajab. Termasuk di antaranya adalah memilih waktu-waktu yang mustajab. Dari sekian banyak waktu, hari Jumat merupakan momen yang terbaik.

Bagi umat Islam, hari Jumat merupakan hari yang sangat istimewa. Di hari ini, umat Islam berbondong-bondong untuk meluangkan waktunya datang ke masjid dan menunaikan salat Jumat. Tidak hanya itu, pada hari Jumat, umat Islam juga berkesempatan untuk memanjatkan doa mustajab di 2 waktu yang istimewa.

Nabi Muhammad SAW pun menyampaikan anjuran kepada umat Islam untuk banyak berdoa di hari Jumat. Anjuran itu tertuang dalam hadits dari Abu Hurairah yang isinya:

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan sholat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari 935, Muslim 2006, Ahmad 10574 dan yang lainnya).

Ingin tahu 2 waktu mustajab di hari Jumat tersebut? Berikut ini adalah jawabannya:

Saat khatib duduk di antara waktu menyampaikan khutbah hingga melaksanakan salat Jumat

Doa Mustajab - Banditkecil
Doa Mustajab – Banditkecil

Waktu mustajab pertama di hari Jumat adalah saat khatib duduk di antara dua khutbah selama pelaksanaan sholat Jumat. Ada beberapa hadits yang membuat para ulama menetapkan waktu ini sebagai momen tepat untuk memanjatkan doa mustajab.

Hadits yang menjadi sandaran pendapat ini adalah: Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu, jika para hamba memohon kepada Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, waktu kapankah itu?”, Jawab beliau, “Ketika sholat dimulai hingga selesai sholat.” (HR. Turmudzi 490, Ibn Majah 1138).

Ba’da ashar

Doa Mustajab - Aboutislam.net
Doa Mustajab – Aboutislam.net

Waktu mustajab kedua adalah setelah Ashar. Pendapat ini diungkapkan oleh beberapa ulama besar seperti Abdullah bin Sallam, Imam Ahmad, serta Abu Hurairah.

Pendapat ini pun diperkuat oleh beberapa hadits. Di antaranya adalah hadist yang berasal dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah yang isinya:

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, di mana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah asar.” (HR. Ahmad 7631 dan dinilai shahih Syuaib al-Arnauth).

Selain itu, Imam Ahmad dalam Sunan At-Tirmidzi 2/360 mengatakan:

“Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da ashar dan setelah matahari bergeser (waktu sholat Jumat).”

Oleh karena itu, kalau ingin doa mustajab, panjatkan setelah sholat Ashar di hari Jumat.
Menurut Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu mustajab ini, yaitu:

  • Berdiam diri di dalam masjid mulai dari setelah sholat Ashar hingga Maghrib. Hal ini dipandang sebagai kedudukan tertinggi oleh Syaikh Muhammad.
  • Berangkat ke masjid saat menjelang waktu sholat maghrib dan menjalankan sholat tahiyatul masjid. Aktivitas ini dipandang sebagai kedudukan menengah oleh Syaikh Muhammad.
  • Terakhir, adalah kegiatan yang dipandang memiliki kedudukan terendah. Seorang yang menghabiskan waktunya untuk duduk dan berdoa kepada Allah SWT di akhir waktu Ashar. Aktivitas ini bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di masjid.

Dengan keutamaan 2 waktu yang mustajab tersebut, tentu sangat disayangkan kalau umat Islam menyia-nyiakan hari Jumat. Ingin doa yang cepat dikabulkan, bukan? Maka, manfaatkan hari Jumat untuk beribadah dan berdoa sebanyak-banyaknya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close