Dunia Islam

Menerapkan Karakteristik Ajaran Islam dalam Mendidik Buah Hati

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa agama merupakan salah satu bekal dasar yang harus diberikan orang tua kepada buah hati mereka. Karena disadari atau tidak, keluarga merupakan lingkup terdalam dan ikut berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang sejak dini.

Jika bekal agama dari keluarga kurang memadai, anak akan mudah terombang-ambing dalam gelombang informasi menyesatkan seperti pergaulan bebas, konsumsi obat-obatan terlarang, atau bahkan perilaku lain yang dapat dikategorikan sebagai tindak kriminalitas.

Inilah mengapa, sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk menerapkan karakteristik ajaran Islam saat mendidik buah hati. Perintah mendidik anak sebenarnya tertuang dalam hadis yang berbunyi,

“Rasulullah bersabda: “Kalian semua adalah pemimpin, dan masing-masing kalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan istri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Hadis di atas menunjukkan bahwa sebagai pemimpin (suami atau bapak) kita semua akan dimintai pertanggungjawaban atas hal yang dipimpinnya (keluarga). Salah satu bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga adalah dengan memberikan pendidikan sesuai ajaran Quran dan hadis.

Berikut merupakan beberapa cara menerapkan karakter ajaran Islam saat mendidik buah hati dan membentuk kepribadian mereka, di antaranya:

Mendidik anak dengan cara yang baik dan sabar

Mendidik anak dengan cara yang baik dan sabar - islamidia.com
Mendidik anak dengan cara yang baik dan sabar – islamidia.com

Allah menganjurkan kitauntuk mendidik dengan cara yang baik dan sabar. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang berbunyi,

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik….” (QS. An Nahl, 125)

Sesuatu yang disampaikan dengan baik akan lebih mudah diterima oleh hati dan pikiran manusia, begitu pula dengan pendidikan. Jika kita mampu mendidik buah hati dengan cara yang santun dan penuh kesabaran, bukan tidak mungkin, saat dewasa perilaku mereka tidak berbeda jauh dari apa yang kita contohkan dan ajarkan.

Bersikap tegas jika diperlukan

Bersikap tegas jika diperlukan - kintakun-collection.co.id
Bersikap tegas jika diperlukan – kintakun-collection.co.id

Tegas bukan berarti keras apalagi kasar. Saat mendidik anak, ketegasan juga merupakan salah satu hal yang harus kita terapkan, apalagi jika pendidikan tersebut berkaitan dengan masalah agama. Seperti membiasakan salat, puasa, dan membaca Quran.

Ketegasan dalam hal membiasakan ibadah ini tertuang dalam sebuah hadis yang artinya,

“Rasulullah bersabda: Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” (HR. Abu Dawud)

Menghindari kemungkaran (bohong) ketika mendidik

Menghindari kemungkaran (bohong) ketika mendidik - edplaceblog.files.wordpress.comedplaceblog.files.wordpress.com
Menghindari kemungkaran (bohong) ketika mendidik – edplaceblog.files.wordpress.comedplaceblog.files.wordpress.com

Saat mendidik anak seringkali kita melontarkan kebohongan untuk menarik perhatian atau membuat mereka patuh. Meskipun kelihatannya sepele, berbohong saat mendidik sangat tidak dibenarkan. Karena secara tidak langsung, anak akan terbiasa dengan hal dusta dan menganggap perilaku tersebut wajar untuk dilakukan.

Akibatnya, saat tumbuh besar mereka terbiasa mengucapkan kebohongan yang merupakan cikal bakal munculnya penyakit hati lainnya, seperti dengki, munafik, dan sombong. Larangan berbohong ketika mendidik buah hati tercantum dalam beberapa hadis, di antaranya:

“Sesungguhnya kebohongan itu tidak pantas dilakukan dengan sungguh-sungguh ataupun main-main. Dan juga seorang ayah berjanji kepada anaknya kemudian janji itu tidak dipenuhi” (HR. Al Hakim) dan “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil “kemarilah”—ambilah ini—akan tetapi dia tidak memberikannya, maka sungguh perbuatan itu termasuk dusta” (HR. Ahmad)

Nah, itulah beberapa karakteristik ajaran Islam yang bisa kita terapkan saat mendidik buah hati tercinta. Karena bagaimanapun, agama merupakan “rem” yang dapat mencegah anak-anak kita terhindar dari perilaku dan perbuatan yang merugikan mereka baik di dunia maupun akhirat, wallahu’alambish shawwab.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close