Umroh

Pedoman Praktis Mengurus Surat Mahram

Ibadah umrah boleh dilakukan semua orang Islam tanpa memandang latar belakang. Wanita pun bisa melaksanakan umrah dan haji sekaligus. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW melalui Aisyah r.a. yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah :

“Wahai, Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umrah.”

Namun, Pemerintah Arab Saudi memberikan aturan khusus untuk jemaah wanita. Mereka wajib didampingi mahram saat pergi ke Kakbah. Salah satu landasan peraturan tersebut adalah hadis Rasulullah SAW yang artinya :

“Tidak halal bagi wanita bepergian dalam perjalanan sehari semalam melainkan bersama mahramnya.” (HR. Bukhari)

Untuk mengatasi masalah tersebut, wanita harus membuat surat mahram. Lembaran resmi tersebut berisi pernyataan; yang mendampingi adalah suami atau mahramnya. Surat ini dibuat oleh biro sebagai acuan untuk mengeluarkan visa umrah.

Syarat Mengurus Surat Mahram

surat mahram - postimg.org
surat mahram – postimg.org

Surat mahram diwajibkan untuk wanita berumur di bawah 45 tahun yang ingin berangkat haji atau umrah. Supaya mudah mendapatkannya, beberapa dokumen harus dilengkapi. Dokumen tersebut meliputi, KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, buku nikah, foto, dan paspor. Selain itu, calon jemaah juga mesti menyerahkan salinan kartu kuning dan berkas tambahan sesuai aturan biro.

Berapa Biayanya?

surat mahram - 3.bp.blogspot.com
surat mahram – 3.bp.blogspot.com

Setiap biro menetapkan tarif berbeda untuk pembuatan surat mahram. Beberapa biro menetapkan biayanya Rp350.000 per orang. Ada pula yang mematok harga hingga Rp500.000. Jika ingin lebih hemat, pilih biro yang menyertakan biaya surat mahram dalam paket umrah.

Bagaimana Langkah-Langkah Pembuatan Surat Mahram?

surat mahram - atmulia.co.id
surat mahram – atmulia.co.id

Langkah pertama untuk membuat surat mahram, yaitu mendatangi biro umrah. Selanjutnya, Anda akan diminta mengisi formulir pendaftaran visa sekaligus melengkapi persyaratan. Setelah berkas komplet, biro tersebut mengeluarkan surat mahram.

Langkah berikutnya, biro mengirim dokumen calon jemaah yang dilampiri surat mahram ke penyelenggara umrah di Arab Saudi (Muassasah). Kalau permohonan disetujui, Muassasah akan mengeluarkan MOFA (Ministry of Foreign Affairs). Kemudian, berkas ini dikirimkan ke alamat biro semula.

Setelah itu, biro umrah menyerahkan MOFA dan berkas calon jemaah ke KBSA (Kedutaan Besar Saudi Arabia). Pasalnya, pihak KBSA-lah yang menerbitkan visa umrah. Masa berlaku visa umrah telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, yaitu 10, 20, dan 30 hari.

Lalu, bagaimana cara memilih biro tepercaya? Biro umrah resmi pasti terdaftar di Kementerian Agama. Mereka pun bekerja sama dengan Kementerian Haji di Arab Saudi. Selain itu, nominal biaya umrah yang ditawarkan relatif sesuai aturan pemerintah. Jika di bawah standar, Anda perlu menyelidiki lebih jauh mengenai legalitas biro.

Berapa Lama Pengurusan Surat Mahram?

surat mahram - umrohbackpacker.id
surat mahram – umrohbackpacker.id

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, surat mahram dibutuhkan untuk membuat visa umrah. Jadi, calon jemaah tidak perlu mengambilnya dari kantor biro. Mereka hanya harus menunggu; visa umrah dikeluarkan. Jika sedang ada pelaksanaan ibadah haji, penerbitan visa ditunda sampai kegiatan tersebut selesai. Namun, di hari normal, visa dikeluarkan maksimal dua minggu sesudah pengajuan.

Lalu, bagaimana dengan biro yang kerap memalsukan surat keterangan mahram? Mengenai hal ini, Anda bisa berpedoman pada hadis Rasulullah SAW :

“Wanita tidak boleh melakukan safar selama 2 hari, kecuali disertai suaminya atau mahramnya.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda :

“Siapa yang menipu kami (umat), maka ia bukan bagian dari kami.” (HR. Muslim)

Demikian pedoman singkat mengurus surat mahram bagi wanita berumur di bawah 45 tahun. Untuk wanita yang berusia di atas 45 tahun, tidak dikenai aturan tersebut. Mereka bisa berangkat haji maupun umrah tanpa didampingi mahram. Semoga artikel ini bisa dijadikan bahan rujukan.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close